
2 Bulan Kemudian...
Santi terlihat mondar-mandir menata barang di teras mesjid. Ya hari ini di Mesjid Cikirey ada acara seminar tentang manajemen waktu. Kebetulan Santi dan teman-temannya jadi panitia, jadilah terlihat kesibukan di pagi hari ini di mesjid Cikirey. Kebetulan di seminar kali ini, panitia juga membuka bazar. Dan Santi salah satu yang jadi penanggung jawab bazarnya.
Mumpung acaranya belum di mulai, Santi mengecek sekali lagi barang yang disiapkan untuk bazar. Barang yang di jual di bazar macam-macam, ada buku bacaan, kerudung, accesoris muslimah, pembatas buku, dan masih banyak lagi. Dan hari ini Santi juga membawa pembatas buku yang dibuat sendiri di rumahnya, untuk di jual di bazar.
“Ah akhirnya selesai juga menata barang-barangnya, duduk dulu deh lumayan keringetan nih dari tadi mondar-mandir,” Santi monolog sendiri. Santi pun duduk dekat meja bazar, tak lama kemudian Lase menghampiri. “Gimana udah selesai rapihin barangnya San?” tanya Lase setelah ikut duduk di samping Santi. “Alhamdulillah udah Las, baru saja selesai, ahh keringetan nih,” jawab Santi. “Iya San, banyak juga ya barangnya,” ucap Lase. “Heeh..” saut Santi.
“Acaranya mulai jam 9 kan San?” ucap Lase. “Iya Las jam 9, masih 1 jam lagi masih ada waktu kalau masih ada barang yang mau di pajang di bazar Las,” saut Santi. “Kayaknya udah gak ada deh San, udah semuanya, ouh ya
tumben ya Cici sama Inggit belum sampe,” tutur Lase. “Mungkin bentar lagi kali Las, mereka kan tugasnya lain bukan di bazar kayak kita, ouh ya Tila sama Widi ke mana gak keliatan?” ucap Santi. “Lagi pada ke toilet San, belum pada ngambil air wudhu katanya,” jelas Lase. “Oouh...” saut Santi.
Tak lama Cici dan Inggit pun datang bersamaan dari arah yang berbeda. “Nah ini dia penanggung jawab acaranya baru datang,” celetuk Widi yang baru gabung dengan Santi dan Lase. “Hehee iya maaf ya teman-teman agak telat datangnya, tadi mamah aku minta tolong dulu dan biasa di jalan tadi agak sedikit macet,” saut Cici. “Iya gak apa-apa Ci, kan masih ada waktu,” ucap Santi tersenyum.
“Gimana persiapan bazarnya udah sip belum Las?” tanya Inggit. “Udah dong, aku sama Santi tadi datang jam 7 jadi udah beres semua persiapannya, cuma lumayan cape nih beresin barangnya hehee,” saut Lase. “Hehee pastilah keliatan nih dari barangnya lumayan banyak,” ucap Cici. “Iya Ci, kemarin mah kayaknya aku liat barangnya gak sebanyak ini, eh pas tadi dirapihin banyak juga ternyata,” saut Santi terkekeh. “Iya San, soalnya ada tambahan barang kemarin sore jadi pastilah banyak,” celetuk Inggit. “Ouh pantesan kalau gitu,” jawab Santi sambil
__ADS_1
manggut-manggut.
“Ouh ya Ci, pembicaranya siapa nih dari kemarin mau nanya lupa terus,” ucap Santi lagi. “Ouh iya pembicaranya 2 orang San, Mba Ami sama Ustadzah Ifah dari Bogor,” jawab Cici. “Ustadzah Ifah ini temannya Mba Ami loh teman-teman, aku baru tau dari cerita Kak Heni kemarin, beliau ini sangat asyik loh orangnya dalam menyampaikan materi, soalnya aku pernah ikut seminar di Bogor waktu itu dan kebetulan pembicaranya Ustadzah Ifah,” tutur Inggit. Santi manggut-manggut dengerin penjelasan inggit. “Wah pasti seminar hari ini bakalan seru nih,” saut
Tila. “Pastinya La, makanya aku sama Inggit semangat banget hari ini, apalagi aku nanti akan jadi pembawa acaranya,” ucap Cici.
Beberapa saat kemudian, peserta seminar pun mulai berdatangan dan memasuki mesjid. Santi dan teman-temannya juga udah masuk ke dalam mesjid dan bergabung dengan peserta seminar yang lain. Dan Cici yang hari ini bertugas sebagai pembawa acara, udah siap ditempatnya. Dan para nara sumber pun yaitu Mba Ami dan Ustadzah Ifah udah datang beberapa saat yang lalu. Dan mereka juga udah duduk di depan, di tempat yang udah disediakan panitia untuk pembicara.
