Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
44. Ungkapan Hati Jaswari


__ADS_3

"Ouh ya San, aku mau nanya sama kamu soal yang tadi," ucap Jaswari melihat ke arah Santi. "Yang mana Jas?" Santi malah balik nanya dan menoleh ke arah Jaswari. "Tadi yang di rumah Nurul, soal jatuh cinta," kata Jaswari mengingatkan. "Ouh itu, ada apa memangnya," saut Santi mulai gugup tapi berusaha menyembunyikan gugupnya dihadapan Jaswari. "Apa tadi ada yang salah dari ucapanku Jas?" tanya Santi balik. "Gak ada kok San, malah aku udah menarik kesimpulan San," jawab Jaswari. "Begitukah?" saut Santi belum ngerti. "Iya San, makanya sekarang aku mau ngomongin hal itu," ucap Jaswari.


Jaswari berhenti lalu memegang tangan Santi lagi seperti yang dia lakukan di rumah Nurul. "Eh apa nih Jas?" Santi kaget dengan apa yang dilakukan Jaswari. "Sstt...sebentar saja San," pinta Jaswari. "I-iya aku ngerti tapi ini dijalanan, kalau mau ngomong, nanti aja kalau kita udah sampe rumahku ya," pinta Santi. Akhirnya Jaswari pun setuju dan mengangguk pasrah.


Gak lama mereka berdua pun sampe di depan rumah Santi. "Ayo masuk Jas," ajak Santi. Jaswari pun masuk ke dalam rumah dan mereka pun duduk di ruang tamu. "Aku ambil minum dulu ya," ucap Santi. "Gak usah San, aku mau lanjutin yang tadi, duduk sini di sebelahku," pinta Jaswari. Santi pun gak jadi dan duduk di sebelah Jaswari.


Setelah Santi duduk dengan nyaman, Jaswari pun mulai bicara. "Tadi pas aku pegang tanganmu seperti ini, yang aku rasakan adalah jantungku berdetak kencang San," ucap Jaswari sambil memegang tangan dan menatap Santi. "Jas..." hanya itu yang keluar dari mulut Santi. "Ya San, aku suka dan cinta sama kamu San. Jujur awalnya aku gak berani ngucapin hal ini, tapi jika terus aku pendam, aku juga merasa gelisah San," tutur Jaswari lega.


Akhirnya kata-kata itu pun bisa Jaswari ucapkan walaupun sekujur tubuhnya terasa panas dingin. "Aku tau kamu pasti berpikir bahwa aku terbawa suasana ketika di rumah Nurul tadi," tutur Jaswari. "Jawabanku adalah tidak, aku udah merasakan ini sejak lama San, tapi baru hari ini aku punya kesempatan untuk ngomongin hal ini ke kamu," ucap Jaswari lagi. Santi melepaskan pegangan tangan Jaswari. "Jas, aku gak tau harus jawab apa," jawab Santi masih kaget atas apa yang dia dengar dari mulut Jaswari.


Walaupun ya Santi tau selama ini Jaswari suka sama dia, tapi Santi gak nyangka kalau hari ini Jaswari akan ungkapin perasaannya itu. "Terima kasih kamu udah jujur tentang perasaanmu Jas, tapi aku gak tau harus bilang apa atas kejujuranmu ini," saut Santi yang masih kaget. "Gak apa-apa San, kamu gak harus menjawabnya sekarang," tutur Jaswari. "Yang jelas sekarang aku dah lega udah ungkapin ini ke kamu," ucap Jaswari lagi.

__ADS_1


Santi menarik nafas dalam-dalam. "Bukan itu maksudku Jas," ucap Santi berhenti buat mencari kata-kata yang tepat. "Lalu apa," kata Jaswari heran. Santi menutup matanya sejenak dan membuka matanya kembali. "Begini Jas, jujur aku pun punya perasaan yang sama sepertimu," tutur Santi berhenti sejenak. Jaswari yang mendengar itu pun sangat senang. "Tapi masalahnya, aku gak mau pacaran Jas, karena menurutku pacaran itu bukan budaya orang Islam Jas, kamu pahamkan?" ucap Santi menatap Jaswari.


Jaswari yang udah senang denger Santi juga suka, tapi mendengar jawaban seperti itu hanya bisa diam. Santi yang tau Jaswari sedih dengan apa yang dia putuskan pun memegang tangan Jaswari. "Jas, kamu harus percaya kalau kita berjodoh kita pasti akan bersama nantinya," tutur Santi. "Aku hanya ingin fokus sekolah dan belajar dulu Jas, aku harap kamu ngerti hal itu," ucap Santi menghiba penuh harap.


