
Sudah lama Santi tidak mendengar kabar Jaswari, Santi pun sudah lama tidak pernah main lagi ke rumah Jaswari. Selain Santi sibuk dengan aktifitas kuliah nya di Insida juga kegiatan kajian sewaktu dia SMA masih janjut sampai dia kuliah, menyita waktu Santi. Jadi untuk sekedar main sebentar ke rumah Jaswari belum ada waktu yang pas. Lagian semenjak Santi aktif di pengajian di Cikirey dan kuliah, Santi membatasi untuk bertemu dengan Jaswari.
Tapi jujur di dalam hati Santi keinginan untuk main ke rumah Jaswari ada. Karena Santi juga kangen temannya yang satu ini. Satu hal lagi yang terpenting Santi sudah gak marah lagi soal sikap Jaswari yang dulu ketika Santi masih SMA. Karena Santi pikir itu adalah hal yang wajar ketika kita sedang dilanda penyakit cinta. Dan kita gak bisa memaksakan apa yang kita mau hingga orang itu sendiri yang mau dan merubahnya sendiri. Jadi Santi tidak mempermasalahkan lagi hal itu.
Santi pun jadi kuliah di Insida ambil jenjang D1 yang 1 tahun jurusan PGTK. Dan tentunya masih ingat kan, Santi memutuskan kuliah di sana itu setelah dia tidak di terima di UMPTN. Dan tetangga deket rumahnya Santi, Bu Neneng mengajak Santi ngajar di TPA, jadi Santi mengambil jurusan PGTK memang buat menunjang dia mengajar di TPA. Karena setelah Santi menjalani beberapa hari mengajar di TPA, jujur dia ingin anak-anak punya semangat belajar alquran tanpa adanya paksaan. Dan untuk mewujudkan hal itu butuh ilmu lebih bagi Santi. Ilmu itu bisa didapatkan Santi dengan kuliah jurusan guru.
# # #
__ADS_1
Di tempat lain....
Jaswari yang telah lulus dari Aliyah, dia memutuskan untuk kuliah. Dia kuliah di Syamsul Ulum ambil jenjang S1 jurusan PAI. Jaswari dapat informasi tersebut dari anak saudaranya, makanya Jaswari daftar ke Syamsul Ulum. Sebelum daftar ke sana sebenarnya Jaswari sempat daftar ke Insida, tapi karena di situ tidak ada jurusan yang dia inginkan jadinya tidak jadi daftar ke Insida. Sebenarnya juga di Syamsul Ulum dia salah jurusan, karena dia ingin jurusan dakwah, taunya itu juga jurusan untuk jadi seorang guru. Tapi tak masalah semua dijalaninya dengan senang hati. Ketika daftar kuliah Jaswari ditemani oleh anaknya Paman. Dan alhamdulillah Jaswari di terima di sana. Dan setelah beberapa minggu dari pengumuman di terima, Jaswari baru masuk kuliah. Seperti biasa bila awal masuk kuliah pasti ada masa Ospek, dan Jaswari pun mengikuti ospek di awal masuk kuliah. Alhamdulillah ospek pun berjalan lancar. Dan semua peserta ospek mendapat sertifikat, bukti bahwa mereka semua telah mengikuti kegiatan ospek.
Dan Jaswari mendapat nilai A disertifikat tersebut. Beberapa minggu setelah ospek pun Jaswari sudah aktif mengikuti pembelajaran di kampus. Waktu baru masuk dia belum punya teman dan belum kenal sama yang lain. Tapi seiring berjalan nya waktu, Jaswari pun punya teman baik, diantaranya Kang Ade, Kang Dede atau si Arab, Kang Iwan dan Yudi. Jadwal kuliah biasanya dari pagi sampai sore hari. Dan sore hari setelah pulang kuliah biasanya Jaswari suka sama-sama pulang sama yang lainnya ke rumah Kang Ade untuk sekedar istirahat sejenak atau melaksanakan solat Maghrib. Tapi kadang mereka juga suka solat maghribnya di Mesjid Agung Sukabumi. Seperti layaknya para mahasiswa yang lainnya, mereka pun suka mengisi kegiatan disela-sela kuliah mereka dengan ngobrol-ngobrol ringan, ngopi-ngopi atau jalan-jalan bareng ke supermall. Jaswari biasanya pulang kuliah sampai rumah sekitar jam 8 malam. Selain kuliah Jaswari juga aktif di pergerakan kampus. Waktu itu kampus bekerja sama dengan PMII mengadakan aksi demo. Yang mereka angkat dalam aksi tersebut tentang Menolak Pasar Marema Kota Sukabumi. Dan aksi demo akan dilakukan didepan gedung DPRD kota Sukabumi.
