
Gak lama kemudian suara adzan Maghrib terdengar, mereka semua pun tersadar bahwa hari udah mulai gelap. "Eh udah Maghrib aja ya," celetuk Santi. "Ya udah Nur, aku sholat Maghrib di sini aja deh Nur, nanti baru pulang" ucap Santi lagi. "Ya udah kamu wudhu dulu gih San," titah Nurul. "Kalian bertiga sholat di surau aja ya," ucap Nurul lagi. "Siap Nurul cantik," saut Santi nyengir langsung kabur ke dalam rumahnya Nurul.
Nurul dan yang lainnya mendengar omongan Santi yang entah memuji atau ngeledek, cuma bisa geleng-geleng kepala. "Ya udah kami bertiga ke surau dulu ya Nur," ucap Jaswari. "Ya Jas, ya udah aku mau nyusul Santi, mau wudhu juga," jawab Nurul sambil masuk ke dalam rumahnya.
Ketika Nurul baru mau ke kamar mandi, Santi udah keluar karena wudhunya udah selesai. "Nur, aku pinjem mukenanya, kamu simpen di mana?" tanya Santi ketika berpapasan. "Mukenanya udah aku taro di ranjangku, kamu sholat di kamarku aja San," saut Nurul. "Oke siap Nur," ucap Santi sambil menuju kamarnya Nurul.
Uus tiba-tiba nyelonong masuk kedalam rumah Nurul tanpa ngucapin salam. Nurul yang melihat itu heran, kenapa ini bocah satu masih aja di sini. "Ya Allah Us, tadi kan di suruh ke surau buat sholat, kok malah balik lagi sih," ucap Nurul geregetan. "Sstt....jangan keras-keras ngomongnya, nanti kedengeran Santi," saut Uus menempelkan jarinya di bibir. Nurul yang mendengar itu mau aja disuruh Uus. "Memang ada apa kok balik lagi ke sini?" tanya Nurul.
"Nanti pas udah sholat jangan dulu keluar kamar ya Nur, aku janjian sama Sugeng juga gitu mau agak lamaan di suraunya," tutur Uus. "Memang kenapa?" tanya Nurul masih belum paham rencana Uus. "Ck, kamu ini yah, gak paham juga, biar Santi sama Jaswari bisa berduaan ngobrol di ruang tamu, kalau Jaswari nanti ke sini duluan kan pasti berdua tuh ama Santi," terang Uus. "Oouh gitu, oke-oke siap Us," ucap Nurul sambil mengacungkan jempolnya.
Uus pun buru-buru menuju ke surau lagi, takut sholat Maghrib-nya udah selesai. Dan benar saja, sholatnya udah ketinggalan satu rakaat. "Loh Geng, kamu kok belum sholat," Uus liat Sugeng masih berdiri di depan pintu masuk surau. "Kamu gimana sih, udah lupa apa pura-pura lupa, katanya mau lama-lama di surau, ya aku harus kamu lah biar bareng sholatnya" saut Sugeng agak kesel. Uus pun mengerti, lalu mereka pun masuk dan langsung ikut sholat berjamaah dengan yang lain.
__ADS_1
Santi yang udah selesai sholat pun langsung melipat mukena. Dan ketika menoleh ke belakang, Nurul udah ada dibelakangnya. "Hehee, kamu Nur, aku ampe kaget tau-tau udah di belakang aja," ucap Santi. "Memang kamu kira siapa, hantu! ya aku lah San," saut Nurul protes. "Euleuh-euleuh ngambek nih ceritanya," ucap Santi. Mendengar Santi ngomong seperti itu, Nurul gak jadi ngambek malah tertawa. "Ya udah aku nunggu di luar aja ya Nur," ucap Santi. Nurul pun mengangguk, karena dia udah mau sholat.
Santi pun menunggu Nurul, duduk di ruang tamu, sambil baca buku majalah yang Santi bawa dari rumah. Beberapa saat kemudian, Jaswari datang dari surau sendirian. "Assalamu'alaikum.." ucap Jaswari. "Waalaikumussalam, masuk Jas, nunggu di dalam aja," jawab Santi. "Eh iya San, aku duduk sini yah," saut Jaswari duduk di sebelah Santi. "Iya Jas, boleh..." jawab Santi.