Jaswari menatap Santi, dan menemukan kejujuran di mata Santi. "Ya San, aku gak marah kok, aku ngerti apa yang kamu maksud," akhirnya Jaswari pun bicara. "Dan aku menerima keputusanmu itu, aku seneng banget hari ini kamu jujur juga tentang perasaanmu, setidaknya sekarang aku tau isi hatimu," tutur Jaswari. "Dan aku akan perjuangkan itu nanti ketika kita sama-sama udah pantas menjalin hubungan," ucap Jaswari lagi.


Santi pun mengangguk setuju. "Kita tetap berteman dan bersahabat seperti dulu ya, gak ada yang berubah," pinta Santi. "Iya San, pasti," Jaswari mengangguk cepat. "Dan aku janji kalau nanti aku kangen sama kamu aku akan main ke rumahmu," ucap Santi. "Terus kalau aku yang kangen, bolehkan aku main ke sini?" tanya Jaswari. "Iya tentu boleh Jas, kamu boleh ke sini kapan pun," jawab Santi mengangguk setuju.


# # #


Sugeng dan Uus masih nunggu Jaswari di rumah Nurul. Mereka berdua masih berada di ruang tamu bersama Nurul. "Ck, kemana dulu sih nih bocah nganterin Santi aja kok lama banget," ucap Sugeng gak sabaran. "Bentar lagi kali Geng, sabar napa," saut Nurul. "Iya Geng, mungkin tu bocah ngajak Santi muter-muter keliling lapangan bola dulu," kelakar Uus. "Kamu tuh ya ada-ada aja, mana ada malem-malem gini keliling lapangan, ntar di kira orang gila," tawa Nurul dan Sugeng.

__ADS_1


Yang diomongin pun muncul dengan wajah berseri-seri. "Nah ini nih yang dari tadi ditungguin gak datang-datang," todong Sugeng ketika Jaswari muncul dihadapan mereka. "Apaan sih, ada apa memangnya?" tanya Jaswari dengan wajah gak bersalah. "Astaghfirullah Jas, kami dari tadi nungguin kamu sampe lumutan, terus kamu jawabnya enteng gitu," saut Sugeng kesel. "Hehee, iya maaf-maaf kalian gak pengertian amat sih sama temen sendiri," bela Jaswari.


"Heeey gak pengertian gimana, nih kami nunggu kamu disini," ucap Uus. "Iya-iya aku minta maaf," saut Jaswari mengatupkan kedua tangannya. "Ayo jujur tadi ngapain dulu sama Santi," selidik Nurul. "Gak ngapa-ngapain Nur, tadi aku jalannya pelan-pelan supaya bisa ngobrol lama sama Santi," jawab Jaswari nyengir.


Nurul, Sugeng dan Uus hanya geleng-geleng kepala denger penjelasan Jaswari. "Tapi aku curiga nih, dari raut mukamu yang seperti itu pasti tadi di sana udah terjadi sesuatu," selidik Uus. "Ck, apaan sih Us, tadi kan aku udah bilang gak ada apa-apa, aku cuma masih ingin ngobrol lebih lama sama Santi, jadi aku lama-lamain jalannya," jelas Jaswari takut ketahuan kalau dia tadi memang udah ungkapin perasaannya sama Santi.


"Oke, aku pegang omonganmu, tapi kalau kamu bohong awas aja ya," ancam Uus. "Ck, napa main ancam sih Us, baik-baik aku ngaku deh, tadi aku ngobrol sebentar di rumahnya Santi," akhirnya Jaswari jujur. "Nah kan benar dugaan ku," saut Uus. "Terus apa yang terjadi Jas, kamu bilang ke Santi terus terang," kepo Sugeng. "Gak, aku cuma minta ijin sama Santi, boleh gak kalau aku main ke rumahnya lain waktu," tutur Jaswari berbohong.


"Cuma gitu doang?" tanya Nurul. Jaswari hanya menganggukkan kepalanya. "Yah Jas, harusnya kamu bilang terus terang sama Santi," ucap Uus kecewa. "Udah ah kenapa kalian yang kecewa sih, ayo pulang yuk udah malem," ajak Jaswari mengalihkan topik. "Ya udah Ayoo," saut Sugeng dan Uus.


"Nur, kami pulang dulu ya, makasih nih untuk hari ini," ucap Jaswari. "Assalamu'alaikum...kami pulang ya Nur," pamit mereka bertiga. "Waalaikumussalam.." jawab Nurul. Mereka pun langsung naik angkot.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2