Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
41. Kumpul Yang Gak di Sengaja


__ADS_3

Eh ada Santi juga di sini ya," ucap Sugeng yang kaget juga melihat Santi di rumah Nurul. "Hehee iya Geng, lagi main," ucap Santi senyum. "Kebetulan tadi aku abis dari rumah bibiku, jadi sekalian mampir ke rumah Nurul deh," jelas Santi. "Oouuuhh..." ucap Jaswari dan Sugeng barengan. "Hehee, kompakan gitu jawabnya," Santi terkekeh geli. "Kalian mau ngapain ke sini tumben," ucap Nurul. "Tau tuh Jaswari ngajak aku ke sini, kangen kali ama Santi," sindir Sugeng ngomong to the point.


"Kamu masih gak ikhlas nganter aku ke sini," protes Jaswari. "Bukan begitu Jas, kamu tuh kalau kangen ama orang ya ngomong aja, gak usah muter-muter cari alasan," ucap Sugeng kesel sendiri. "Hehee, dasar kamu Jas, noh Santinya udah di sini, situ kangen-kangenan sama orangnya," saut Nurul menarik tangan Jaswari ke arah di mana Santi sedang duduk. Melihat apa yang di lakukan Nurul, Santi menajamkan matanya ke arah Nurul, Yang dipelototin cuma ketawa-tawa saja tanpa merasa bersalah.


Ketika Jaswari mau berdiri lagi setelah di tarik Nurul, Sugeng mencegahnya. Akhirnya Jaswari pun pasrah duduk berdekatan sama Santi. Walaupun nya dari tadi udah dah Dig dug gak karuan. "Tuh Jas, udah diijinin sama tuan rumah noh, buat ngobrol dengan yang disebelah mu," goda Sugeng sambil mengangkat alisnya. "Sstt...apaan sih Geng, malu tau," bisik Jaswari ke Sugeng. Memang posisi duduk mereka berempat itu membentuk setengah lingkaran. Urutannya itu Sugeng, Jaswari, Santi dan Nurul.


Nurul dan Santi hanya geleng-geleng kepala liat kelakuan Sugeng dan Jaswari. "Ouh iya Jas, maaf ya Minggu kemarin aku lupa nitip buletinnya ke Nurul, soalnya aku lagi fokus ke ulanganku di sekolah," ucap Santi merasa gak enak. "Nah ini, gara-gara buletin nih dia dari tadi jadi kayak orang bingung, sampe rumahku kerjaannya mondar-mandir mulu," curhat Sugeng. "Apaan sih Geng, lebay cerita kamu," saut Jaswari sambil memukul bahu temannya itu. Sugeng pun pura-pura mengaduh kesakitan, diikuti gelak tawa yang lain.


"Sekali lagi maaf ya Jas, tapi tenang, Minggu ini double buletinnya, tadi udah aku kasih ke Nurul kok," ucap Santi lagi. "Ouh iya bentar Jas, aku ambil dulu ke dalam ya, tadi aku simpan buletinnya di atas meja," tutur Nurul. Setelah beberapa saat Nurul pun udah datang kembali ke teras rumah dengan buletin di tangannya.


"Nih buletinnya Jas, kata Nurul sambil memberikan buletin itu. "Eh iya Nur, makasih," saut Jaswari. "Jangan makasih ke aku lah, noh ke Santi, kan ini dari Santi," ucap Nurul gregetan. "Hehee iya Nur, makasih ya San," ucap Jaswari tersenyum. "Iya Jas sama-sama, kamu gak marah kan kalau buletinnya telat, hehee," saut Santi tertawa renyah. "Gak lah, gak apa-apa kok, kemarin Nurul udah bilang sama aku kok," jawab Jaswari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tapi pada kenyataannya adalah bahwa Jaswari merasa gak tenang dan resah. Karena buletin yang biasa Santi kasih belum sampe ke tangannya. Sampai-sampai Sugeng merasa pusing melihat temannya itu sejak datang ke rumahnya terus saja mondar-mandir.


"Hadeuuh Jas, tadi aja ngajak ke sini buru-buru, sekarang udah di sini begitu doang ngomongnya, ck...ck.." ucap Sugeng gemes sama kesel. "Mana yang tadi kamu bilang di rumahku, katanya mau nanya tapi sampe sini malah diem gitu," protes Sugeng. "Jadi kalian ke sini sengaja buat nyari tau buletinnya udah ada apa belum?" selidik Santi ingin tahu. "Iya San, tadi dia maksa aku buat nemenin ke sini, padahal aku lagi mager bener dah," curhat Sugeng.