Setelah sampai ditempat demo yaitu didepan gedung DPRD, Jaswari dan kawan-kawannya pun memulai orasi. Selang beberapa lama ketika berorasi dari arah lain ada sekelompok para preman yang ingin membubarkan aksi mereka. “Wah kang, kayaknya situasi kurang kondusif nih...!” kata Jaswari pada Kang Dede. “Iya kang, gimana nih..!” Yudi ikut nimbrung. “Betul, tolong kasih tau yang lain supaya orasi dihentikan dan kita kembali ke kampus saja...!!” jawab Kang Dede. Jaswari dan Yudi pun menuruti saran Kang Dede, mereka berdua ngasih tau yang lain supaya membubarkan diri dan kembali ke kampus.
__ADS_1
Di lain tempat salah satu dari kawannya Jaswari tertangkap oleh polisi, karena aksi mereka tadi tidak ada ijin dari pihak polisi. Dia itu adalah Kang Dede. Kang Dede dimasukan ke sel selama sehari, setelah itu dia bisa pulang. Saat keesokan harinya Kang Dede masuk kampus kembali. Dan jadi bahan ejekan kawan-kawannya karena abis nginep di rumah pak polisi. “Gimana rasanya Kang...nginep kemarin ditemenin pak polisi...!!” Kang Iwan mulai ngeledek. “Rasanya sepet....romannya seneng ya liat kawannya menderita...!!” ujar Kang Dede sambil ketawa. “Hahahahaha.....santai Bro, kita ikut berduka cita atas kejadian kemarin...” sahut Kang Ade. Mereka pun tertawa mendengar itu semua. “Makanya Kang, lain kali kalau lari jangan kalah sama pak polisi...!!” Yudi menimpali. “Ya bener tuh, besok-besok kalau lari kencengan dikit kenapa, biar gak kena tangkep pak polisi” Kang Iwan mengiyakan ucapan Yudi. Begitulah situasi pagi itu setelah kejadian aksi kemarin. Dan ini menjadi pelajaran mereka semua dikemudian hari.
# # #
Semenjak Santi memutuskan kuliah di Insida, Santi banyak mendapat hal baru termasuk teman. Dan yang paling menyenangkan Santi ketemu lagi sama teman SMA nya, namanya Lase. Senang rasanya ketika mengetahui itu, jadi Santi bisa nostalgia lagi sama Lase, temannya itu. Alhamdulillah walaupun cuma kuliah yang 1 tahun tapi ilmu yang didapat dari kuliah sangat membantu Santi untuk lebih giat lagi mengajar. Sehingga kreatifitas dalam mengajar pun keluar spontan, berkat dia kuliah di Insida. Biasanya kalau Santi selesai kuliah, kadang dia suka ketemu dengan teman-teman rohis atau SMA nya. Dan Santi juga masih suka ketemu dengan Tila teman Tsanawiyah nya dulu. Kebetulan Tila bekerja di daerah Cicurug, deket perlintasan rel kereta api. Ya jarak tempat kuliahnya Santi dan tempat kerjanya Tila lumayan dekatlah kalau naik kendaraan. Jadi kadang Santi suka ketemu dengan Tila. Ya Tila juga kuliah, tapi dia ambil jenjang D3 jurusan Informatika.
Disuatu siang menjelang sore...
__ADS_1
Santi hari ini pulang kuliah berencana untuk ketemu Tila ditempat kerjanya. Mereka sudah janjian 2 hari yang lalu, jadi Santi langsung menuju ke halte bis. Karena pikirnya kalau naik Bis akan langsung turun di tempat kerja Tila tidak naik turun seperti kalau naik angkot. Setelah berapa lama akhirnya bis yang dinaikin Santi sudah sampai di depan gedung tempat kerja nya Tila. Tila pun setelah turun dari bis langsung nyebrang jalan menuju ke gedung di mana Tila bekerja. Santi pun tak lupa ngasih kabar bahwa dia sudah berada didepan gedung. Tak lama kemudian Tila muncul dari dalam gedung menghampiri Santi. Dan mereka berdua pun langsung masuk ke dalam gedung. Setelah mereka duduk diruangan Tila bekerja, Tila pun mengambil minum buat mereka berdua.
Bersambung.....