
"Iya nih, tadi Nurul juga bilang kangen kamu, udah lama gak main katanya," saut Susan. "Cuma Nurul nih yang dikangenin, ke yang lain gak!" celetuk Uus yang jailnya keluar. "Hehee, iya Us sama yang lain juga kangen dong," jawab Santi yang belum sadar kemana arah bicara Uus. "Tuh Jas, katanya Santi juga kangen sama kamu," saut Uus yang berhasil dengan pertanyaan jebakannya.
Jaswari yang juga baru sadar kalau Uus sedang ngeledek dia dan Santi, reflek memukul bahunya Uus. Dan Santi tentu saja sangat malu dan merasa gak enak kalau teman-temannya tahu kalau telah terjadi sesuatu antara dia dan Jaswari. Untuk menetralisir itu Santi mengambil botol minumnya di dalam tas.
"Kamu tuh ya Us, seneng banget sih godain Jaswari sama Santi, liat tuh kasian Santi," ucap Nurul yang peka liat Santi gak nyaman. "Tau nih, heran aku dari kemarin usil terus kerjaannya," sindir Jaswari. "Udah San, gak usah didengerin bocah ini mah," ucap Jaswari lagi sambil menepuk bahunya Uus. "Cie...cie...ada yang peduli niyee," lagi-lagi Uus ngeledek Jaswari.
Santi hanya pasrah, sambil mengkondisikan jantungnya yang dari tadi aktif terus, hihihi. "Yang aku pikirkan akhirnya terjadi juga hari ini, hadeuuh rasanya ingin cepat ngilang aja, malu aku," batin Santi. Lagi asyik ngobrol, terdengar suara adzan. Betapa senangnya Santi, akhirnya bisa juga dapat alasan untuk pergi dari sini. "Nur, udah adzan kayaknya aku pulang dulu ya, udah sore nih," pamit Santi. "Ya udah bareng aja San, aku juga mau pulang sekarang," saut Nurul.
"Yaah kok pulang sih Nur, ucap Susan. Santi yang melihat itu langsung peka. "Gak apa-apa Nur, aku pulang sendiri aja, nanti aku janji abis Maghrib ke rumahmu kok," tutur Santi. "Ya udah deh kalau gitu, aku gak jadi pulang sekarang," ucap Nurul. "Semuanya aku pamit pulang duluan ya, Assalamu'alaikum..." ucap Santi. "Waalaikumussalam San, hati-hati dijalan yah," jawab Nurul dan Susan. Santi pun mengangguk.
Santi pun keluar diikuti Jaswari, yang ada di situ kontan heran melihat Jaswari berdiri. "Kamu mau kemana Jas?" tanya Rifa. "Mau nganter Santi lah ke depan," jawab Jaswari santai. Jaswari pun menyusul Santi yang udah di luar rumah Rifa. "Liat tuh kelakuan Jaswari kayak sama pacar aja ngikutin Santi," celetuk Susan. "Iya aneh banget ngeliat Jaswari kayak gitu, biasanya juga kan dia malu-malu kalau ada Santi, eh ini malah sebaliknya," saut Rifa.
"Biarin aja Sus, Rif, baguskan kalau Jaswari seperti itu, kali aja Santi luluh dan mereka pacaran," saut Sugeng. "Memangnya Jaswari udah bilang suka sama Santi, kok kamu barusan bilang luluh," selidik Nurul. "Duuh kenapa nih mulut keceplosan sih," batin Sugeng. "Maksud Sugeng, mungkin kalau Jaswari bersikap berani seperti yang kita liat barusan, ada kemungkinan Santi nerima dan mau jadi pacarnya Jaswari," tutur Uus membantu Sugeng biar temannya gak curiga.
__ADS_1
Santi udah di luar rumah Rifa, sedang memakai sepatu, kaget ketika Jaswari udah ada di sampingnya. "Loh kok kamu di sini sih Jas?" tanya Santi heran. "Kenapa, gak boleh?" Jaswari malah balik bertanya. "Huuuh bukan begitu Jas, kamu ngapain nyusul aku ke sini, memang kamu mau pulang juga," akhirnya Santi berusaha mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. "Gak San, aku mau nganter kamu sampe jalan aja kok," jawab Jaswari santai.
Santi mau menolak keinginan Jaswari pun gak tega. Akhirnya Santi pasrah dengan kemauan Jaswari yang mau ngenterin sampe jalan raya. "Ayo, udah selesai pakai sepatunya?" tanya Jaswari. Santi hanya mengangguk, lalu Jaswari mengambil tangan Santi. Diperlakukan seperti itu, Santi hanya bisa pasrah gak bisa protes sama sekali.
