
Setalah Santi duduk, Santi pun menyodorkan buku bacaan yang dia bawa tadi dari rumah. "Apa ini San?" tanya Nurul. "Itu buku buat Jaswari, aku kemarin beli buku isinya bagus. Aku ingin dia baca ini, nanti kalau Jaswari udah selesai baca, kembaliin bukunya ke kamu aja ya Nur," jawab Santi. "Ouh buku buat Jaswari, kirain buat aku," ucap Nurul terkekeh. "Jadi kamu udah gak marah nih sama dia," ucap Nurul sambil menaikkan alisnya. "Siapa yang marah sih Nur, orang aku beberapa bulan ini lagi sibuk banget Nur, jadi gak sempet main kemana-mana, kamu kan tau sendiri. Aku aja sampe cape kalau inget jadwalku," keluh Santi. "Iya-iya aku ngerti kok, ya udah aku kasih Jaswari besok di sekolah ya, pasti seneng deh," saut Nurul. Santi pun mengangguk.
"Eh San, kemarin Jaswari bilang dia kangen loh sama kamu," ledek Nurul terkekeh. "Hmm, iya aku juga, salamin aja sama dia ya Nur," jawab Santi gak sadar apa yang diucapkannya. Karena dia sedang ngelamunin Jaswari. "Wah yang bener nih mau disalamin," saut Nurul sambil menyenggol bahu Santi. Santi yang sadar dari lamunannya replek menjawab. "Apaan Nur, salamin ke siapa?" tanya Santi bingung. "Hihihi....nah kan ketahuan nih, pasti lagi ngelamun, hayoo ngelamunin siapa nih," selidik Nurul sambil menaikkan alisnya. "Iihh apaan sih, orang aku gak ngelamun juga," elak Santi. "Iyain aja deh biar seneng," tawa Nurul pecah. Santi pun mencebikkan bibirnya.
"Pertanyaan aku tadi belum dijawab San, jadi disalamin gak," Nurul masih menggoda Santi. "Kan tadi aku udah bilang salamin ke siapa, perasaan aku gak ngomong minta disalamin deh. Memang tadi aku ngomong apaan," ucap Santi nanya balik. Nurul geleng-geleng kepala. "Gini nih kalau jatuh cinta tapi gak pacaran, lain di hati lain di bibir, hadeuuh tadi kan kamu nyuruh aku buat salamin ke Jaswari," tutur Nurul. "Memang iya aku ngomong gitu tadi, kamu jangan ngarang Nur. Aku tadi cuma minta tolong kamu ngasih buku buat dibaca Jaswari," ucap Santi yang gak inget apa yang diucapkannya.
Mendengar omongan Santi, Nurul tepok jidat. "Kayaknya kamu lagi terserang penyakit mala merindu deh San, alias kangen. Hayoo ngaku kamu lagi kangen juga kan sama Jaswari?" tebak Nurul. "Ck kamu tuh ya kalau nebak suka bener, memang wajahku keliatan banget ya, sampe kamu bisa nebak gitu," saut Santi ngaku dan muka Santi udah bersemu merah. "Hehee ya gak lah, aku kan tadi cuma iseng godain kamu, eh ternyata bener," ucap Nurul tertawa kencang. "Hadeuuh..." Santi menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Karena dia merasa malu sama Nurul.
"Hehee gak usah malu gitu tau, hihihi. Udah kalau kamu kangen, main ke rumahnya aja San," ucap Nurul ngasih ide. "Gitu ya, kayaknya kalau sekarang ini mah aku belum bisa Nur, waktunya gak pas. Nanti aja paling kalau udah libur sekolah. Soalnya bentar lagi kan mau ulangan kenaikan kelas, jadi hari Minggu pasti aku pake buat baca-baca ulang pelajaran Nur," tutur Santi. "Ya udah terserah kamu, aku kan cuma ngasih ide biar kangen kamu terobati gak ngelamun lagi," saut Nurul terkekeh.
"Ya Nur, makasih...aku pulang dulu ya kalau gitu," pamit Santi. "Oke, tapi jadi gak nih disalaminnya," ucap Nurul masih bahas. "Hadeuuh masih dibahas juga, terserah kamu aja Nur, mau disalamin atau gak, hehee.." saut Santi merasa geli sendiri dengan sikapnya tadi. "Oke deh siap kalau gitu," jawab Nurul. "Ya udah aku pulang ya, Assalamu'alaikum..." ucap Santi. "Waalaikumussalam.." jawab Nurul.