"Kasian bener kamu Geng, memangnya kamu gak berani Jas ke sini sendiri," ucap Nurul. "Bukan gak berani Nur, tapi biar ada temen akunya, jadi gak sendiri gitu," Jaswari memberi alasan. "Alah ngeles aja kamu Jas," ucap Sugeng yang masih kesel sama tingkah Jaswari yang gak berani mengungkapkan perasaannya. "Kalian kok malah pada ribut sih, udah ah Kas, Geng, gak baik pada ribut begitu," saut Santi menengahi.


# # #


Ditempat lain Uus terlihat turun dari angkot, dan berhenti di depan rumah Sugeng. Uus langsung nyebrang menuju rumahnya Sugeng. Sebenernya Uus gak janjian main sama Sugeng, tapi karena dia bete di rumah, makanya Uus memutuskan untuk pergi ke rumah Sugeng. "Assalamu'alaikum...tok..tok...tok..." Uus mengetuk pintu rumah Sugeng. "Waalaikumussalam..." terdengar jawaban dari dalam rumah. Ceklek...pintu rumah terbuka, muncul seorang ibu paruh baya, iya dia adalah ibunya Sugeng.


"Ouh gitu, baik Bu kalau gitu saya nyusul aja ke rumah Nurul ya Bu," ucap Uus. "Iya baiknya memang seperti itu, silahkan Nak," tutur Bu Halimah. "Baik kalau gitu saya permisi Bu, Assalamu'alaikum..." pamit Uus. "Waalaikumussalam, baik Nak," jawab Bu Halimah.

__ADS_1


Uus pun segera naik angkot, yang kebetulan pas berhenti di seberang rumah Sugeng, karena ada penumpang yang turun. Dan tak harus menunggu lama, angkot yang ditumpangi Uus pun berhenti, karena udah sampe di depan rumah Nurul. Dari seberang jalan Uus melihat teman-temannya itu sedang asyik ngobrol.


Di teras rumah Nurul


Jaswari, Sugeng, Santi dan Nurul gak ada yang menyadari kedatangan Uus. Mereka berempat masih asyik ngobrol dan semua baru tersadar ketika Uus mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum semuanya..." sapa Uus. "Waalaikumussalam..." jawab semuanya.


"Eh kamu Us, tau-tau udah nongol aja," ucap Jaswari. "Iya ini aku Jas, Lagi pada ngobrol apa sih kayaknya seru banget sampe gak tau kalau aku datang," selidik Uus. "Hehee biasalah Us, apalagi kalau bukan ngobrolin Jaswari sama Santi," celetuk Nurul terkekeh. "Ada update apaan nih ama mereka berdua, udah jadian yah," jiwa kepo Uus muncul. "Ck, apaan sih Us, jangan ngasal deh ngomongnya," saut Jaswari sambil memukul Uus pake gulungan kertas, yang tak lain kertas itu adalah buletin yang dikasih Santi. Jaswari merasa gak enak sama Santi.


"Iihh, Jas kok buletinnya dipake buat mukul sih," Santi gak nyadar replek memegang tangan Jaswari untuk mencegah. "Besok-besok kalau kamu pake buat mukul aku gak kasih lagi ya buletinnya," ancam Santi. "Eh iya San, maaf...abis nih Uus ngomongnya ke situ terus, jadinya aku tadi reflek," bela Jaswari yang reflek juga memegang kedua tangan Santi sebagai permintaan maaf. Ketiga temannya yang menyaksikan hal itu, geleng-geleng kepala dan tersenyum.


"Kalian berdua kalau sama-sama gak sadar so sweet banget sih," batin Nurul. "Kok kamu bisa samaan sih main ke rumah Nurul hari ini?" tanya Sugeng memecah momen yang udah hadir barusan. "Aku tadinya mau main ke rumah mu Geng, tapi kata emakmu, kamu sama Jaswari lagi ke rumah Nurul, ya udah aku nyusul ke sini aja deh," tutur Uus. "Oouuhh...." semuanya kompak ber-ouh ria. "Hehee, kompak ni yeeh," ledek Uus.

__ADS_1


Gak lama kemudian suara adzan Maghrib terdengar, mereka semua pun tersadar bahwa hari udah mulai gelap. "Eh udah Maghrib aja ya," celetuk Santi. "Ya udah Nur, aku sholat Maghrib di sini deh, nanti baru pulang" ucap Santi lagi. "Ya udah kamu wudhu dulu gih San," titah Nurul. "Kalian bertiga sholat di surau aja ya," ucap Nurul.


bersambung....


__ADS_2