
Seminggu berlalu.....
Ulangan Catur Wulan udah selesai seminggu yang lalu, Santi bisa sedikit lega dan bisa istirahat dari aktifitas belajar sejenak. Pengennya hari Minggu ini Santi santai dan bermalas-malasan di rumah. Tapi karena hari ini ada acara di Cikirey, jadi pagi-pagi sekali Santi terlihat udah rapi-rapi, nyuci baju dan bersih-bersih rumah. Rencananya nanti jam 9 pagi Santi mau pergi kajian di Cikirey bersama teman-teman rohisnya. Supaya mamahnya gak marah dan memberi ijin untuk pergi ke Cikirey. Maka dari itu, Santi pagi-pagi udah ngerjain tugas rumah terlebih dulu.
Tadinya jadwal kajian itu hari Kamis, tapi karena murobinya ada halangan jadinya digeser ke hari Minggu. Buat Santi dan teman-temannya itu gak masalah, asala gak mengganggu waktu belajar. “Akhirnya selesai juga beres-beresnya, sekarang siap-siap berangkat, jam berapa nih sekarang?” Santi jalan ke arah jam dinding. Memastikan jam berapa sekarang, takutnya nanti telat sampe Cikirey. “Aahh alhamulillah baru jam 7, masih ada waktu, nanti aku berangkat jam setengah Delapan aja biar gak terlalu mepet dan gak keburu-buru,” pikir Santi.
Santi pun masuk ke dalam kamarnya untuk ganti baju, sambil nyiapin apa aja yang akan dibawa Santi ke Cikirey. Setelah beberapa saat, Santi selesai ganti baju, dan tas udah bertengger di belakang punggung Santi. “San, kamu mau berangkat sekarang?” tanya Bu Eka yang muncul dari arah dapur. “Bentar lagi Mah, mau makan dulu, laper nih, kan tadi abis beres-beres jadi harus di isi lagi biar ada tenaga, hehee,” jawab Santi nyelonong ke dapur. Bu Eka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.
# # #
__ADS_1
Santi udah ada di mesjid Cikirey, tempat dimana dia dan teman-temannya mau kajian bersama murobinya. Yang lainnya juga udah datang termasuk murobinya Mba Ami. “San, tadi kamu berangkat jam berapa dari rumah?” tanya Lase yang duduk bersebelahan. “Berangkat jam setengah delapan Las, tapi tadi gak langsung ke sini sih mampir ke toko buku dulu,” jawab Santi. “Enak kamu mah nyantai ke sininya, aku mah tadi hampir aja telat, soalnya macet di jalan, parah dah macetnya,” curhat Lase. “Hehee, ya mau gimana lagi Las, memang dimana-mana sama macet, makanya aku mah sekarang kalau berangkat dilebihin waktunya gak mepet,” ucap Santi. “Iya itu juga udah berangkat lebih awal tapi tetep aja tadi nyampe sini hampir telat,” kata Lase sedikit kesal.
Ketika Santi mau ngomong sesuatu ke Lase, Mba Ami udah manggil kami semua karena kajiannya akan segera dimulai. Kami semua pun mendekat ke arah Mba Ami dan duduk membentuk lingkaran, lalu mengeluarkan buku catatan dan buku materi. Setelah semuanya siap dengan buku catatan masing-masing, Mba Ami pun memulai kajiannya. Kajian minggu ini materi yang akan dibahas adalah tentang Kepribadian Islam.
“Assalamualaikum semuanya, gimana kabar kalian?” ucap Mba Ami. “Waalaikumussalam, baik Mba,” jawab semuanya. “Oke, minggu kemarin Mba udah kasih tau kalau kajian pada hari ini akan membahas tentang Kepribadian Islam,” Ucap Mba Ami dan berhenti sejenak untuk minum. “Seperti biasa, kalian semua mengutarakan dulu apa yang kalian pahami setelah membaca materi ini di rumah, nanti baru Mba akan menjelaskannya setelah kalian. Ayo siapa yang akan memaparkan materi kali ini?” todong Mba Ami.
“Saya aja Mba,” kata Lase dan Santi barengan. “Oke, kalian berdua silahkan secara bergantian jelasin materi Kepribadian Islam itu seperti apa, Lase dulu deh nanti setelahnya Santi melengkapi apa yang belum dijelaskan sama Lase,” tutur Mba Ami. “Baik Mba, Assalamualaikum Warahmatullah...” ucap Lase. “Waalaikumussalam warahmatullah..” jawab semuanya. “Baik saya akan mencoba menjelaskan apa itu kepribadian Islam. Tapi sebelumnya saya akan menjelaskan pengertian dari kepribadian itu sendiri,” tutur Lase. “Kepribadian adalah bla..bla..bla....” Lase menjelaskan semuanya dengan baik.
