Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
110. Menghadapi dengan senyum dan Sabar


__ADS_3

Santi meletakkan hp nya diatas meja, Santi melanjutkan menonton tv nya bersama Hidayat suaminya. Hp Santi berbunyi lagi, triing...pesan masuk. Ternyata dari Jaswari dan ada dari grup pengajian juga. Santi pun membalas pesan.


\======================================


“San, masih disitu..” tanya Jaswari.


“Iya Jas, masih kenapa gitu?” Santi balik nanya.


“Gak, kok bisa chatingan jam segini? tanya Jaswari penasaran.


“Siapa aku bukan?” balas Santi.


“Iya kamu San,” ujar Jaswari.


“Aku lagi nyantai kok, lagi nonton tv Pak Guru,” kata Santi sambil tersenyum ngeledek Jaswari.


“Suami memang kemana San?” tanya Jaswari.


“Ada Jas, lagi nonton tv juga bareng aku.” Balas Santi.


“Ouh, memang gak marah kamu main hp?” Jaswari kembali ngirim chat.


“Gak kok, kan tugas rumah udah selesai semua, anak-anak juga lagi pada main kok,” jelas Santi.


"Memang anak kamu paling gede umur berapa San?” ucap Jaswari di chatnya.


“Anakku yang paling gede cewek, umurnya 13 tahun kelas 2 SMP Jas, terus yang kedua cewek juga umur 11 tahun dan yang ketiga cowok umurnya 6 tahun.” Jelas Santi panjang lebar ke Jaswari.


“Wah rame dong ya rumah,” ujar Jaswari.


“Rame udah pasti Jas, kalau kamu sendiri udah punya anak berapa?” Santi balik nanya ke Jaswari.

__ADS_1


“Baru satu San, cewek umurnya 5 tahun,” balas Jaswari.


“Ouh berarti gak jauh beda  sama anakku yang terakhir yah,” jawab Santi.


“Semoga kita semua selalu diberi sehat selalu ya Jas, mudah-mudahan suatu saat kita bisa silaturahmi ama teman-teman yang lain juga,” tutur Santi dibalasan chatnya.


“Aamiin San..” balas Jaswari.


“Jas, udah dulu ya, aku mau nemenin Shiddiq tidur soalnya dia minta ditemenin, lain waktu kita sambung lagi ya,” chat dikirim Santi.


“Ya San, silahkan. Aku juga mau istirahat juga, Assalamualaikum” jawab Jaswari.


“Waalaikumussalam” balas Santi


dan chat pun diakhiri.


\=========================================


# # #


Ternyata Jaswari udah punya anak 1 cewek, umurnya tidak jauh beda dengan anak Santi yang bungsu 6 tahun. Dan Jaswari bercerita bahwa istrinya  lagi sakit. Santi ikut sedih atas yang terjadi terhadap temannya itu. Santi hanya bisa mendokan supaya semua penyakit Istrinya Jawari diangkat oleh Allah dan sembuh seperti sedia kala. Bagaimanapun Jaswari adalah sahabatnya, dan Santi tidak suka jika melihat dari salah satu sahabatnya itu bersedih.


Jaswari dengan sabar merawat istrinya yang sudah rutin cuci darah ke Rumah Sakit. Tidak ada kata lelah buat Jaswari, yang ada hanya keinginan dan yakin suatu hari istrinya akan kembali sembuh. “Ya Allah, doaku sederhana semoga keluargaku senantiasa diberi kesehatan dan juga istiqomah dalam ajaran-Mu....Aamiin” doa Jaswari selesai sholat.


Disela-sela kesibukan mengajar dan mengurus istrinya yang sakit, Jaswari masih suka ngechat Santi dan temannya. Jawari kadang suka bercerita tentang kegiatan kesehariannya tanpa merasa sungkan kepada Santi. Jaswari juga selalu cerita tentang kondisi istrinya yang masih sakit. Santi selalu menjadi penyimak yang baik dan memberi semangat kepada Jaswari atas apa yang terjadi kepada istrinya. Dan berdoa supaya semuanya akan membaik.


Tidak mudah memang mengurus orang sakit, tapi Jaswari begitu sabar mengurus istrinya. Di hati Jaswari berharap keajaiban akan hadir, sehingga suatu hari nanti dia dan istrinya bisa kembali bersama mengurus anak mereka yang masih berusia 6 tahun. Semenjak istrinya Jaswari sakit, mau gak mau Jaswari mengurus pekerjaan rumah sendiri. Kadang di suatu titik Jaswari kewalahan sendiri karena kewajiban mengajar di sekolah juga penting. Tapi dengan sabar dan ikhlas semuanya dijalanin Jaswari dengan baik.