"Kamu gak marah kan Jas sama aku?" tanya Santi sambil melihat ke arah Jaswari. "Marah kenapa?" Jaswari balik bertanya. "Itu kejadian kemarin di rumahku," jawab Santi. Jaswari lalu berhenti dan menarik nafas. "Aku gak marah San, aku menerima dengan ikhlas apa yang kamu putuskan kemarin, udah ya jangan berpikir kalau aku marah sama kamu," tutur Jaswari yang terus memegang tangan Santi. Lalu mereka pun lanjut berjalan lagi menuju ke jalan raya.
"Jas, tangan aku," ucap Santi. "Jangan protes, aku hanya memegang tanganmu, biarkan seperti ini dulu, aku lagi kangen sama kamu San," saut Jaswari tanpa melihat Santi, dan mengabaikan permintaan Santi.
Di rumah Rifa...
Mereka mengikuti Jaswari dan Santi dari belakang. Untung Jaswari dan Santi gak nyadar kalau mereka berdua diikuti oleh teman-temannya. "Tuh liat tuh, Jaswari pegang-pegang tangan Santi," kepo Uus. "Waah, gak bener nih bocah, semakin hari dia semakin berani aja nih, gak nyangka aku," saut Sugeng geleng-geleng kepala. Nurul yang melihat adegan itu kaget gak percaya.
Mereka semakin kaget ketika mendengar omongan Jaswari kalau dia lagi kangen sama Santi. "Geng, kamu tau sesuatu kenapa ini bisa terjadi?" selidik Nurul. Sugeng cuma mengangkat bahunya, dia gak mau melanggar janjinya sama Jaswari untuk merahasiakan kejadian di rumah Santi tempo lalu.
__ADS_1
"Atau kamu Us, kali aja kamu tau sesuatu?" tanya Nurul yang masih dalam keadaan kepo. "Aku gak tau Nur, aku juga kaget, sueeer deh," ucap Uus mengeluarkan jurus lebatnya, wkwkwk.
Kembali ke Jaswari dan Santi...
"Kamu belum cerita soal ini ke Nurul, San," ucap Jaswari. Santi menghela nafas. "Belum Jas, aku belum ada waktu, kamu juga kenapa gak cerita ke Nurul, aku kira kamu udah cerita sama Nurul," saut Santi. Jaswari menggelengkan kepalanya. "Kenapa gak cerita?" tanya Santi lagi. "Tadinya aku pikir kamu yang akan cerita ke Nurul, jadi aku hanya cerita hal ini ke Sugeng dan Uus aja," tutur Jaswari.
"Jadi mereka berdua udah tau?" ucap Santi. "Iya San, terus kapan kamu mau cerita ke Nurul," saut Jaswari. "Rencananya sih malam ini aku mau cerita, tadi siang aku udah cerita tentang kita sama Tila, kamu gak apa-apa kan kalau aku ceritain ke Tila," tutur Santi.
"Gak apa-apa San," jawab Jaswari. Tangan Santi yang dari tadi dipegang sama Jaswari, ditarik ke atas dada sama Jaswari. "Jas, tangan aku jangan ditarik dong," protes Santi. "Aku bilang jangan protes San, aku hanya ingin seperti ini dulu sebentar aja San," saut Jaswari. "Kamu kenapa sih Jas, abis kejadian kemarin kok kamu jadi begini, kamu pegang tangan aku udah dari tadi loh," tutur Santi. "Kenapa, kamu gak suka kalau tangan kamu aku pegang?" saut Jaswari ketus.
"Bukan begitu Jaas, kamu jangan marah dong. Apa kamu tau dari tadi jantungku tuh dag dig dug terus, hadeuh kenapa sih kamu gak peka Jas," akhirnya Santi bisa juga ngutarain kekesalannya. "Bukan hanya jantungmu yang seperti itu San, nih kamu bisa merasakannya kan!" saut Jaswari yang menaruh tangan Santi tepat di jantungnya. Santi dapat merasakan detak jantung Jaswari sama persis seperti jantungnya yang berdetak kencang.
"Maaf Jas, aku hanya belum terbiasa dengan semua ini, jujur aku kaget dengan kejadian kemarin sampe detik ini," ucap Santi menunduk. Jaswari menurunkan dan melepaskan tangan Santi, lalu memegang bahu Santi. "Aku tau San, aku juga masih kaget sama sepertimu, tapi kita harus terbiasa. Makanya mulai hari ini aku membiasakan dari hal kecil dulu seperti pegangan tangan," tutur Jaswari.
__ADS_1
Ketika Santi mau jawab omongan Jaswari, ketiga temannya, Nurul dan Sugeng sama Uus muncul tiba-tiba. Sontak Santi kaget tapi tidak dengan Jaswari.
bersambung.....