Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
71. Bertemu Bu Hindun


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian...


Santi udah sibuk dari pagi, sehabis sholat Shubuh tadi langsung ngerjain tugas rumah. Ya karena hari ini Santi ada acara di mesjid Cikiray jam delapan pagi. Lah berarti Santi gak sekolah dong? salah hari ini sekolah libur. Makanya Santi bisa ikut acara di mesjid Cikiray. Hari ini memang ada acara seminar tentang pergaulan muslimah. Santi dan teman-teman rohisnya udah janjian untuk ikut seminar tersebut.


"Ah semuanya udah selesai, tinggal ganti baju baru berangkat," gumam Santi di teras rumah. Tiba-tiba Bu Eka muncul dari dalam rumah. "Kamu jadi pergi hari nih neng ke acara seminar?" tanya Bu Eka pada Santi yang baru selesai ngepel di teras rumah. "Iya Mah jadi, kan semalem udah ijin sama Mamah," jawab Santi. "Apa kamu gak cape kan baru sembuh," ucap Bu Eka memastikan pada anaknya. "Gak mah, lagian kan di sana juga cuma duduk-duduk doang gak ngapa-ngapain, cuma dengerin terus nanti kalau udah selesai pulang," tutur Santi.


Bu Eka menghembuskan nafasnya pelan. Percuma melarang anaknya yang satu ini kalau menyangkut kegiatan rohisnya. Apalagi ini udah jauh-jauh hari direncanakan. "Ya udah tapi ingat pesan Mamah jangan ngeluyur kemana-mana, abis acara langsung pulang," Bu Eka ngingetin. "Siap Mah, makasih ya," saut Santi sambil memeluk Bu Eka. "Oke kalau gitu aku mau ganti baju takut telat nih," ucap Santi lagi sambil melepas pelukannya. Dan Santi langsung masuk ke dalam rumah.


Bu Eka geleng-geleng kepala. "Punya anak perempuan satu, bukannya betah di rumah kalau libur sekolah, eh malah sukanya ngeluyur," keluh Bu Eka. Dia pun menyusul Santi ke dalam rumah. Sedang Santi sekarang udah berganti baju dan udah siap berangkat. Hari ini Santi memakai gamis berwarna hijau tosca polos dengan kerudung warnanya senada dengan bajunya. Santi sangat terlihat manis dengan baju gamis tersebut.


"Mah Santi berangkat ya, Bapak mana?" tanya Santi. "Bapak masih di mesjid hari ini kan hari Jumat, jadi mungkin langsung nyiapin buat jumatan nanti," terang Bu Eka. "Ouh gitu, ya udah nanti aku mampir bentar aja ke mesjid deh," saut Santi. Bu Eka langsung mengangguk. "Kok Kakak gak ditanyain sih Dek," ucap Awan yang baru nongol dari kamarnya. "Ih ngapain nanyain Aa, mending ngasih uang jajan buat aku, baru adek nanyain Aa deh ke Mamah," saut Santi meletin lidahnya. "Yeh itu mah maunya kamu dek, mau kemana sih pagi-pagi udah rapi," ucap Awan.

__ADS_1


"Kan semalem Aa udah tau hari ini mau kemana," kata Santi. "Ouh jadi ya..." saut Awan manggut-manggut. "Ya jadi," saut Santi ngangguk lalu mencium tangan Bu Eka dan Awan terus pamit pergi. "Assalamu'alaikum, aku pergi dulu ya Mah, Aa," pamit Santi. "Iya, Waalaikumussalam..!" jawab Bu Eka dan Awan.


Santi lalu langsung menuju ke mesjid yang berada di sebrang rumah. Yah Santi mau pamit ke Pak Kuswandi. Setelah sampe di depan mesjid, Santi langsung masuk ke dalam mencari Pak Kuswandi. "Assalamu'alaikum...." salam Santi ketika masuk ke dalam mesjid. "Waalaikumussalam..." jawab semua orang yang ada di mesjid. "Eh nak Santi, mau ke Bapak ya," ucap salah satu pengurus mesjid. "Iya Pak, permisi..!" saut Santi sopan.


