
Beberapa hari kemudian....
Hari ini Bu Eka pagi-pagi udah menyiapkan sarapan dan bekal buat Santi. Sedangkan Santi masih di kamar sedang menyiapkan peralatan sekolah nya. Ya hari ini Santi udah bisa ke sekolah, karena sudah merasa baikan. Santi keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan. "Ayo San, sarapan dulu, dan ini kotak makan kamu jangan lupa kamu masukan ke dalam tas," tutur Bu Eka. "Iya Mah, makasih nanti aku simpan di tas aku," saut Santi.
Santi sarapan dengan tenang sampai habis. Dia gak mau kembali sakit seperti kemarin lagi. Itu sungguh sangat tidak enak rasanya. Setelah beberapa menit, Santi pun telah menyelesaikan sarapannya. Lalu Santi mengambil tasnya di dalam kamar, dan kembali lagi ke meja makan untuk memasukkan bekalnya.
"Ah selesai juga semuanya," ucap Santi setelah semuanya masuk ke dalam tasnya. Berbarengan dengan itu, Awan pun muncul dan duduk di meja makan untuk sarapan. "Dek, kamu memang udah enakan, kok hari ini udah masuk sekolah?" tanya Awan khawatir. "Udah Aa, tenang aja aku udah sembuh kok, lagian kalau gak masuk sampe seminggu, aku pasti ketinggalan banyak pelajaran Aa," terang Santi. "Kamu tuh ya, itu kan bisa minjem catatan temanmu dek, kemarin kan surat ijin dari dokter nya seminggu loh lumayan buat istirahat," saut Awan masih bujuk Santi jangan masuk sekolah dulu.
"Beneran Aa, aku udah sembuh, lagian Mamah udah nyiapin bekel buat dibawa ke sekolah, baru saja aku masukin ke tas," tutur Santi. "Udah Wan gak apa-apa, biar adekmu masuk sekolah, Ibu yang ngizinin, semalem udah bilang sama Ibu," Bu Eka nimpalin menghampiri Santi dan Awan. "Ya udah kalau gitu, tapi ingat jangan ikutan ekskul dulu, selesai belajar langsung pulang jangan mampir kemana-mana," Awan akhirnya mengizinkan dengan sedikit ancaman. "Ya siap Aaa, nanti pulang sekolah gak mampir-mampir dan gak ikut ekskul dulu ya," jawab Santi pasrah. dan memasang senyum termanis kepada Awan Kakaknya.
"Bagus itu baru adek kakak yang cantik dan baik," saut Awan ngucek-ngucek kerudung Santi. "Iiih Aa kerudung adek jadi berantakan nih," protes Santi cemberut. Bu Eka dan Awan tertawa melihat Santi cemberut. Awan senang adeknya udah sembuh dan bisa bercanda seperti ini lagi.
__ADS_1
...# # #...
Bel masuk berbunyi, Santi yang sedang ngobrol sama temannya di depan kelas pun masuk ke dalam kelas. Pelajaran pertama kebetulan pelajaran Biologi Bu Rumiati. Bu Rumiati pun masuk ke kelas Santi, dan mulai mengabsen siswa Kelas 2 satu persatu. "Alhamdulillah pertemuan hari ini hadir semuanya yah, karena kebetulan hari ini Ibu mau bagikan soal ulangan," tutur Bu Rumiati sambil membuka amplop coklat berisi soal ulangan yang udah disiapkan. "Yah Bu kok gak di kasih tau kalau mau ulangan hari ini," protes beberapa siswa. "Sengaja, Ibu ingin tau kemampuan kalian dalam memahami bab materi ini sampe mana," jelas Bu Rumiati.
Para siswa kelas 2 hanya bisa pasrah dan mengerjakan soal yang diberikan oleh Bu Rumiati. Termasuk Santi, dia pasrah kalau hasil ulangan hari ini bisa atau tidak. Tapi sebenarnya Santi udah tau kalau hari ini ada ulangan. Karena waktu sebelum sakit, Santi ketemu Bu Rumiati di ruang rohis. Dan beliau bilang sama kami yang ada di ruang rohis kalau nanti di pertemuan akhir bab ke satu ada kejutan. Dan Santi tau yang di maksud kejutan itu apa.
Setelah semua soal dibagikan, siswa kelas 2 termasuk Santi pun langsung mengerjakan soal ulangan tersebut. "Untung aku masih ingat perkataan Bu Rumiati waktu itu, jadi semalem aku udah membaca dan belajar bab ini," batin Santi. "Mudah-mudahan saja soal-soal yang keluar yang aku pelajarin semalem," doa Santi dalam hati.
