Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
103. Pindah Ke Rumah Mertua


__ADS_3

Seminggu setelah menikah,


Di Sabtu pagi yang cerah...


Rencananya pagi ini, Santi akan pindah ke Bekasi ikut suaminya. Mobil punya orang tuanya Hidayat udah siap berangkat di depan rumah Pak Kuswandi. Santi dan Hidayat sedang bersiap-siap merapikan barang yang akan dibawa ke kediaman Keluarga Saeroji. Suasana pagi ini penuh haru, Santi memeluk Pak Kuswandi dan Bu Eka bergantian. Air mata Santi gak bisa terbendung lagi tumpah membasahi pipinya. Ini kali pertamanya Santi meninggalkan kedua orang tuanya dalam waktu yang lama. “Baik-baik ya neng di sana, ingat jaga nama baik keluarga!!” nasehat Bu Eka pada Santi yang sudah berkaca-kaca. “Iya mah, Santi akan ingat pesan mamah,” tutur Santi sambil memeluk ibunya. “Mamah sama bapak juga baik-baik di sini ya, nanti Santi akan sering nelpon sama mamah ya,” saut Santi masih memeluk ibunya. “Iya, neng cantiknya ibu, juga harus nurut sama suami ya,” Bu Eka masih memberikan nasehatnya pada Santi. “Iya Mah,” saut Santi sambil melepas pelukannya.


Setelah Santi berpamitan kepada orang tuanya dan kakak-kakak nya, Santi dan Hidayat pun masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju rumah Keluarga Saeroji. “Hati-hati ya Nak, titip anak bapak ya nak Hidayat,” pesan Pak Kuswandi. “Iya Pak, insya Allah kami akan hati-hati, dan tenang saja anak bapak akan aman di sana,” saut Hidayat kepada mertuanya itu. Santi dan Hidayat yang udah ada  di dalam mobil mereka, melambaikan tangan ke semua orang. Begitupun Pak Kuswandi juga Bu Eka melambaikan tangan sampai mobil Santi tak terlihat. Terlihat raut wajah yang begitu sedih dikeduanya. Pak Kuswandi dan Bu Eka pun masuk ke dalam rumah.


Akhirnya putri bungsunya udah mereka lepas dan menjadi tanggung jawab suaminya yaitu Hidayat. “Akhirnya anak bungsu kita udah menikah, tugas terakhir kita mengantarkan ke pelaminan selesai juga,” tutur Bu Eka pada suaminya. “Iya Bu, gak nyangka ya anak kita udah nikah, perasaan baru kemarin Bapak nganter si neng kita ke sekolah,” ucap Pak Kuswandi penuh haru. “Semoga saja anak kita bahagia ya Pak,” saut Bu Eka sambil membuat teh untuk mereka. “Iya Bu, kita beruntung memiliki besan yang baik banget, kayaknya mereka sayang banget sama

__ADS_1


Santi,” ujar Pak Kuswandi mengingat ketika pertemuan lamaran dulu. “Iya Pak, moga saja pernikahan mereka dikaruniai kebahagian dan anak-anak yang sholeh sholehah,” saut Bu Eka penuh harap. “Aamin Aamiin Ya Allah!!” ucap keduanya bersamaan.


Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Santi dan Hidayat sampai juga ke Bekasi tepatnya di rumah Keluarga Saeroji. "Alhamdulillah ampai juga di rumah suamiku," bisik Santi dalam hati. Ketika memasuki rumah, Santi disambut dengan baik oleh kedua orang tua dan adik-adik dari suaminya Mas Hidayat. “Assalamualaikum...” ucap Hidayat setelah sampai di depan pintu rumahnya. “Waalaikumussalam..” terdengar jawaban dari dalam rumah. Dan yang membuka pintu ternyata Bu Sumiati, ibunya Hidayat. “Ah ternyata pengantin baru yang datang, ayo mari masuk Nak Santi,” tutur Bu Sumiati setelah tau siapa tamu yang datang di siang hari ini. “Iya Bu, makasih,” saut Santi pendek.


Mereka semua pun duduk di ruang tamu, dan berbincang-bincang. “Bagaimana Nak Santi perjalanannya lancar tidak nih?” tanya Bu Sumiati mengawali obrolan siang menjelang sore di rumah kediaman Keluarga Saeroji. “Alhamdulillah Bu lancar, tadi di jalan kami gak terkena macet, malah perjalanannya kami tadi sangat lancar,” ujar Santi yang terlihat masih malu-malu. “Syukur kalau begitu, tadinya kami di sini sangat khawatir kalau kalian tadi di jalan terkena macet.” Ucap Pak Saeroji. “Ya udah mendingan sekarang kalian istirahat dulu saja, pasti kalian cape setelah melakukan perjalanan tadi.” tutur Bu Sumiati kepada anaknya Hidayat.


