Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
97. Kala tu Di Matahari Store


__ADS_3

Disuatu siang menjelang sore...


Santi hari ini pulang kuliah berencana untuk ketemu Tila ditempat kerjanya. Mereka sudah janjian 2 hari yang lalu, jadi Santi langsung menuju ke halte bis. Karena pikirnya kalau naik Bis akan langsung turun di tempat kerja Tila tidak naik turun seperti kalau naik angkot. Setelah berapa lama akhirnya bis yang dinaikin Santi sudah sampai di depan gedung tempat kerja nya Tila. Tila pun setelah turun dari bis langsung nyebrang jalan menuju ke gedung di mana Tila bekerja. Santi pun tak lupa ngasih kabar bahwa dia sudah berada didepan gedung. Tak lama kemudian Tila muncul dari dalam gedung menghampiri Santi. Dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam gedung. Setelah mereka duduk diruangan Tila bekerja, Tila pun mengambil minum buat mereka berdua.


“La, kamu enak ya kuliah sambil kerja...kan nanti pas keluar kuliah dah ada pekerjaan” kata Santi. Iya San, tapinya cape....bagi waktunya lumayan susah San..” jawab Tila. “Aku juga ini kewalahan” ucap Tila lagi. “Ya yang sabar saja La, Insya Allah nanti ilmunya pasti berguna dikemudian hari” hibur Santi. Begitulah percakapan kedua sahabat dikala mereka bertemu.


# # #


Beberapa bulan udah berlalu Santi mengajar di TPA dan Kuliah di Insida, kegiatan baru Santi ini sangat dinikmati dan membuat hari-hari Santi terasa menyenangkan. Hari ini kebetulan Santi lagi libur kuliah jadi dia janjian ketemuan sama teman SMA nya yaitu Widi. Santi janjian sama Widi di pemberhentian angkot dekat rumahnya Widi, mereka berdua mau ke rumah temannya Widi di Bhayangkara, namanya Yanti. Widi ke rumah Yanti karena mau mencatat materi kuliah yang tertinggal ketika tidak masuk kuliah waktu itu. Widi ini termasuk aktifis juga, dia selalu ikut kalau ada seminar ataupun demo. Dan dia tidak masuk kuliah, karena waktu itu dia ikut demo ke jakarta tentang penyerangan AS ke Afganistan.


Akhirnya mereka berdua sampai juga di rumahnya Yanti. Mereka berdua dipersilahkan masuk oleh Yanti, setelah ucapan salam yang terdengar oleh sang tuan rumah. Dan mereka bertiga pun langsung ke kamarnya Yanti. Di sana

__ADS_1


mereka ngobrol sambil melepas kangen. Tak lupa Widi meminta catatan yang ingin dia salin ke Yanti. “Yan, mana catatannya yang kemarin, mau aku catat sekarang nih biar cepat selesai,” ucap Widi. “Ouh iya bentar aku ambil dulu,” jawab Yanti, dia pun mengambil buku catatannya di dalam tas dan memberikan nya ke Widi. “Nih Wid


bukunya, materinya cukup lumayan banyak kemarin, tapi coba kamu rangkum lagi saja deh agar kamu gak cape nyatetnya” tutur Yanti.


“Oke Yan siap, tau saja kamu kalau catatannya bakal aku rangkum lagi, hehehee..” jawab Widi. Ya iyalah, kan kemarin kamu bilang abis nyatetnya selesai kita mau jalan-jalan, kalau gak dirangkum lagi mana keburu kita jalan-jalannya” timpal Yanti. “Ouh iya aku lupa kalau dah bilang sama kamu hihihiii...” Widi terkekeh geli. “Wid, gimana kemarin acara demonya lancar gak?” tanya Santi. “Alhamdulillah lancar San, acaranya begitu penuh ghiroh dan semangat” jelas Widi. “Kamu sih San, gak ikut kemarin, coba kalau ikut pasti kita berdua bisa demo bareng-bareng” ucap Widi lagi. “Iya Wid, aku gak bisa ikut soalnya gak di ijinkan sama bapakku, tau sendiri kamu Wid, aku kan tidak di ijinkan aktif di HT..!” ucap Santi sedih. “Ya mudah-mudahan lain kali kamu bisa ikut ya San..” Widi menghibur Santi. “Ya Wid, mudah-mudahan saja orang tuaku juga mengerti dengan kegiatanku ini,” ucap Santi.