# # #
Satu bulan berlalu...
Sekarang Santi udah naik ke kelas dua SMA, ya dua hari yang lalu Santi udah menerima raport kenaikkan kelas. Alhamdulillah hasilnya lumayan bagus, walaupun Santi gak juara kelas. Tapi nilai-nilai yang dia dapatkan kemarin masih dibilang bagus. Pagi ini Santi udah bangun pagi-pagi, seperti biasa rutinitas di pagi hari Santi selalu membantu Bu Eka merapikan rumah. Karena Santi sedang libur panjang, jadi setelah rapi-rapi rumah, Santi santai di ruang tamu sambil nonton tv.
"Wiih adekku mentang-mentang libur, santai banget nih hari ini," ledek Awan yang baru keluar dari kamarnya. "Iya dong, orang cerdas harus mempergunakan waktunya dengan tepat. Ini waktunya untuk santai dari semua hal yang berbau belajar, hihihi.." saut Santi tertawa geli. "Jadi sekarang lagi ajas manfaat nih ceritanya," ucap Awan. "Iya lah Aa, mumpung libur jadi santai sejenak, cape aku Aa..ngurusin les ama ekskul bikin pusing," keluh Santi. "Makanya jangan terlalu padat kegiatannya neng cantik, kurangin kegiatannya biar kamu gak terlalu cape," nasehat Awan. Santi pun mengangguk.
"Aa Awan hari ini mau pergi lagi?" tanya Santi yang baru sadar ngeliat Awan udah rapi. "Iya mau ke sanggar, mau latihan soalnya tiga hari lagi mau manggung di Ciamis," tutur Awan. "Jauh bener pentasnya Aa, gak cape apa, semalem kan pulang hampir jam satu ya? aku denger, kebetulan aku kebangun mau ke kamar mandi," saut Santi. "Udah segeran kok, kan tadi udah tidur bentar, ya udah Aa berangkat dulu ya, nanti tolong bilangin ke Mamah ya," ucap Awan. "Ya Aa, nanti aku bilangin ke Mamah," saut Santi.
Santi fakus lagi sama acara nonton tv nya. Acara yang ditonton Santi adalah acara musik, dan entah kebetulan atau gak lagu yang Santi dengar itu lagu rindu dari Kerispatih. Santi jadi teringat sama Jaswari lagi. "Haish kenapa jadi keinget dia sih denger lagu ini," gumam Santi tepok jidat.
*****
🌷Lagu Rindu🌷
❣️Kerispatih❣️
__ADS_1
Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Bintang malam samapaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahu akan engkau malam ini
Ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
__ADS_1
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
❣️❣️❣️❣️😘😘
******
Ya semenjak kegiatan ekskul dan lesnya padat, Santi jarang main ke sekolah Tsanawiyah untuk bertemu teman-temannya. Jadi otomatis Santi gak pernah ketemu sama Jaswari. Terakhir ketemu, pas Santi main ke rumah bibinya Tila. Waktu itu Santi gak sengaja ketemu teman-teman Mts nya termasuk Jaswari.
Santi ingat betul waktu itu Jaswari bikin semua orang syok dengan perubahan sikapnya. Yang bertolak belakang dengan sifat aslinya yang pemalu. Tau sendirilah gimana dulu Jaswari kalau ketemu Santi. Dan kemarin pas terakhir ketemu, dia malah menjadi pribadi yang berani dan terang-terangan menunjukkan perasaannya kepada Santi.
# # #
Di tempat lain...
Jaswari sedang rebahan di ruang tamu, dia lagi dengerin lagu di kaset. Ya Jaswari sedang dengerin lagu dari Dewa 19 yang judulnya "Kangen". "Kayaknya seru nih kalau ketemu sama Santi, kira-kira dia lagi ngapain ya sekarang," gumam Jaswari.
__ADS_1
Lagi asyik bayangin Santi, terdengar suara Bu Hindun memanggil. "Jas...Jas...kamu ada dimana?" seru Bu Hindun. "Di sini di ruang tamu Mah," saut Jaswari. Bu Hindun pun menghampiri Jaswari. "Kamu lagi ngapain Jas?" tanya Bu Hindun setelah berada di depan Jaswari. "Gak lagi ngapa-ngapain kok Mah, cuma lagi dengerin lagu aja, ada apa nyariin aku," saut Jaswari.
bersambung....