Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
65. Ngasih Kaset ke Nurul


__ADS_3

Bu Eka sedang berada di ruang tamu, dia sedang menunggu Santi pulang. "Kok jam segini belum pulang sih, kan tadi bilang hari ini gak ada kegiatan apa-apa di sekolah. Cuma mau daftar les doang," gumam Bu Eka. "Kenapa sih Bu, dari tadi kok kayaknya khawatir?" tanya Pak Kuswandi jadi penasaran liat istrinya tumben gelisah. "Ini kok Santi belum sampe rumah sih Pak, kemana dulu ya itu anak," saut Bu Eka. "Jangan su'udzon dulu, mungkin ada kegiatan mendadak jadi pulangnya telat," ucap Pak Kuswandi.


"Mudah-mudahan seperti itu Pak, soalnya tadi pagi bilangnya cuma mau daftar les doang dianter sama Awan. Tapi kok daftar les lama banget sampe jam segini belum nyampe rumah," tutur Bu Eka mencemaskan Santi. "Tunggu aja sebentar lagi, mungkin jalanannya macet Bu," saut Pak Kuswandi menenangkan. "Iya Pak," jawab Bu Eka. "Udah mending Bu duduk aja, dari pada mondar-mandir gitu, Bapak pusing liatnya tau," ucap Pak Kuswandi. Bu Eka pun duduk karena tidak ingin suaminya sampe kesel.


Selang berapa lama, Santi pun sampe di rumah dengan wajah yang letih. "Assalamu'alaikum, Bu aku pulang!" ucap Santi ketika membuka pintu rumahnya. "Waalaikumussalam...!" jawab Bu Eka. Santi lalu mencium tangan Bu Eka dan Pak Kuswandi bergantian. Lalu langsung duduk di sebelah Bu Eka, karena Santi udah sangat letih seharian.


"Kamu kok baru pulang jam segini toh neng," ujar Bu Eka yang dari tadi udah khawatir anaknya kenapa-napa. "Tadi pagi aku kan udah bilang mau ke tempat les komputer Mah, lupa ya," jawab Santi. "Iya Mamah tau, tapi kok sampe sore banget sih, memangnya jauh ya tempat les nya," tanya Bu Eka penasaran. "Tadi aku sekalian masuk Mah, jadi langsung belajar," jelas Santi. "Oouh langsung belajar toh, pantes pulangnya sampe sore," saut Bu Eka. "Ya udah sono kamu mandi, makan dan istirahat pasti cape," ucap Pak Kuswandi nimpalin.


Santi hanya mengangguk, terus langsung beranjak dari duduknya menuju kamarnya yang super nyaman. Setelah berada di dalam kamar, Santi langsung menggantungkan tasnya di belakang pintu. "Ah akhirnya aku bisa rebahan di kasur favoritku," gumam Santi yang langsung rebahan di kasur. "Ah mending aku mandi dulu deh, sayang kan kasur empuk aku kalau kena kotor," ucap Santi lagi. Akhirnya Santi bangun dan mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.


...# # #...


Seminggu kemudian.....

__ADS_1


Hari ini Di sekolah Santi ada ulangan harian, jadi dia berangkat lebih pagi dari biasanya. Setengah enam pagi Santi udah rapi dengan baju seragamnya. Dia terlihat sedang menyiapkan bekalnya di dapur. Hari ini Santi membawa roti bakar rasa coklat keju.


Ketika Santi asyik membuat bekal di dapur, Bu Eka menghampiri Santi. "Kamu lagi bikin apa neng? hari ini kamu ada les atau ekskul gak?" tanya Bu Eka beruntun. ""Lagi bikin roti bakar Mah, hmm...kayaknya hari ini les komputer Mah, kalau besok ekskul paskibra Mah," jawab Santi masih serius membakar rotinya, tanpa melihat Bu Eka. "Bawa rotinya agak banyak aja neng, biar kamu kenyang nanti, kan takut di tempat les gak ada warung," tutur Bu Eka. "Iya Mah," saut Santi. Setelah semuanya selesai, Santi pun pamit berangkat ke sekolah.


Satu jam kemudian, Santi udah sampe di dalam kelas. Dia sedang duduk di bangkunya dengan temannya. "Kamu udah siap ulangan matematika hari ini San?" tanya Tina. "Iya bismillah Tin, mudah-mudahan bisa ulangannya," saut Santi. "Iya Aamiin, mudah-mudahan," jawab Tina. Gak lama kemudian suara bel masuk berbunyi.