"Kok kamu sendirian sih, mana yang lainnya Jas," tanya Santi yang melihat Jaswari datang sendiri. "Mereka masih sholat San, kayaknya sih mereka berdua ketinggalan," tutur Jaswari. "Kok bisa," selidik Santi heran. "Gak tau San, mungkin pas wudhu tadi antri kali, jadi mereka ketinggalan sholatnya," ucap Jaswari menebak-nebak. Karena Jaswari memang gak tau kenapa Sugeng dan Uus bisa ketinggalan berjamaah. "Ouh seperti itu," saut Santi manggut-manggut.
Suasana hening, gak ada yang bicara, dua-duanya berusaha menenangkan jantung mereka yang dari tadi berdebar-debar. Lalu Jaswari memberanikan diri untuk bicara. "Tadi kamu ke sini jam berapa San?" tanya Jaswari basa-basi agar suasana gak canggung lagi. "Aku ke sini jam empatan lah kira-kira, tapi dari rumah sih perginya abis sholat Ashar, sebelum ke sini aku mampir bentar ke rumah bibiku," tutur Santi. "Ouh gitu," saut Jaswari manggut-manggut. "Iya, tadi aku di suruh Mamah ngasih resep kue ke bibiku," jelas Santi tersenyum.
"Mau nanya yang sedikit pribadi, bolehkan?" ucap Jaswari memastikan. Santi pun mengangguk tanda setuju. "Kamu pernah jatuh cinta gak?" tanya Jaswari sambil melihat ke arah Santi. "Kok kamu nanya hal seperti itu sih Jas," saut Santi agak kaget. "Kan tadi aku udah bilang dan minta ijin kamu dulu. Kalau kamu gak nyaman dengan apa yang aku tanyain tadi, gak usah dijawab San, gak apa-apa," jelas Jaswari pasrah.
"Bukan gitu Jas, aku hanya kaget aja, kamu kok tumben nanya kayak gituan," tutur Santi. "Ya pengen tau aja San, bolehkan?" ucap Jaswari dengan penuh harap. "Hehee, iya bolehlah, masa nanya gitu doang aja gak boleh," saut Santi. "Gimana ya jawabnya, aku sendiri juga bingung, rasa jatuh cinta itu seperti apa Jas," Santi malah gak langsung menjawab. "Tapi kata orang sih jatuh cinta ituu....ketika kita berdekatan dengan seseorang, kita akan merasa nyaman," ucap Santi sambil tersenyum. "Katanya juga sih, ketika berdekatan jantung kita itu berdetak kencang, dan kalau bertemu inginnya berlama-lama gak ingin berpisah," tutur Santi terkekeh.
__ADS_1
"Apa kamu pernah merasakan hal itu San?" Jaswari langsung kepo. "Kalau merasakan sih pernah Jas, tapi apakah aku lagi sedang jatuh cinta, aku sendiri juga gak tau deh," saut Santi tersenyum manis. "Hmm..seperti itu ya, mungkin kamu harus memastikan hal itu San, jadi kamu tau kamu sedang jatuh cinta apa bukan," ujar Jaswari memberi ide. "Gimana caranya Jas, memang bisa yah?" tanya Santi bingung.
"Hmm...bentar aku pikir dulu..." saut Jaswari berpikir sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu. Setelah beberapa saat, Santi bersuara. "Gimana Jas, apa kamu udah dapat caranya?" kepo Santi. "Hehee, kamu kepo juga ya," ucap Jaswari terkekeh. "Iihh malah ngetawain orang yang penasaran sih," Santi merajuk dan memukul bahu Jaswari.
"Duh yang kepo jadi galak nih, hehee... iya-iya bentar mikir dulu lah," saut Jaswari. "Aahh iya aku udah tau San, gimana caranya," ucap Jaswari. "Nah iya gimana Jas," saut Santi antusias. Jaswari yang melihat Santi bersemangat, merasa senang dan tersenyum simpul. "Caranya, kamu pegang tangan orang itu, seperti ini nih," ucap Jaswari sambil memperagakan tangannya memegang tangan Santi.
"Nah seperti ini caranya, kalau kamu merasa jantung kamu berdetak kencang berarti kamu sedang jatuh cinta kepada orang itu," tutur Jaswari yang tangannya masih memegang tangan Santi. Karena Jaswari juga ingin memastikan perasaannya sama Santi. Dan tanpa mereka sadari, di luar ada orang yang sedang memperhatikan dan mendengarkan mereka berdua yang sedang pegangan tangan. Siapa lagi kalau bukan Sugeng dan Uus, juga Nurul yang ada dibalik tembok ruang tamu.
"Hehee lucu juga mereka berdua ya, mau bilang sama-sama suka aja ribet banget dah," ucap Uus gemes.
bersambung......
__ADS_1