Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
43. Diantar Yang Kedua Kali


__ADS_3

"Nah seperti ini caranya, kalau kamu merasa jantung kamu berdetak kencang berarti kamu sedang jatuh cinta kepada orang itu," tutur Jaswari yang tangannya masih memegang tangan Santi. Karena Jaswari juga ingin memastikan perasaannya sama Santi. Dan tanpa mereka sadari, di luar ada orang yang sedang memperhatikan dan mendengarkan mereka berdua yang sedang pegangan tangan. Siapa lagi kalau bukan Sugeng dan Uus, juga Nurul yang ada dibalik tembok ruang tamu.


"Hehee lucu juga mereka berdua ya, mau bilang sama-sama suka aja ribet banget dah," ucap Uus gemes. "Iya kita yang nonton jadi ikutan gemes ya Us," saut Sugeng. "Kira-kira Jaswari berani gak ngungkapin perasaannya hari ini," tanya Sugeng kepo. "Kayaknya sih dari penglihatanku, gak hari ini Geng, harapannya tipis," jawab Uus menggoyangkan kepalanya. "Ya udah kita masuk yuk," ajak Sugeng.


Kembali ke Santi dan Jaswari


"Ya Allah Jas, pegang tangannya jangan lama-lama gini dong, aku udah dari tadi nahan jantungku agar gak berdebar terus, eh malah kamu nambahin jantungku semakin berdetak kencang lagi," batin Santi. "Hey, kok malah bengong sih," tegur Jaswari. "Eh iya, aku hanya lagi berpikir Jas, idemu bisa di coba nanti, hehee," ucap Santi senyum terpaksa. Karena jantung dia dari tadi belum bisa dikondisikan. Tapi Santi mencoba menetralkan jantungnya yang dari tadi udah dag dig dug gak karuan.


Begitupun dengan Jaswari, dia juga sama seperti Santi. Tapi sekarang dia merasa lega, karena udah tau bagaimana perasaannya pada Santi. Tinggal sekarang bagaimana caranya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Santi. Karena Jaswari masih belum berani bilang hal itu.


"Eh yang lain pada kemana ini, kok lama banget pulang dari suraunya, ini juga Nurul lagi ngapain sih, kok gak nyusul ke sini," ucap Santi mengalihkan topik pembicaraan. "Eh iya ya, aku baru nyadar," saut Jaswari. Selesai ngomong begitu, orangnya pada nongol. Ya Mereka adalah Sugeng dan Uus, mereka baru pulang dari surau.


"Assalamu'alaikum..." salam Sugeng dan Uus barengan. "Waalaikumussalam..." jawab Santi dan Jaswari yang juga barengan. "Cie, jawab salamnya kompak niye," ledek Uus. Jaswari yang mendengar itu, langsung mendaratkan pukulan di bahunya Uus. "Aaww, sakit tau Jas," keluh Uus. Jaswari cuma mencebikkan bibirnya, karena dia tau kalau temannya itu hanya berpura-pura sakit. Santi yang melihat hal itu terkekeh geli.

__ADS_1


"Kalian dari mana aja sih, lama bener sholatnya, mampir ke pasar dulu ya," protes Jaswari. "Iya nih aku juga ampe pegel nunggu kalian selesai sholat, kayak sholat di Mekah aja jauh, kan sholatnya cuma di sebrang jalan, aneh deh," ucap Santi yang memang merasa ada yang ganjil.


Ketika Santi mau protes lagi, Nurul pun nongol dengan membawa minuman dan cemilan. "Nah kamu juga Nur, sama dari tadi kok baru nongol sekarang, tadi abis sholat ngapain dulu," ucap Santi protes. "Hehee maaf San, tadi aku di suruh bikin kopi dulu sama Bapak, ya udah sekalian bikin buat kalian deh jadinya lama," bela Nurul.


Padahal yang sebenarnya adalah dari tadi Nurul memang menguping apa yang dibicarakan oleh Jaswari dan Santi di balik tembok. Dan setelah mereka berdua sadar bahwa teman-temannya belum ada yang datang baru Nurul cepat-cepat ke dapur untuk' membuat minuman bagi teman-temannya.


"Udah gak usah dibahas dulu kenapa aku terlambat, sekarang mendingan minum dulu dan cobain keripik dan cake buatan Mamahku ini," tutur Nurul mengalihkan topik. "Wiih tau aja kamu Nur, kalau kami lagi haus dan laper," celetuk Uus langsung nyomot cake yang ada di meja.