Pak Hikmal Guru matematika, udah masuk ke kelas Santi. Setelah mengucapkan salam dan berdoa, Pak Hikmal langsung membagikan soal ulangannya. "Iya anak-anak, ingat kerjakan soalnya dengan teliti ya, kalau ada yang gak jelas tulisannya boleh tanya langsung ke Bapak," tutur Pak Hikmal. "Iya Pak," jawab anak-anak kompak.


Anak-anak pun mulai mengerjakan ulangan matematika setelah soal di bagikan. Begitupun Santi, dia mulai serius dengan soal-soal ulangan yang ada di atas meja. Setelah beberapa menit berjalan, suasana yang tadi hening mulai sedikit terdengar ada yang berbisik-bisik. Hehee biasa itu mah ya, kalian juga pasti mengalaminya dulu pas di sekolah.


Setelah beberapa menit. "Udah belum nulis jawabannya, aku udah pegel nih," ucap Santi pelan sambil melihat sekitar takut tiba-tiba Pak Hikmal melihatnya. "Udah San, makasih ya hehee," jawab Rangga. Santi pun mengangguk. "Hadeuh kalau tiap ulangan tegang begini bisa-bisa jantung aku harus di periksa ke dokter deh," batin Santi.


Setengah jam kemudian, waktu mengerjakan ulangan udah habis. Pak Hikmal udah menyuruh ketua kelas mengumpulkan semua lembar jawaban. "Baik anak-anak, terimakasih untuk hari ini, Bapak akan periksa hasil ulangan kalian. Nanti yang nilainya kecil terpaksa akan ulangan ulang ya," tutur Pak Hikmal. "Ya udah kalian bisa istirahat sebentar, masih ada jam pelajaran Bapak, tapi jangan berisik nanti mengganggu kelas yang lain," jelas Pak Hikmal. "Baik Pak," jawab anak-anak serempak.

__ADS_1


...# # #...


Sore hari jam 5 sore...


Santi terlihat turun dari angkot, yah dia baru pulang dari sekolah. Tapi dia turun di jalan menuju rumahnya. Santi turun di depan rumah Nurul. Ya dia mau ngasih kaset nasyidnya, karena kemarin kan udah janji mau minjemin ke Nurul.


"Assalamu'alaikum...Nur..!" seru Santi di depan pintu rumah Nurul. "Waalaikumussalam..!" terdengar suara dari dalam rumah. Muncullah Ibunya Nurul. "Eh ada Santi, ayo masuk! Nur ada di kamarnya tuh, langsung masuk aja ke kamar gih," tutur Bu Nensih. "Iya Bu, makasih, Santi langsung ke kamar ya Bu," saut Santi. Bu Nensih langsung mengangguk.


Bu Nensih lalu pergi ke arah dapur, dan Santi tentunya pergi ke kamarnya Nurul. "Tok...tok..tok..Nur.." panggil Santi. "Iya Mah masuk aja ke dalam, gak di kunci kok," saut Nurul dari dalam kamar. Nurul sangka yang mengetuk pintu adalah Ibunya. "Duh serius amat ya lagi ngerjain apa sih," ucap Santi. "Eh kirain aku Mamahku hehee, taunya kamu San," saut Nurul setelah melihat siapa yang datang.


"Lagi ngerjain apa sih, serius amat?" tanya Santi. "Ini ada PR ekonomi, hehee tapi udah mau selesai kok, bentar ya," jawab Nurul lalu kembali mengerjakan PR nya. "Iya..." Santi menjawab singkat. Sambil menunggu Nurul ngerjain PR, Santi membaca majalah yang ada di meja belajarnya Nurul.


Setelah beberapa menit, akhirnya Nurul pun selesai dengan PR nya. Nurul langsung mendekat ke arah Santi. "Gimana nih kasetnya, kamu udah dengerin belum?" todong Nurul. "Ya salam Nur, tanya dulu kek kabarnya gimana, terus nanya kegiatan aku apaan, nih malah yang ditanya kaset," saut Santi tepok jidat. "Abisnya kamu lama banget gak ke sini, aku nungguin tau," ucap Nurul nyengir. "Yaelah baru juga seminggu, lama dari mana Nur, sebulan tuh baru lama," protes Santi.

__ADS_1


"Ya udah mana kasetnya, lagian nih ya dari kemarin tuh ada yang bawel di sekolah, nanyain kaset kamu juga," sungut Nurul. "Jaswari.." tebak Santi. Nurul mengangguk cepat. "Kamu janjiin mau minjemin juga ya sama Jaswari," kepo Nurul. "Iya Nur, aku bilang nanti boleh minjem tapi abis kamu," jawab Santi. "Pantesan aja tuh bocah bawel banget, aku ampe bosen dengernya San," keluh Nurul geleng-geleng.


bersambung.....


__ADS_2