Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
22. Main ke Rumah Laras


__ADS_3

Hari ini Santi janjian sama Nurul mau ke rumah Laras. Santi sangat senang bisa bertemu lagi dengan teman mts-nya. Kata Nurul, Dewi juga akan datang ke rumah Laras. Dewi dan Laras adalah teman-teman Santi waktu sekolah di tsanawiyah dulu. Walaupun Dewi dan Laras tidak seakrab seperti Nurul, tapi Santi tetap menganggap mereka berdua adalah sahabatnya.


Santi sudah berada di depan rumah Nurul, dia memang janjian mau berangkat bareng ke rumah Larasnya. Dan seperti biasa pasti Santi yang akan menemui Nurul di rumahnya. “Assalamualaikum, Nur..” ucap Santi sedikit mengeraskan suaranya, agar terdengar oleh Nurul. “Waalaikumussalam,...” jawab Nurul dari dalam rumah. “Ayo masuk ke dalam dulu sebentar, aku belum pakai kerudung, tunggu sebentar ya,” ujar Nurul sambil menggamit tangannya Santi dan menyuruh Santi duduk di kursi. “Oke siap my friend,” saut Santi sambil mengangkat jarinya membentuk huruf O.


Kata Nurul nanti di sana akan main ke tempat ngajarnya Laras. Laras itu di tempat tinggalnya, suka membantu mengajar anak-anak TPA membaca Iqra dan alquran, hebatkan Laras. Santi mengiyakan ajakan nya Nurul, karena momen seperti itu jarang terulang, sekalian ngobatin rasa kangen juga.

__ADS_1


Setelah kami berdua nyampe di rumah Laras, kami langsung mengetuk pintu dan mengucapkan salam. ”Assalamualaikum Ras...” ucap Santi dan Nurul bersamaan. “Waalaikumussalam..” saut Laras dari dalam rumah. Laras pun membuka pintu rumahnya, dan terlihatlah Santi dan Nurul yang sedang memasang senyum manis mereka. Laras menyambut kedatangan kami, dan kami pun ngobrol di ruang tamu, sambil nunggu Dewi datang. “Eh kalian udah datang, ayo masuk, kirain aku kalian gak jadi ke sini loh,” tutur Laras pada kedua temannya. “Jadilah kan udah janji, kalu janji kan harus ditepati,” saut Nurul. “Aku senang kalian berdua jadi main hari ini, tapi sampai sekarang dewi belum datang juga,” tutur Laras terlihat wajahnya sedikit cemas. “Jangan khawatir Ras, mungkin Dewi masih dijalan,” ucap Nurul menenangkan. “Iya Ras, kalau ada pa-apa pasti Dewi pasti akan ngasih tau kita kan?” ujar Santi melihat ke arah Laras. “Iya juga sih betul apa kata kalian,” saut Laras sedikit tenang. “Gini aja Nur, gimana kalau sekarang kamu ngehubungi Dewi, biar semuanya jelas,” celetuk Santi pada kedua temannya itu. “Ah iya betul kenapa gak kepikiran dari tadi yah,” saut Nurul bersemangat.


Tapi kayaknya Dewi nggak jadi datang deh. Karena setelah tadi Nurul menghubungi Dewi, dan berhasil tersambung. Dewi bilang ke Nurul kalau dia hari ini ada acara keluarga dan mendadak. Dan Dewi lupa ngasih kabar ke Laras. “Assalamualaikum Dew, Ini Nurul,” ucap Nurul disambungan telpon. “Waalaikumussalam Nur, iya ada apa Nur tumben nelpon pasti ada yang penting ya,” saut Dewi disebrang telpon. “Kamu lupa apa sengaja dilupain sih Dew, kamu hari ini jadi kan ke rumah Laras,” tutur Nurul pada Dewi. “Astagfirullah Nur, aku lupa beneran, lupa ngasih tau ke Laras kalau hari ini aku gak jadi datang, Ya Allah maafin aku ya Nur,” saut Dewi langsung teringat janjinya itu. “Ya Allah Dew, kami di sini khawatir kamu kenapa-napa, ya udah nanti aku bilangin ke Laras deh,” jawab Nurul. “Maafin aku ya Nur, makasih ya,” ucap Dewi. “Iya Dew, gak apa-apa. Ya udah aku tutup telponnya ya,” saut Nurul. “Oke Nur, salam sama semuanya ya..Assalamualaikum” ucap Dewi mengakhiri telponnya. “Siip nanti disampein, Waalaikumussalam..” jawab Nurul dan telpon pun ditutup.