"Memangnya mau berangkat sekarang neng, kok pagi banget sih," ucap Pak Kuswandi ketika Santi udah ada di depannya. Karena memang Pak Kuswandi udah tau kalau Santi ada acara hari ini. "Iya Pak takut macet di jalan, jadi berangkat sekarang," saut Santi sambil mencium tangan Pak Kuswandi. "Ya udah hati-hati ya," jawab Pak Kuswandi. "Assalamu'alaikum..." ucap Santi sambil keluar dari mesjid. "Waalaikumussalam..."jawab Pak Kuswandi. "Mari semuanya..." ucap Santi kepada yang lainnya.


...# # #...


"Nak Santi, mau kemana?" tanya Bu Hindun setelah Santi menoleh ke arah dimana Bu Hindun duduk. "Eh Ibu, maaf gak liat soalnya tadi lagi perhatiin jalanan. Biasa Bu lagi ada acara sama teman," jawab Santi tersenyum. "Hehee gak apa-apa Nak," ucap Bu Hindun. "Ibu abis belanja yah.." tebak Santi setelah melihat bawaan Bu Hindun. "Iya nak, kebetulan bumbu di rumah lagi pada abis, jadi sekalian deh belanja ke pasar," tutur Bu Hindun.


"Ouh iya, sendirian Bu? gak di temenin Jaswari?" tanya Santi. "Kan Jaswari sekolah," jawab Bu Hindun. "Ouh iya lupa saya Bu, ini kan masih hari Jumat hehee," Santi merasa malu sendiri. "Terus nak Santi hari ini memang gak sekolah?" Bu Hindun balik bertanya. "Kebetulan hari ini libur Bu, jadi saya hari ini mau ikut seminar di daerah Cikiray," jawab Santi.

__ADS_1


""Ouh gitu ya, kok nak Santi udah lama gak main lagi ke rumah," celetuk Bu Hindun. "Eh itu Bu, akhir-akhir ini lagi banyak kegiatan di sekolah jadi gak sempet main lagi," saut Santi. "Kata Jaswari kemarin nak Santi sakit ya, sepertinya sekarang udah sembuh ya," tutur Bu Hindun. "Iya Bu alhamdulillah udah sembuh, lagian kemarin udah berobat juga," jelas Santi. "Ouh syukur deh kalau begitu, ingat nak jangan terlalu memaksa kalau badan udah minta istirahat, nanti bisa sakit lagi," nasehat Bu Hindun. "Iya Bu makasih udah diingatkan, hehee," saut Santi tersenyum. "Nanti kalau ada waktu, jangan lupa main-main lagi ke rumah ya Nak," tutur Bu Hindun. "Iya Bu, insya Allah.." jawab Santi mengangguk.


"Ya udah kayaknya Ibu udah mau turun, Ibu permisi ya, hati-hati di jalan ya Nak," pamit Bu Hindun. "Iya Bu, makasih," jawab Santi. "Pak supir, berhenti di depan gang Pak," seru Bu Hindun. "Iya Bu...!" jawab Pak supir. Angkot pun berhenti, dan Bu Hindun pun turun dari angkot. Bu Hindun melambaikan tangan ke arah Santi, lalu Santi membalas lambaian Bu Hindun.


...# # #...


Santi udah sampe di mesjid Cikiray, begitu juga dengan teman Santi yang lainnya. Mereka udah ada di dalam mesjid. "San, gimana tadi di jalan kena macet gak?" tanya Inggit. "Gak Git, tadi cuma di Pangles aja angkotnya berhenti nyari penumpang bentar," jawab Santi. "Memang ya angkot itu sama saja, pasti kalau belum penuh pasti berhenti dulu deh, tadi juga aku gitu," saut Tila. "Kamu tadi dari parungkuda jam berapa memangnya?" tanya Widi. "Jam 6 lewat kayaknya deh Wid, aku gak liat jam soalnya," jawab Tila.


"Kamu sih La pake acara pindah sekolah, coba kalau masih di SMA 3 kita pasti sering ketemu," protes Lase. "Ya mau gimana lagi, abisnya Bapak nyuruh aku pindah ke Parungkuda, aku mah pasrah aja Las," saut Tila. "Yang enak tuh Cici, gak pake acara macet ya Ci," celetuk Inggit. "Jangan ditanya kalau Cici mah orang rumahnya deket," Santi nimpalin. "Hehee ya udah kalian pindah aja ke rumah aku," seloroh Cici.


"Yah itu mah maunya kamu Ci, biar banyak temennya," saut Widi. "Tau aja kamu Wid," ucap Cici terkekeh. Ketika acara seminar mau di mulai, mereka pun langsung menghentikan obrolannya dan mengisi tempat duduk paling depan.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2