Sekarang udah jam 9, acara seminar pun udah di mulai, Cici membuka acara dengan membacakan ummul surat. Setelah selesai membaca ummul surat, Cici membacakan profil kedua pembicara. Para peserta menyimak dengan serius yang disampaikan Cici. “Saya sebagai pembawa acara mengucapkan Ahlan wasahlan kepada semua peserta seminar, semoga hari ini kita mendapat ilmu dan ibroh dari materi yang akan dipaparkan oleh para pembicara,” tutur Cici.
Mba Ami sebagai pembicara pertama pun mulai memaparkan tema seminar hari ini. “Saya senang sekali hari ini bisa sama-sama hadir di acara seminar ini untuk sama-sama berbagi ilmu. dan yang paling bikin semangat hari ini adalah karena saya bisa satu forum dengan teman lama saya yaitu Ustadzah Ifah. saya sangat berterima kasih kepada panitia yang udah mengundang beliau untuk jadi nara sumber di seminar hari ini,” tutur Mba Ami bahagia.
“Baik untuk mempersingkat waktu langsung saja saya akan sedikit mengulas tentang manajemen waktu dalam islam, dan nanti yang akan mengukupas lebih dalam lagi adalah Ustadzah Ifah sendiri,” ucap Mba Ami lagi. “Sebagai seorang muslimah tentunya kita punya banyak aktifitas. Dan jika kita tidak bijak dalam mengatur waktu dalam melaksanakan aktifitas kita, maka waktu yang digunakan akan terbuang dengan percuma. Maka dari itu kita perlu mengatur aktifitas kita dengan baik di waktu yang tepat pula.” Tutur Mba Ami.
Setengah jam berlalu, dan Mba Ami mengakhiri ulasan tentang materi seminar. “Saya akhiri dengan Wassalamualiakum warahmatullah..” ucap Mba Ami. “Waalaikumussalam warahmatullah...” jawab para peserta seminar. “Terima kasih kepada Mba Ami yang telah memaparkan materinya dengan sangat gamblang,” ucap Cici. “Selanjutnya kita akan dengarkan pembicara kita yang kedua yaitu Ustadzah Ifah, kami persilahkan,” ucap cici lagi.
__ADS_1
Ustadzah Ifah pun mengambil mic dan mulai bicara. “Assalamualaikum warahmatullah...” salam Ustadzah Ifah. “Waalaikumussalam warahmatullah...” jawab semua peserta seminar. “Terima kasih saya ucapkan kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan pada hari ini untuk memaparkan materi tentang manajemen waktu,” tutur Ustadzah Ifah.
“Sebelum mengulas ke materi, saya mau mengucapkan sesuatu dulu kepada teman saya yang berada di samping saya ini. Saya mau ucapkan selamat kepada Teh Ami yang telah menyelesaikan skripsinya sebulan yang lalu, Barokallah..” ucap Usadzah Ifah sambil melihat ke arah Mba Ami. “Oke kita lanjut ya para akhwat sekalian ke
materi hari ini,” ucap Ustadzah Ifah lagi. “Berbicara tentang waktu adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Maka dari itu kita wajib bijak dalam menggunakan waktu,” tutur Ustadzah Ifah.
“Sebagai contoh, kalau kita seorang pelajar maka prioritas kita adalah belajar. Maka dalam seminggu kita harus bisa mengatur jadwal belajar kita di luar sekolah dengan aktifitas lainnya seperti mengikuti kajian dan bermain sama teman. Jangan sampai aktifitas penting yang kita prioritaskan terbengkalai hanya karena tidak bisa mengatur waktu dengan baik,” jelas Ustadzah Ifah.
Setengah jam berlalu, Ustadzah Ifah pun mengakhiri pemaparannya. “Terimakasih kepada Ustadzah Ifah yang telah membagi ilmunya kepada kita semua, semoga kita bisa mengambil manfaat dari materi hari ini,” tutur Cici. “Oke untuk untuk acara selanjutnya kami akan buka sesi tanya jawab, kami beri kesempatan kepada 3 orang penanya,”
ucap Cici lagi.
Salah seorang peserta mengangkat tangannya. “Ouh ya silahkan, sebutkan nama dan apa pertanyaannya,” ucap Cici setelah melihat ada yang bertanya. “Terima kasih Teh, nama saya Ira, pertanyaan saya jika kita belum bisa memaksimalkan waktu dengan baik, tahap pertama apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki manajemen waktu kita, itu saja pertanyaannya terima kasih,” tutur Ira salah satu peserta.
Bersambung.....
__ADS_1