Akhir Cinta Pertamaku

Akhir Cinta Pertamaku
114. Kondisinya Memburuk


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Sore ini Santi sedang berada di ruang kelas khusus untuk ngajar ngaji di rumahnya. Sebentar lagi pasti anak-anak yang ngaji akan datang satu-persatu. Sambil menunggu anak-anak datang, Santi membaca buku cerita yang ada di rak buku ruang kelas tersebut. Tak berapa lama, anak-anak pun mulai berdatangan satu persatu. Santi pun menghentikan aktifitasnya dan segera mengambil alat tulis dan duduk di hadapan anak-anak. "Assalamualaikum Ummiii.....!!" seru anak-anak. "Waalaikumussalam anak-anak, ayo alat tulisnya di keluarkan hari ini kita akan menulis nama-nama Asmaul Husna," tutur Santi kepada semua yang hadir. "Dan sebelum di mulai kita baca doa sebelum belajar dulu yah, dan kartu prestasinya kumpulkan ke Ummi yaa..!" perintah Santi. "Baik Ummiii...!!" jawab anak-anak serempak.


Anak-anak pun mengerjakan apa yang disuruh oleh Santi. Mereka semua tampak asyik menulis, sedangkan Santi memeriksa kartu prestasi yang tadi dikumpulkan oleh anak-anak. Setelah semuanya diperiksa, Santi pun memanggil satu persatu anak-anak untuk membaca Iqro. "Ayo Desty, hari ini kamu yang pertama mengaji, keluarkan Iqronya," perintah Santi. "Iya Ummi," saut Desty. Suasana ruang kelas mulai sedikit berisik, karena sebagian anak-anak ada yang udah selesai menulis. Santi masih setia mengajar ngaji dengan sabar, sambil mengoreksi tugas menulis anak-anak yang diberikannya hari ini.


Setelah setengah jam seluruh anak-anak udah selesai mengaji, Santi pun meminta anak-anak untuk duduk yang rapi. "Ya anak-anak semua udah menulis dan mengaji kan?" Santi bertanya. "Sudaaah Ummii...!!" jawab semuanya. "Oke kalau udah, hari ini kita akan hafalan surat pendek dulu ya, baru setelah itu kita akan pulang," tutur Santi. "Baik Ummii...!!" seru semuanya. "Baik kalau gitu keluarkan juz amma nya ya!!" perintah Santi. Anak-anak pun langsung mengeluarkan juz amma nya dari dalam tas. "Oke kita akan baca surat pendeknya dari surat An-Naas sampe Al-Quraisy yaa..!" ucap Santi. "Iya Ummiii....!!" jawab semuanya.


Santi pun menuntun anak-anak menghafal surat-surat pendek dengan penuh kesabaran. Anak-anak dengan semangat mengikuti Santi dengan suara yang lantang. Jadi sore itu suasana di rumah Santi sangatlah riuh dengan suara anak-anak yang membaca surat pendek. Setelah beberapa saat hafalan surat pun selesai, Santi pun menyudahinya. "Ya udah anak-anak hari ini hafalannya cukup sampe di sini dulu ya, kita akan lanjutkan besok," tutur Santi. "Baik Ummi...!!" seru anak-anak serempak. "Ya udah kalau gitu kalian bisa pulang, tapi sebelum pulang  kita baca doa pulang dulu," ucap Santi kepada anak-anak. Semua anak-anak pun mengangguk, lalu dengan tenang doa pulang pun dibaca sampe selesai dan mereka semua pulang.


Terdengar suara azdan di musola deket rumah Santi,  Santi dan Hidayat juga anak-anak pun langsung bergegas mengambil air wudhu. Ya Hidayat udah sampe di rumah 15 menit yang lalu dari kantor. Seperti biasa mereka sholat Maghrib berjamaah di mushola rumah. Setelah beberapa menit mereka telah selesai melaksanakan sholat. Hidayat setelah sholat menuju ke ruang tamu, akan menikmati teh hangat yang telah dibuat oleh Santi. Shiddiq dan Alisya mereka menonton tv, sedangkan Asla dia mengambil hpnya dan duduk dekat Shiddiq dan Alisya. Dan Santi sendiri dia kembali ke ruang kelas, karena biasanya setelah Maghrib anak-anak yang ngaji malam mulai berdatangan.


Santi sedang asyik menunggu sambil buka chat WA, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari luar. Reflek Santi langsung melongokan kepalanya keluar pintu, dan ternyata itu suara hujan turun. Dan hujannya lumayan cukup deras, jadi Santi berpikir pasti anak-anak pasti gak akan datang. Tapi Santi berpikir akan menunggu sampe jam 8 malam. Dan kalau sampe jam segitu gak ada yang datang, maka Santi akan mengunci pintu kelas. "Hujannya malam ini cukup deras, semoga saja hujan ini membawa berkah bagi kami Ya Allah..!" doa Santi dalam hati.


