
Dua Bulan Kemudian....
Semenjak pertemuan Santi dan Jaswari di rumah Santi pas mengembalikan kaset. Santi dan Jaswari gak pernah bertemu lagi. Itu dikarenakan kesibukan Santi belakangan ini. Apalagi Minggu ini Santi sedang menghadapi ulangan semester.
Seperti yang terlihat sekarang, Santi sedang di dalam kelasnya. Dia sedang mengerjakan soal ulangan pelajaran kedua yaitu matematika. Saking seriusnya, Santi gak denger kalau teman yang duduk dibelakang Santi memanggilnya. "Stt...stt...San...San..." ucap Rengga pelan. Panggilan ke tiga kalinya, baru Santi menoleh ke arah suara. "Apaan..." jawab Santi dengan suara yang gak kalah pelan. "Essay no 2 Dan 5 aku lupa rumusnya apaan!" tutur Rengga. Santi tepok jidatnya, mau gak mau Santi berhenti dulu ngerjain soal ulangannya untuk ngasih tau rumus ke Rengga.
Setelah beberapa saat, Santi memberikan secarik kertas ke Rengga tanpa menolehkan kepalanya. "Tuh, aku udah tulis rumus yang kamu minta sekalian separo jalan aku udah tulis jawabannya," tutur Santi dengan suara pelan dan kepala menunduk. "Oke makasih ya San," saut Rengga. Santi hanya menjawab dengan mengacungkan jempolnya yang dia angkat dekat telinganya. Supaya tidak terlihat oleh Guru yang mengawas di kelasnya.
Setelah setengah jam, Santi selesai memeriksa soal ulangannya dan semua udah selesai dikerjakan. Berbarengan dengan bel tanda waktu ulangan udah habis. Santi pun beranjak dari duduknya dan maju ke meja Guru untuk menyerahkan lembar jawaban yang udah dia kerjakan. "Ini Pak, lembar jawaban saya," ucap Santi sambil menyimpan di atas meja. "Iya bagus, silahkan istirahat dulu, masih ada satu pelajaran lagi," saut Guru pengawas. Santi mengangguk dan pergi keluar kelas.
Teman-teman Santi yang lain pun sama, mereka menyerahkan lembar jawaban dan keluar kelas untuk istirahat. Santi terlihat berjalan menuju mesjid. Ternyata Santi duduk di teras mesjid sambil membuka bekalnya. Tak lama Lase dan Widi dan teman-teman rohisnya yang lain juga terlihat bersama Santi. "Wah San, kamu bawa bekal apaan?" tanya Inggit. "Hehee aku bawa nasi goreng Git, mau nyobain sini kebetulan aku bawa sendok cadangan," jawab Santi. "Wiih bener boleh nyobain, sini mana aku mau, kamu yang masak San?" tanya Inggit lagi. "Iya hehee, maaf kalau rasanya masih ada yang kurang maklum masih belajar," saut Santi nyengir.
Dan terjadilah icip-icip nasi goreng nya Santi. Bukan hanya Inggit yang nyobain, tapi Lase dan Widi juga ikut nyoba. "Wah San, nasi gorengmu enak, kamu sukses nih bikinnya, nanti lain kali kamu bikin lagi ya nasi gorengnya," tutur Widi sambil ngancungin jempol. "Hehee iya nanti aku lebihin kalau bikin nasi gorengnya lagi," saut Santi. "Eh iya nanti pulang sekolah jadi kan Ci ke rumah kamu?" tanya Lase. "Jadilah Las, kan kita udah lama gak main ke rumah Cici," saut Widi. "Lagian kita terakhir main ke rumah Cici kan Santi gak ikut, jadi kali ini kamu harus ikut San," tutur Inggit. "Iya aku nanti ikut kok, tenang aja," ucap Santi.
Setelah selesai makan, pas bel masuk berbunyi. Santi dan yang lainnya pun bergegas ke kelasnya masing-masing. Karena masih ada ulangan, tepatnya satu mata pelajaran lagi. Akhirnya Santi sampe juga di dalam kelas. Untung Pak Guru pengawas belum masuk ke kelas. Santi pun menyiapkan alat tulis di atas meja, dan menyimpas tasnya di meja depan yang udah disediakan oleh pengawas.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, pengawas pun masuk ke kelas Santi. Tapi bukan Pak Guru yang tadi, melainkan Bu Guru Biologinya Santi. "Ya anak-anak Ibu akan membagikan soal ulangan dan lembar jawaban, ingat kerjakan sendiri-sendiri gak boleh bekerja sama oke!" seru Bu Rumiati. "Baik Bu..!" jawab anak-anak kompak.