Dan hari ini jadwal Jaswari ke Rumah Sakit Bunut, untuk menemani istrinya kontrol. Dia menyiapkan segala sesuatu yang perlu dibawa ke RS. Setelah satu setengah jam, akhirnya Jaswari sampai di RS. Dan langsung menuju ke poli penyakit dalam untuk bertemu dengan dokter. Setelah beberapa saat akhirnya nama Erni, istrinya Jaswari di panggil oleh suster. Dan Jaswari beserta Erni pun dibawa ke ruangan pasien khusus untuk cuci darah. Ya karena hari ini jadwalnya Erni untuk cuci darah. Suster udah menyiapkan alat yang akan dipakai Erni untuk cuci darah. Setelah beberapa saat, alat itu pun udah terpasang di tubuh Erni.


Proses satu kali cuci darah, cukup lumayan lama. Jaswari dengan sabar dan setia menemani Erni istrinya. Tak terasa hari udah sore, tadi mereka berdua berangkat siang. “Er, aku mau ke mushola dulu ya mau sholat, soalnya ini udah ashar, aku belum sholat,” pamit Jaswari ke istrinya. “Iya Aa, gak usah khawatir, di sini aku ditemani suster jaga kok,” tutur Erni menenangkan Jaswari yang terlihat khawatir. “Oke, nanti kalau ada apa-apa kasih tau aku yaa, gak lama kok ke musholanya,” saut Jaswari. Setelah pamit Jaswari pun langsung menuju mushola rumah sakit.

__ADS_1


Sesampainya di mushola, Jaswari pun langsung sholat karena dia udah wudhu di kamar pasien tadi. Jaswari sangat menikmati sholatnya, terlihat sangat khusyuk dan tenang. Setelah sholat dan berdoa, dia gak langsung ke kamar pasien menemui istrinya. Sejenak Jaswari merebahkan badannya di teras mushola, biar rasa khawatir dan lelahnya berkurang. Ketika istirahat dia teringat Santi temannya, lalu Jaswari pun mengirim chat ke Santi karena dari kemarin mau menanyakan suatu hal selalu lupa. Jaswari mau bertanya apakah Santi jadi pulang ke Sukabumi nanti pas Idul Adha.


\====================================


“Assalamualaikum San...” pesan dikirim oleh Jaswari.


“Waalaikumussalam Jas, ada apa?” Santi balas chat nya Jaswari.


“Gak ada apa-apa San, Cuma mau nanya idul adha pulang gak?” tanya Jaswari di chatnya.


“Insya Allah kalau gak ada halangan aku lebaran di Sukabumi,” balas Santi.


“Kenapa memangnya Jas?” Santi kirim pesan lagi ke Jaswari.


“Ah gak apa-apa, nanya saja siapa tau nanti kita bisa janjian ketemu,” ujar Jaswari di chat an nya.


“Ouh iya Jas, mudah-mudahan saja ya,” Santi membalas dan mengiyakan.


“Soalnya Di Parungkuda juga nanti pas Idul Adha mau pada Qurban, jadi kayaknya kesana tapi hari apa pastinya belum tau dan gak tau mau berapa hari,” jelas Santi lagi di chat nya ke Jaswari.


“Oke, nanti kalau berangkat kasih tau ya,” Jaswari chat lagi.


“Siap Jas, nanti aku kasih kabar,” balas Santi


dan chat pun berakhir.


\====================================


Setelah mengakhiri chat nya dengan Santi, Jaswari pun bergegas menuju ke kamar pasien. Dia mau menemani kembali Erni yang sedang melakukan cuci darah. Sesampainya di kamar, ternyata Erni sedang memejamkan matanya. Jaswari pun masuk perlahan takut mengganggu istrinya. Karena pas masuk ke sana, suster sedang ada di sana, Jaswari pun bertanya. “Sus, bagaimana apakah ada kendala pas tadi melakukan tidakan kepada istri saya?” tanya Jaswari. “Alhamdulillah Pak tidak ada, sampai sekarang prosesnya lancar.” tutur suster jaga. “Dan sebentar lagi juga selesai pak, kalau mau menunggu di sini silahkan Pak,” jelas suster jaganya kepada Jaswari.


Setelah mendapat ijin dari suster jaga, Jaswari pun menunggu istrinya di kamar pasien. Dan gak lama  Erni pun terbangun, membuka matanya. Sebenarnya Erni gak tidur, dia hanya pura-pura tidur. Dia gak mau melihat Jaswari khawatir ketika dia sedang melakukan cuci darah. Karena memang rasanya tidak enak dan tidak nyaman, rasanya sakit. “Aa udah balik dari mushola ya, maaf aku gak tau tadi aku ketiduran,” tutur Erni setelah membuka matanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2