Ketika Santi berdoa dalam hati, hp Santi berbunyi dan ternyata ada  chat masuk dari WA. Santi pun mengambil hpnya untuk melihat siapa yang mengechatnya jam segini. "Ouh ternyata Jaswari, kirain aku siapa, tumben dia ngechat aku jam segini," Santi ngomong sendiri setelah melihat chat WA di hpnya. Lalu Santi pun membuka chatnya.


\=======================================


"San, kamu gak lagi sibukkan?" itu bunyi chat Jaswari.


"Gak Jas, biasalah aku lagi nunggu anak-anak ngaji, tapi kayaknya gak pada datang soalnya sekarang lagi hujan deras," jawab chat Santi.

__ADS_1


"Ouh gitu, aku mau minta doanya ya San, Istri aku sekarang masuk RS, kondisinya lagi gak baik tekanan darahnya ngedrop banget," tutur Jaswari di chat.


\=====================================


Santi gak langsung membalas, karena sedikit terkejut dengan berita yang disampaikan Jaswari. Dan dari tulisan Jaswari, temannya itu terlihat sangat sedih.


\====================================


"Ya Allah Jas yang sabar ya, aku doakan semoga kondisi istrimu akan membaik," hibur Santi dibalasan chatnya.


"Aamiin Yaa Robbal Aalamiin, makasih ya San doanya, aku gak tega liat kondisi istriku," balas Jaswari.


"Ya San makasih..." balas Jaswari


chat berakhir


\===================================


"Ya Allah berikan kekuatan pada temanku untuk menghadapi semua ujian darimu," doa Santi dalam hati. Santi pun beranjak dari duduknya, dan menuju ke arah dapur. Ya Santi merasa haus, jad sekarang dia akan mengambil air minum. Karena letak dapur melewati ruang tamu, Santi melihat suaminya Hidayat duduk di kursi yang sedang menikmati rokoknya. Dan ketika tau Santi lewat, Hidayat menghentikan aktifitasnya. "Mi, tolong bikinin aku wedang jahe dong masih ada kan di lemari makan wedang jahenya," ucap Hidayat. "Ouh iya mas, masih ada nanti aku bikinin," jawab Santi. Lalu Santi pun bergegas menuju ke dapur untuk membuatkan wedang jahe dan air minum hangat untuk dirinya.


Setelah beberapa saat, Santi pun telah selesai membuat wedang jahe untuk Hidayat. Dan sekarang Santi sedang berada di depan tv, ikut bergabung dengan anak-anaknya. Sedang asyik menonton tv, hp Santi kembali berbunyi dan itu pesan WA.

__ADS_1


\=================================


"Alhamdulillah San, istriku ada sedkit kemajuan tekanan darahnya gak lagi rendah seperti Maghrib tadi," itu bunyi pesan dari Jaswari.


"Syukur alhamdulillah kalau udah membaik, semoga nanti cepat membaik ke titik normal ya tekanan darahnya," balas Santi.


"Aamiin Allahumma Aamiin, semoga ya San," jawab chat Jaswari.


"Aku cuma bisa bantu doa, kamu yang sabar ya, insya Allah semua akan membaik, dan Allah tau apa yang terbaik buat hambanya," hibur Santi.


Ya San, makasih doa dan semangatnya..." jawab Jaswari.


chat berakhir


\=================================


Santi pun menaruh hpnya di meja ruang tamu, sekalian dia mau melihat apakah suaminya Hidayat masih ada di ruang tamu. Ternyata Hidayat udah gak ada di sana. "Mungkin dia lagi sholat di mushola kali," pikir Santi. "Ah ya udah aku juga mau sholat dulu ini kan udah masuk waktu sholat Isya," gumam Santi yang langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dan ternyata benar setelah wudhu, Santi langsung ke mushola dan di sana ada Hidayat yang sedang sholat. Maka Santi pun cepat-cepat memakai mukenanya dan ikut berma'mum ke Hidayat.


Waktu menunjukkan hampir jam 12 malam, semua penghuni rumah santi udah masuk kamar masing-masing. Kecuali Santi, dia sedang memeriksa semua pintu apa udah terkunci dengan benar. Dan ketika Santi selesai mengunci pintu utama yang terletak di ruang tamu, hp Santi kembali berbunyi. "Siapa yang ngechat malam-malam begini, ouh mungkin penting kali jadi  dikirim malam-malam," tebak Santi. Dan setelah melihat chat dari WA, ternyata dari Jaswari lagi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2