Suasana tenang dan hening, tapi setelah 15 menit kemudian mulai terdengar suara halus yang kasak-kusuk bertanya tentang jawaban ulangan yang ke 3 ini. Kebetulan pelajaran ke tiga ini adalah Biologi, yang gurunya sekarang mengawas kelas ini. "Hadeuh soal terakhir kok bisa lupa ya, padahal semalem aku udah pelajarin, ayoo San, konsentrasi..!" gerutu Santi. "Ya udah kerjain yang lain dulu deh," gumam Santi pada akhirnya.
Setelah satu jam berlalu, waktu mengerjakan soal ulangan pun tinggal 15 menit lagi. "Ayo anak-anak waktunya tinggal 15 menit lagi, yang udah selesai, coba diperiksa ulang lagi dan yang belum kerjakan dengan baik, jangan terburu-buru," Bu Rumiati mengingatkan. "Iya Buu.." jawab sebagian anak-anak. Santi yang udah selesai mengerjakan semua PG, tinggal satu soal essay yang no terakhir saja yang belum.
"Ayo San, kamu bisa..." Santi menyemangati diri sendiri. Setelah mengingat sesuatu akhirnya. "Ah iya aku ingat sekarang jawabannya.." gumam Santi. Dan langsung menulis jawaban soal terakhir di lembar jawaban. "Aah selesai juga ngerjain ulangannya, mudah-mudahan aja jawabannya bener, hihihi," ucap Santi sangat pelan.
...# # #...
"Ayoo kita berangkat sekarang aja, nanti gak kebagian angkot deh," ucap Cici. "Ayoo..!" seru semuanya. Santi dan teman-temannya pun berangkat ke rumah Cici. Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya sampe juga di rumah Cici. Rumahnya sangat sederhana, gak besar juga gak kecil. Terlihat asri dan adem ketika udah masuk ke dalam rumah.
Setelah masuk di ruang tamu. "Ci, rumahmu adeem bener yaa, sejuk.." ucap Santi. "Hehee iya San, makasih ya udah kalian duduk dulu di sini ya, aku bikinin minum dulu buat kalian," tutur Cici. "Ci, Mamahmu mana kok gak keliatan sih?" tanya Santi lagi. "Ouh mamah, jam segini masih di sekolah, paling bentar lagi kali pulangnya," saut Cici. "Ouuhh... memangnya sekolah tempat ngajarnya jauh ya?" masih Santi yang nanya. "Iya lumayan San, makanya aku tiap hari bawa kunci rumah, biar pas pulang mamah aku belum pulang, aku gak udah nunggu," jawab Cici.
"Kamu nyampe rumah Cici, jadi kayak wartawan San," celetuk Widi. "Hehee abisnya aku gak tau Wid, jadi lebih baik nanya lah daripada nanti sesat di jalan hihihi," saut Santi terkekeh. Gak berapa lama, Cici pun muncul dengan membawa puding dan jus jeruk. "Waah Ci, kamu tau aja nih kalau kita ini haus, perlu yang seger-seger," celetuk Lase. "Hehe iya dong, soalnya aku juga haus banget jadi aku langsung bikin minuman favorit aku deh," saut Cici. "Siiip deh, Cici memang tau mau ya kita," saut Widi. "Ayoo kita serbu jus jeruknya," timpal Inggit.
__ADS_1
bersambung.....
...💗ACP💗...
Hai pembaca setia "Akhir Cinta Pertamaku"...
Maaf untuk semuanya, author belum sempet up beberapa hari belakangan ini, karena beberapa hari ini author lagi kurang enak badan. Anak author yang bungsu juga lagi sakit. Jadi beberapa hari kebelakang belum bisa ****nulis**** cerita. Alhamdulillah hari ini bisa author paksaain nulis. Insya ****Allah kalau udah sehat****, author langsung up seperti biasa lagi ya. Semoga kalian maklum dan gak kecewa.
Sebenarnya dari Minggu kemarin anak2 juga author lagi pada PTS, jadi lumayan padat merayap aktivitas nya. Jadilah badan author tumbang, minta di istirahatin dulu, hehee....
Ya udah itu aja pengumuman nya ya, author mau istirahat dulu, met malam....
Tetap semangat, salam sehat selalu...
...💗# # #💗...
__ADS_1