# # #


Perasaan Santi saat ini campur aduk ketika melihat Jaswari, karena Santi sendiri sudah lama tidak bertemu dengan Jaswari. Terakhir ketemu Jaswari kalau tak salah waktu Santi main ke rumah tantenya Tila, ya waktu itu Santi dan Jaswari ketemu di sekolah Tsanawiyah. “Ya Allah....aku melihatnya lagi setelah sekian lama tidak bertemu..” ucap Santi dalam hati. “Tapi kok ada yang ganjil Ya Allah dari dia, kenapa Jaswari kau lakukan itu..” lirih Santi sedih. Santi melihat Jaswari sedang merokok, sedangkan Santi tahu selama ini Jaswari itu tidak seperti yang Santi lihat di depan matanya sekarang.


Mata Santi terus memandang ke satu arah, disatu sisi dia senang, di sisi lain dia kecewa, di sisi lain juga dia terkejut, campur aduk. Widi yang dari tadi berjalan di samping Santi baru sadar kalau temannya itu tidak baik-baik saja. Santi terlihat gemetar. “San, kamu kenapa..?” tanya Widi khawatir. Melihat Santi tidak ada reaksinya diam saja, Widi tambah khawatir. Santi yang diajak bicara sama Widi, tiba-tiba membalikkan muka ke arah Widi menghindar takut Jaswari melihat dia. “Hey....kamu kenapa San..!” tanya Widi lagi. “Eehh itu Widi, aku melihat teman tsanawiyah aku, Jaswari, kamu ingatkan aku pernah cerita sama kamu tentang Jaswari..” jawab Santi sambil sedikit gemetar.

__ADS_1


“Ouh iya aku ingat...wiih seneng dong bisa ketemu lagi...tapi kok kenapa muka kamu kayak kecewa gitu..ada apa sih..?” tanya Widi penasaran. “Coba kamu liat kearah seberang sana, ada tiga orang cowok, nah ada yang merokok satu orang, itu adalah Jaswari..” Santi menjelaskan masih gemetar. Melihat temannya masih gemetar, Widi menenangkan Santi yang masih kaget melihat teman tsanawiyah nya itu. Setelah beberapa saat akhirnya Santi bisa tenang dan melanjutkan melihat-lihat di Matahari Store. Setelah Santi bisa tenang, dia mencari-cari Jaswari di tempat tadi dia melihat tapi tak ada. “Mungkin dia sudah pergi...” ucap Santi dalam hati.


“Maafkan aku tadi ya Wid...tadi aku benar-benar kaget liat Jaswari..!” ucap Santi setelah merasa tenang. “Ya San..gak apa-apa aku maklum kok...kita husnodzon saja sama Jaswari mungkin ada sesuatu hal yang membuat dia seperti itu” hibur Widi. “Ya Wid...aku juga berpikir sama seperti itu, mudah-mudahan saja dia baik-baik saja ya..!” jawab Santi.


Setelah mereka bertiga cukup puas melihat-lihat, mereka memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kali ini, soalnya hari sudah sore sebentar lagi sudah waktu ashar, dan mereka pun keluar. Tapi setelah keluar ternyata di luar hujan deras, dan hanya Widi yang bawa payung. Jadinya kami sedikit berdebat siapa yang akan menggunakan payung nya Widi. Tapi akhirnya Widi dan Santi harus melepas Yanti pulang tanpa payung. Widi dan Santi pun pulang bersama-sama karena arah rumah mereka berdua sama.


# # #


Di sisi lain....


Jaswari dan teman-teman kuliahnya terlihat di dekat eskalator tempat Santi dan temannya berada. Jaswari gak menyadari kalau dari tadi ada yang memperhatikan dia, ya siapa lagi kalau Santi yang melihat dari kejauhan. Karena Jaswari sedang asyik ngobrol dengan teman-temannya jadi dia tidak memperhatikan sekelilingnya. Semenjak masuk bangku kuliah Jaswari punya kebiasaan baru yaitu merokok. Sebenarnya Jaswari gak suka dengan aktifitas yang satu ini, tapi karena dia tida bisa melupakan Santi dan setelah pertemuan terakhir Jaswari gak punya keberanian bertemu dan main ke rumah Santi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2