2 bulan kemudian,


Sesuai yang dikatakan oleh Bu Sumiati dan Ustadz Yana, bahwa nanti setelah menikah, Santi akan ikut mengajar di TKIT yang kebetulan dikelola oleh Bu Sumiati mertuanya. Di sana Bu Sumiati dipercaya sebagai penasehat Yayasan. Dan kebetulan juga TKIT tempat ngajar Santi itu, dekat dengan rumah jadi Santi hanya cukup berjalan kaki ke sana. Santi ngajar di TK itu atas rekomendasi Ibu mertuanya dan Ustadz Yana. Ustadz Yana sendiri di yayasan itu sebagai penasehat. Nama TK tempat Santi mengajar itu TKIT An-nidaa, di sana ada 3 orang staf pengajar.

__ADS_1


Hari ini kebetulan Santi akan pergi ke TK bersama dengan Bu Sumiati, untuk dikenalkan dengan para staf di sana. Bu Sumiati udah janji pada Santi sejak seminggu yang lalu. Bahwa dia akan diajak ke sekolah TK. “Ayo nak, siap-siap, hari ini kita jadi berkunjung ke TK,” tutur Bu Sumiati. “Baik Bu, Santi akan bersiap-siap,” jawab Santi dan langsung menuju ke kamarnya untuk ganti baju.


Bu Sumiati dan Santi telah siap untuk berangkat ke TK. “Gimana nak, udah siap berangkat,” tanya Bu Sumiati setelah melihat Santi keluar dari kamar. “Udah Bu, ayo,” jawab Santi. Mereka pun berangkat dengan berjalan kaki. Setelah beberapa menit jalan kaki akhirnya Santi dan Bu Sumiati sampai ke TK. Di sana mereka disambut oleh kepala Sekolah yang kebetulan temannya Bu Sumiati. Nama Kepala Sekolah TKIT An-Nidaa itu Bu Yeni. Santi dipersilahkan masuk ke ruang Kepsek dan di sana membahas apa tugas Santi di TKIT. “Nak Santi, kemarin kami


pengurus yayasan sudah sepakat bahwa 3 bulan ini Nak Santi akan membantu Bu Sri di kelas B,” jelas Bu Yeni. “Selama 3 bulan ini pergunakan waktu dengan baik untuk belajar bagaimana metode mengajar di kelas, sehingga nanti ketika sudah siap memegang kelas, Nak Santi sudah paham tinggal mempraktekan di kelas,” Bu Yeni menjelaskan panjang lebar. “Dan nanti tugas Nak Santi di kelas akan dijelaskan oleh Bu Sri sendiri, mudah-mudahan nak Santi bisa bekerja sama dengan Bu Sri dengan baik,” tutur Bu Yeni. “Ya Bu baik, saya akan belajar dan menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, mohon bantuannya,” ujar Santi senyum sambil mengatupkan kedua tangannya.


Bu Yeni lalu mengajak Santi ke kelas di mana Bu Sri mengajar. “Assalamualaikum..” Bu Yeni membuka pintu kelas. “Waalaikumussalam...eh Bu Yeni ada perlu apa Bu?” Bu Sri pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Bu Yeni. “Seperti yang udah saya jelaskan pada minggu yang lalu, akan ada yang membantu Bu Sri di kelas,” Bu Yeni mulai menjelaskan. “Ouh ya Bu, saya ingat,” jawab Bu Sri. “Dan ini dia orangnya, Kenalkan ini Bu Santi dan tolong Bu Sri membantu dan bekerja sama selama Bu Santi membantu Bu Sri di kelas,” Bu Yeni menjelaskan. “Jelaskan juga apa tugas-tugas Bu Santi ketika mengajar di kelas,” ucap Bu Yeni lagi. Bu Sri pun mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Bu Yeni. “Mohon bantuannya ya Bu, jangan sungkan menegur saya kalau saya ada kesalahan,” Santi mengatupkan tangannya. Pertemuan Santi dengan para pengajar di TK hari ini alhamdulillah berjalan lancar, dan Santi pun pulang ke rumah setelah kegiatan di TK selesai.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2