Akhirnya Aku Menyerah.

Akhirnya Aku Menyerah.
Cinta tak kesampaian.


__ADS_3

Flash back On.


Beberapa tahun yang lalu saat Gunawan masih duduk di bangku kuliah, saat itu Sela merupakan juniornya begitu juga dengan Rahma, seorang gadis cantik yang merupakan idola di kampus. Sela pun tak kalah cantiknya dengan sang Rahma, mereka merupakan saudara kandung.


Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus tersebut Sela sudah jatuh hati kepada Gunawan, terlebih lagi sikap Gunawan yang selalu ramah kepada siapapun termasuk kepada juniornya sekalipun, tidak terkecuali kepada Sela dan juga Rahma.


Beberapa tahun selang, Sela nampak bahagia saat kedua orang tuanya hendak menjodohkan salah satu anak mereka dengan anak sahabat ayahnya, yang tidak lain adalah Gunawan Wicaksono. hati Sela semakin berbunga bunga, karena Sela berpikir dirinya lah yang akan di jodohkan dengan Gunawan, mengingat dirinya merupakan anak pertama.


Tetapi bagai melayang tinggi lalu di hempaskan ke bumi, saat Sela mengetahui jika yang di jodohkan dengan Gunawan bukanlah dirinya melainkan Rahma, sang adik.


Sejak saat itu Sela tak lagi menunjukkan rasa sayangnya terhadap Rahma, yang notabene adalah saudara satu-satunya.


Bahkan Sela sempat menghasut Rahma untuk menolak perjodohan itu, namun dengan alasan kepatuhan terhadap orang tua Rahma tetap setuju dengan perjodohan tersebut.


Awalnya Gunawan juga tidak mencintai Rahma, namun seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh di hati keduanya, sehingga lahirlah buah cinta mereka yaitu Arista.


Gunawan merupakan pria yang tidak mudah jatuh cinta, namun dengan ketulusan Rahma, Akhirnya gunung es itu mencair juga.


Bukan satu atau dua kali saja Sela berusaha menghabisi nyawa adik kandungnya, Rahma, namun seringkali gagal. barulah ketika ia meminta seseorang untuk memanipulasi sebuah kecelakaan sehingga merenggut nyawa Rahma.


Setelah beberapa bulan setelah Rahma meninggal dunia, Sela bahkan kerap datang ke kediaman Gunawan dengan mencari cari perhatian dari pria itu, dengan menjadikan Arita sebagai alasan kedatangannya.

__ADS_1


Niat Sela menghabisi nyawa Rahma tak lain agar ia bisa menikah dengan Gunawan, karena pada umumnya jika sang istri meninggal maka suaminya akan menikahi saudara dari istrinya. namun sepertinya itu tidak berlaku pada Gunawan, karena pria itu sudah menganggap Sela seperti adiknya sendiri, namun karena Sela merupakan kakak dari Rahma, maka sebagai rasa hormat Gunawan memanggil Sela dengan embel embel mbak.


Merasa Gunawan Sama sekali tidak berniat menikahi dirinya, Sela kemudian melanjutkan studinya di luar negeri, dengan harapan Gunawan akan terkesima dengan gelar doktor yang akan di sandangnya, lalu memutuskan untuk segera menikahinya. tapi sayangnya, belum Sela kembali dari luar negeri, wanita itu sudah mendapatkan kabar dari ibunya jika ayah dari keponakannya tersebut telah menikah lagi dengan seorang wanita.


Hang sudah pasti hancur hati Sela saat itu, bagaimana tidak, demi mendapatkan sang pujaan hati Sela bahkan telah tega menghabisi nyawa adik kandungnya sendiri, dan kini malah wanita lain yang di nikahi oleh Gunawan.


Karena merasa tidak yakin sepenuhnya dengan kabar yang di berikan kedua orang tuanya, Sela segera kembali ke tanah air, meski wanita itu belum mendapat gelar doktornya.


Ketika tiba di tanah air Sela langsung menuju ke rumah Gunawan dan benar saja saat melihat Sosok Widia, Sela menjadi geram. Sela bahkan mulai memikirkan rencana untuk menyingkirkan Widia, namun saat mencoba mencari cari cela untuk kesalahan Widia tidak lah mudah bagi Sela, sebab di Saat wanita itu melakukannya Gunawan Justru di garda paling depan untuk membela sang istri. hal itu semakin membuat Sela di bakar api cemburu, sampai tega memfitnah Widia sebagai dalang Du balik kematian adiknya, Rahma.