Setelah tiga perempat jam, waktu ulangan pun udah habis. Bu Rumiati menyuruh ketua kelas untuk mengumpulkan jawaban ulangannya. "Ayo anak-anak waktu ulangan udah habis, kumpulkan lembar jawaban kalian!" perintah Bu Rumiati. "Yaaah Bu... belum selesai Bu....bentar lagi Bu...." begitulah jawaban yang terdengar di kelas. Ketua kelas menghampiri tempat duduk Santi dan Lisna. "Udah selesai San?" tanya Lisna. "Udah Lis.." jawab Santi mengangguk sambil menyerahkan lembar jawaban soalnya ke ketua kelas.
"Aah akhirnya selesai juga, aku gak tau deh nanti hasilnya bagaimana," keluh Lisna. "Jangan pesimis gitu dong, yang lain juga kan sama gak belajar hihii," saut Santi menghibur Lisna. "Iya sih, mudah-mudahan aja nanti nilainya bagus," ucap Lisna menghibur diri. "Lagian tadi juga soalnya gak ada yang aneh-aneh deh, udah pernah dijelasin sama Bu Rumiati," tutur Santi. "Iya juga sih, tapi tetep tadi ada beberapa yang aku lupa," ucap Lisna nyengir. "Wajarlah kalau satu dua ada yang lupa mah," jawab Santi.
__ADS_1
"Baik anak-anak, ulangan hari ini akan Ibu bagikan hasilnya Minggu depan, sekarang kita buka Bab ke dua, soalnya masih ada waktu buat pelajaran Ibu," tutur Bu Rumiati. "Baik Bu...!!" jawab para siswa kompak.
...# # #...
Santi sekarang sedang ada di mesjid, bertemu dengan teman-teman rohisnya. Yah ini udah jam istirahat, Santi memang udah janjian sama Widi dan yang lainnya untuk ketemu di mesjid pas istirahat. Kebetulan tadi pagi sebelum masuk Santi ketemu dengan Lase di pintu gerbang sekolah.
"Gimana San, udah sembuh? kata Lisna katanya kamu sakit?" tanya Widi. "Alhamdulillah Wid udah sembuh, tadinya mau seminggu ijin sakitnya, tapi aku udah bete banget di rumah udah biasa sekolah, di rumah cuma duduk doang gak boleh ngapa-ngapain sama Mamah aku," keluh Santi. "Ya namanya juga orang Sakit San, ya disuruh istirahat lah," saut Lase. "Ouh ya kamu ketemu Lisna dimana Wid?" tanya Santi. "Bukan ketemu San, tapi aku sama Widi kemarin ke kelas kamu," jawab Lase. "Oouh gitu..." saut Santi manggut-manggut.
"Memang kamu sakit apaan San?" tanya Widi. "Maag aku kambuh Wid," saut Santi nyengir. "Kamu tuh ya, pasti makannya suka telat-telat deh," tebak Widi. "Hehee iya Wid, abis kadang aku suka lupa, padahal aku juga kadang suka bawa bekel," saut Santi nyengir. "Sekarang jangan telat-telat lagi makannya San," ucap Lase nimpalin. "Ya harus sayang sama badan kita San," saut Widi. "Ya makasih Wid, Las udah ngingetin, insya Allah ke depannya aku lebih jaga kesehatan," tutur Santi.
"Ouh ya besok jadwal kita ngaji rutin ya San, seperti biasa di mesjid Cikirey ya abis pulang sekolah," tutur Lase. "Iya Las, aku pasti datang," jawab Santi. "Yang lain gak ke sini ya?" tanya Santi yang dari tadi nunggu teman yang lain datang. "Kayaknya gitu deh, tadi Inggit sama Cici gak jadi ke sini lagi ada rapat kelas katanya. Terus kalau kakel memang gak tau kalau kita pada janjian di mesjid hari ini," tutur Widi. "Ouh kirain aku hari ini memang jadwal rohis," saut Santi sambil manggut-manggut. "Bukan San, ini kita-kita aja inisiatif karena kangen sama kamu," ucap Lase.
__ADS_1
Lalu mereka lanjut tilawah Qur'an bergantian, dan yang gak baca, nyimak takut ada bacaan yang salah atau terlewatkan. Setelah beberapa lama, "Udah yuk, kita ke kelas aja, bentar lagi pasti bel masuk deh," celetuk Widi. "Ya udah hayu, biar gak keburu-buru jalannya ke kelas," ajak Lase. Santi mengangguk setuju.
bersambung.....