"Kalau bilang dulu sih gak dimarahin Jas, tapi kalau aku gak bilang ya pasti diomelin lah, hehee," jawab Santi terkekeh. "Kalau diomelin memangnya kamu mau nolongin Jas," ledek Sugeng. "Ya bukan gitu Geng, aku kan cuma nanya, memangnya gak boleh nanya kayak gitu," cibir Jaswari.


"Hehee, udah-udah kenapa kalian berdua jadi ribut sih, mending bahas yang lain aja," ucap Santi. "Jangan kaget San, mereka mah memang begitu kalau di sekolah juga," saut Nurul. "Hmm gitu ya," gumam Santi. Sesaat Santi melihat jam yang ada di tangannya, ternyata udah jam 7 malam.


"Nur, kayaknya aku pulang sekarang deh," celetuk Santi. "Yah San, kok pulang sih, kan baru ngobrol bentaran," protes Uus. "Ya salah siapa coba tadi lama-lama di surau, kalian berdua tuh kemana dulu sih tadi, curiga deh aku," selidik Santi. "Kok gitu sih San, tadi kita beneran di surau, kan kita berdua ketinggalan sholatnya," tutur Sugeng. "Iya San, terus tadi abis sholat kita rebahan bentar, soalnya enak banget di surau adem San," elak Uus.

__ADS_1


"Iya-iya aku percaya sama kalian, tapi memang aku harus pulang sekarang soalnya udah malem," ucap Santi. "Lagian kan besok kita masuk sekolah, kalian juga kan?" ucap Santi lagi. "Ya udah deh, tapi lain kali kita ketemuan lagi ya San!" saut Uus. "Kalau kalian mau ketemu kan kalian udah tau rumahku, jadi main aja ke rumah kalau kalian punya waktu," tutur Santi.


Jaswari yang dari tadi cuma nyimak pun ikut bicara. "Ya udah kalau gitu aku antar pulang ya San," celetuk Jaswari. Tentu saja apa yang diucapkan Jaswari, membuat semua yang ada di situ melihat ke arahnya gak percaya. "Eh, kamu mau nganter aku Jas?" tanya Santi. "Iya bolehkan?" saut Jaswari. "Eh iya, boleh kok," cuma itu yang keluar dari mulut Santi.


"Wiih, gak salah Jas, kamu nganter Santi," ejek Uus. "Syirik aja kamu Us, wle.." saut Jaswari. "Yuk San, mau pulang sekarang kan?" ajak Jaswari. Santi hanya menganggukkan kepalanya. Sugeng, Uus dan Nurul yang melihat itu, geleng-geleng kepala gak habis pikir dengan Jaswari. "Nur, aku pulang dulu ya, lain kali aku main lagi ke sini," pamit Santi. "Iya San, hati-hati sama yang nganter kayaknya modus tuh," saut Nurul terkekeh.


akhirnya Santi pulang dan dianter sama Jaswari. Diperjalanan menuju rumah Santi, mereka berdua lanjut ngobrol. "Kamu gak apa-apa Jas, nganter aku dulu, kalau nanti Sugeng ninggalin kamu pulang duluan gimana?" tanya Santi. "Gak apa-apa San, aku kan bisa pulang sendiri," jawab Jaswari santai. "Tapi kan kalian tadi ke sini berdua, masa pulang sendiri-sendiri sih," ucap Santi merasa gak enak. "Udah kamu gak usah merasa gak enak gitu, mereka juga ngerti kok," saut Jaswari ngasih alasan.


"Ouh ya San, aku mau nanya sama kamu soal yang tadi," ucap Jaswari melihat ke arah Santi. "Yang mana Jas?" Santi malah balik nanya dan menoleh ke arah Jaswari. "Tadi yang di rumah Nurul, soal jatuh cinta," kata Jaswari mengingatkan. "Ouh itu, ada apa memangnya," saut Santi mulai gugup tapi berusaha menyembunyikan gugupnya dihadapan Jaswari. "Apa tadi ada yang salah dari ucapanku Jas?" tanya Santi balik. "Gak ada kok San, malah aku udah menarik kesimpulan San," jawab Jaswari. "Begitukah?" saut Santi belum ngerti. "Iya San, makanya sekarang aku mau ngomongin hal itu," ucap Jaswari.


Jaswari berhenti lalu memegang tangan Santi lagi seperti yang dia lakukan di rumah Nurul. "Eh apa nih Jas?" Santi kaget dengan apa yang dilakukan Jaswari. "Sstt...sebentar saja San," pinta Jaswari. "I-iya aku ngerti tapi ini dijalanan, kalau mau ngomong, nanti aja kalau kita udah sampe rumahku ya," pinta Santi. Akhirnya Jaswari pun setuju dan mengangguk pasrah.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2