Saat di penjara dengan tuduhan yang malah mengarah padanya di saat Widia dinyatakan tidak bersalah, Sela masih pandai memanipulasi keadaan sehingga ia bisa melenggang keluar dari penjara. dengan alibi tidak ada motif untuknya menghabisi nyawa Rahma, apalagi Rahma merupakan adik kandungnya sendiri. karena tidak cukup bukti, akhirnya pihak kepolisian membebaskan Sela dari penjara.


Merasa rencananya menjebak serta memfitnah Widia tidak berhasil, Sela kembali merencanakan sesuatu dan penculikan yang terlintas di benak serta pikiran wanita itu. dengan memikirkan secara matang dan mencari cara yang baik akhirnya Sela berhasil menculik Widia yang tengah di rawat di rumah sakit. namun sepertinya semua usaha yang di lakukan Sela gagal, setiap kali ingin menjahati Widia, Gunawan selalu datang sebagai malaikat penolong.


Flash back of.


Gunawan masih terbaring di ranjang rumah sakit, kini gantian sang istri yang merawatnya.


Sudah dua hari sejak insiden penembakan, yang menjadikan Gunawan sebagai korbannya.


Untungnya peluru hanya mengenai lengan Gunawan, sehingga tidak terlalu membahayakan nyawa pria itu. meski begitu Widia kerap Kali berlinang air mata ketika teringat kejadian, yang hampir membuatnya Gila. di mana kejadian itu terjadi tepat di depan matanya, di saat sang suami terkapar dengan bersimbah darah.

__ADS_1


Seperti halnya kali ini, Widia kembali berlinang air mata, saat mengingat kejadian itu. di mana Widia begitu ketakutan, takut kehilangan sang suami untuk selama lamanya. membayangkan saja sudah membuat Widia tak sanggup, apalagi harus menjadi kenyataan, mungkin Widia tak akan sanggup lagi menjalani hidup.


"Kenapa menangis sayang, mas masih hidup belum mati sayang." tanpa sadar Widia memukul pelan lengan Gunawan, saat pria itu berucap demikian.


"Awhhh,,, sakit sayang."untungnya bukan lengan Gunawan yang terbalut perban yang tak sengaja di pukul Widia, namun begitu Gunawan berpura pura merintih kesakitan, meski pada kenyataannya pukulan Widia pada lengan kekarnya sama sekali tidak terasa sakit sama sekali.


"Ah sakit ya mas, maaf mas aku tidak sengaja, habisnya mas ngomongnya ngawur sih??." Widia mengelus lembut lengan Gunawan, sehingga membuat bibir pria itu berkedut menahan senyum.


Widia selalu nampak menggemaskan di mata Gunawan ketika terlihat polos seperti saat ini.


Tangan Gunawan beralih mengelus lembut perut Widia "Anak ayah apa kabar??." Widia tersenyum saat melihat Tingkah suaminya, Seolah tengah mengajak calon anaknya berkomunikasi.


"Dedek sehat ayah, Dedek sudah kangen bobo bareng ayah." Widia menjawab dengan nada menyerupai anak kecil.


Gunawan tersenyum" yang kangen Dedek apa mamahnya nih??." Gunawan sengaja menggoda Widia, sehingga membuat raut wajah wanita itu nampak memerah.


"Dedek bayinya lah, masa aku." karena malu Widia menyanggah perkataan suaminya.


"Beneran nih mamanya nggak kangen??." Dengan senyum menggoda Gunawan memandang Widia.


Gunawan tahu betul saat ini ia berhasil membuat istrinya malu, buktinya wajah wanita itu masih nampak merah merona.

__ADS_1


"Ya udah, kalau mamahnya nggak kangen, nggak papa deh ayah lama lama di rawat di rumah sakit." Gunawan menampilkan wajah yang di buat buat merajuk layaknya anak ABG.


"Apaan sih mas, ya kangen lah lagian istri mana yang nggak kangen sama suaminya." Kini Gunawan tersenyum puas, saat berhasil membuat istrinya itu mengakui perasaan rindunya.


__ADS_2