“Baik semuanya, apa yang tadi teman kalian sampaikan udah betul, Mba akan menambahkan sedikit lagi,” ucap Mba Ami. “Kepribadian Islam itu sendiri terdiri atas pola pikir dan pola tingkah laku. Supaya kita semua punya kepribadian Islam yang kuat maka kita perlu untuk lebih banyak belajar dan menambah ilmu pengetahuan kita tentang Islam. Dan bla...bla...bla...” tutur Mba Ami mengakhiri penjelasan materinya.
__ADS_1
”Pertemuan kali ini kita akhiri dengan doa, tutup majlis...’Subhaanakallohumma wa Bihamdika, asy-hadu alla ilaha illa anta, as-taghfiruka wa atuubu ilaik’...” doa Mba Ami. “Billahi fisabililhaq Wassalamualaikum warahmatullah...” ucap Mba Ami mengakhiri kajian hari ini. “Waalaikumussalm warahmatullah...” jawab semuanya. “Ya udah biar harinya gak ganti-ganti lagi, gimana kalau seterusnya jadwal kajian kita pindah ke hari Minggu aja, gak keberatankan?” tanya Mba Ami memastikan. “Iya Mba boleh kami semua setuju kok,” jawab Lase mewakili yang lain.
Setelah kajian selesai, mereka semuanya membubarkan diri dari mesjid, dan pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggal tersisa Santi dan Widi yang satu arah, yang lain udah gak ada karena pulangnya lain arah. “Wid, kamu udah ada pengumuman belum kapan pembagian raport di sekolah?” tanya Santi setelah keluar mesjid Cikirey. “Belum San, memang kenapa gitu,” saut Widi. “Gak kenapa-napa sih nanya aja,” kata Santi. “Ouh kirain aku ada apa,” ucap Widi. “Kamu pulang langsung ke rumah San, apa mau main dulu?” tanya Widi. “Aku mau pulang langsung aja Las, badan rasanya cape banget, pengen istirahat aja di rumah,” saut Santi. “Ouh ya udah bareng aja nanti naik angkotnya, aku juga gak mampir kemana-mana kok langsung pulang,” ujar Widi.
# # #
Santi udah sampai rumahnya, sekarang dia sedang makan di dapur. “Alhamdulillah Ya Allah masih bisa menikmati rejeki yang engkau berikan, terima kasih,” ucap Santi penuh syukur. “San, makannya udah belum?” tegur Bu Eka yang muncul tiba-tiba. “Ya Allah Mah, kaget aku....udah selesai mah, memang kenape mah,” saut Santi. “Gak San, Mamah mau minta tolong ama kamu buat nganter resep kue ke rumah bibimu,” tutur Bu Eka. “Ouh, ya sini aku anter sekalian aku juga mau mampir bentar ke rumah Nurul, bolehkan,” jawab Santi. “Ya boleh asal jangan kesorean pulangnya,” pinta Bu Eka.
Santi pun berangkat ke rumah bibinya jalan kaki, karena memang jarak antara rumahnya dengan rumah bibinya gak terlalu jauh. “Assalamualaikum Bi..” salam Santi sesampainya di depan rumah bibinya. “Waalaikumussalam, eh kamu San, masuk...ada apa?” tanya Bu Nolis. “Heheee iya bi, ini aku. Ini aku di suruh nganter resep kue ini,” jawab Santi sambil memberikan catatan yang diberikan mamahnya tadi. “Ouh iya, makasih, makan gih San, kamu udah makan belum?” ucap Bu Nolis. “Gak ah bi, aku udah makan barusan di rumah, aku mau main ke rumah Nurul aja ya Bi,” saut Santi nyengir. "Kamu ya, kalau ke sini pasti yang dituju rumah Nurul, ya udah hati-hati kalau mau ke sana," tutur Bu Nolis mengiyakan. "Hehe, Assalamu'alaikum Bi.." pamit Santi sambil nyengir. "Ya...Waalaikumussalam..." jawab Bu Nolis geleng-geleng liat tingkah Santi.
__ADS_1
bersambung.....