Nurul menjelaskan semua yang tadi di omongin di telpon dengan Dewi. “Dewi..dewi..kami di sini khawatir nunggu kamu di sini dari tadi,” ucap Nurul ambil berdecak. “Kebiasaan dia mah pelupa akut deh, Ya udah kalu gitu kita langsung ke TPA aja yuk,” ajak Laras pada kedua temannya. “ayo siapa takut, berangkat neng,” saut Santi dan Nurul bersamaan. “Pantas aja yang ditungguin gak nyampe-nyampe, lah orangnya juga gak bakalan jadi ke sini,” cerocos Nurul yang masih ingat obrolannya di telpon dengan Dewi. Mereka pun tertawa mengingat apa yang barusan terjadi.

__ADS_1


Setelah mereka melihat dan ikut membantu Laras mengajar anak-anak ngaji sampai selesai, mereka pun kembali lagi ke rumah Laras. “Aah menyenangkan sekali ya hari ini...” tutur Santi setelah selesai membantu Laras di TPA. Mereka pun siap-siap untuk kembali ke rumah Laras. Sesampainya di rumah Laras, Santi permisi pergi ke kamar mandi. “Ras...aku ikut ke kamar mandi ya mau buang air kecil nih gak tahan” kata Santi meringgis menahan kencing. “Ouh iya San, silahkan ada deket dapur kamar mandinya” jawab Laras. “Iya Ras, aku tau,” jawab Santi langsung cepat-cepat menuju kamar mandi karena udah tak tahan.


Selagi Santi di kamar mandi, ada seseorang bertamu ke rumah Laras. Ternyata yang bertamu itu adalah Jaswari. Teman mereka waktu di tsanawiyah. Jaswari dapat kabar kalau Santi dan Nurul main ke rumah Laras dari Sugeng. Setelah dapat kabar itu, Jaswari langsung tanpa ragu untuk ke rumah Laras. Maklum udah lama nggak ketemu Santi, jadi ada kesempatan ini tak disia-siakan oleh Jaswari, walaupun memang agak sedikit malu.


“Assalamualaikum...!” ucap Jaswari agak sedikit kencang biar terdengar. “Waalaikumuusalam....eehh kamu Jas, masuk..!!” kata Nurul. “Tumben kamu Jas main ke sini, ada apa nih curiga kita” kata Laras dan Nurul menggoda. “Aaah kalian bisa aja....ya mau mainlah ketemu kalian” ucap Jaswari tersipu malu. “Mau ketemu kita apa ketemu yang lain nih” Nurul menggoda sambil tertawa. “Iya bener, kamu mah bukan mau ketemu kita kan Jas, tapi mau ketemu Santi” Laras ikut menggoda Jaswari juga. Yang diledekin cuma senyum-senyum aja. “Hehehee...ouh ada Santi juga yah...” Jaswari pura-pura gak tau. “emang nggak boleh ya kalau main ke sini, biasanya juga suka main...hehehee...!” kata Jaswari lagi. “Bolehlah, gak ada yang larang...” tutur Laras. “Jangan pura-pura gak tau deh Jas, tau dari siapa kalau hari ini Santi main ke sini...hayoo..!” interogasi Nurul. “Duuuh segitunya, heheee...tadi ketemu Sugeng terus cerita kalau lagi pada ngumpul di rumah Laras, ya udah aku ke sini..!” kata Jaswari. “Kan udah lama juga gak ketemu, hehehee..!!” ucap Jaswari lagi. “Cie...cie...cie...ada yang kangeeen nih ceritanya..” goda Laras. “Bisa aja kalian mah, iyalah pasti kangen, itu buktinya kalian juga sekarang main di sini,” Jaswari pun tersenyum simpul.

__ADS_1


Serukan cerita episode ini, ayo jangan lupa di like dan klik love nya yah.


bersambung.....


__ADS_2