Akhirnya Aku Menyerah.

Akhirnya Aku Menyerah.
Perkara Toge.


__ADS_3

Gio dan juga sang istri kembali ke rumah mertuanya dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. dengan tangan kirinya Gio memposisikan tangan Putri di pinggangnya sementara tangan yang satunya lagi stay pada setir motor.


"Ma_s." ucap Putri dengan nada berat. putri merasa malu saat Gio memposisikan tangannya memeluk pinggang Gio, mengingat saat ini mereka berada di kampung halamannya. Di mana aksi mata tetangga mengalahkan kesigapan CCTV.


"Kenapa,. kamu malu??." tebak Gio. pria itu sedikit menoleh ke belakang agar bisa melihat wajah sang istri.


"Bukannya begitu mas hanya saja ini di desa mas bukan di kota, aku hanya tidak ingin tetangga berpikir yang tidak-tidak tentang kita. apalagi selama ini mereka tahu aku tinggal di Jakarta seorang diri tanpa kedua orang tuaku, aku tidak ingin mereka berpikir selama ini aku terjerat pergaulan bebas hidup di ibukota." terang Putri, berharap suaminya itu tidak salah paham dengan sikapnya.


"Kalau boleh jujur.... sebenarnya aku tidak peduli dengan omongan tetangga. namun begitu, ada hati dan perasaan kedua orang tuaku yang harus aku jaga dari prasangka buruk tetangga." Putri terus berbicara selama di perjalanan menuju rumah orang tuanya.


Sedangkan Gio masih diam seolah mendengarkan dengan seksama tanpa berniat menyela.


"Ternyata di balik sikap bar barnya, istriku memiliki kepribadian yang bijak." dalam hati Gio. pria itu nampak menarik ke samping sudut bibirnya.


Tiga puluh menit berlalu, kini motor yang di kendarai Gio memasuki gerbang rumah mertuanya. Putri yang baru saja turun dari motor nampak menatap intens ke arah Gio.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih mas senyum senyum sendiri??." tanya Putri heran.


"Tidak apa apa istriku sayang." jawab Gio sebelum ikut turun dari motor sembari mencubit gemas dagu istrinya. tak lupa Gio mengedipkan sebelah matanya ke arah sang istri, sebuah kedipan penuh makna.


"Aku Nggak nyangka mas, ternyata kamu itu genit juga" ujar Putri dengan tatapan di buat cemberut. "Apa salahnya genit sama istri sendiri." jawab Gio santai, sebelum keduanya berjalan memasuki pintu utama.


"Kalian sudah kembali??." ibunya Putri yang menyadari kedatangan anak dan menantunya berlalu meninggalkan kegiatannya menata meja makan dan segera menghampiri Gio dan Putri.


Putri mulai menangkap gelagat mencurigakan saat wanita paru baya itu menggiring putri dan menantunya ke arah meja makan.dan benar saja saat ibunya mengarahkannya untuk duduk di kursi meja makan, saat itu pula mata Putri nyaris keluar dari tempatnya.


"Tapi bu_" ucapan Putri yang hendak protes melayang begitu saja di udara saat ibunya mulai menyuapi dirinya.


Sedangkan Gio hanya diam sambil menahan senyum, ketika melihat drama istrinya dan juga ibu mertuanya. menyela pun rasanya Gio tak tega karena melihat raut wajah ibu mertuanya yang seperti sudah sangat merindukan kehadiran seorang cucu di usianya yang sudah tidak muda lagi.


*

__ADS_1


"Oek....oek....oek...."Putri nampak memuntahkan semua isinya perutnya di kamar mandi kamarnya, sampai wajah cantiknya kini terlihat sedikit pucat. untungnya ada Gio yang nampak siaga memijat tengkuk sang istri.


Meski merasa iba melihat sang istri yang terus memuntahkan isi perutnya, namun wajah Gio nampak menahan senyum agar tidak pecah dan terdengar oleh istrinya.


"Sepertinya ibu sudah tidak sabar ingin menimang cucu sampai sampai maksa kamu makan makanan itu." Ucapan Gio membuat Putri sontak memandang ke arahnya.


"Mau makan toge sekarung juga nggak bakal ngaruh kali mas, kalau segelnya saja belum dibuka." ucap Putri yang masih nampak kesal mengingat drama antara dirinya dan sang ibu. apalagi di saat Putri mulai memuntahkan isi perutnya ibunya malah tersenyum karena berpikir yang iya iya heeeeheeeeehee.


Tidak sadar dengan ucapannya barusan, Putri nampak bingung saat melihat suaminya tersenyum menyeringai usai mendengarkan ucapannya.


Gio mengusap lembut bibir Putri"Jadi kapan rencananya kita buka segel??." mata Putri membulat sempurna saat mendengar kalimat vul_gar suaminya.


"Kamu ini ngomong apa_" Ucapan Putri melayang begitu saja di udara saat Gio mulai mengikis jarak dj antara keduanya. Putri hanya diam saja saat mulai merasakan suatu benda kenyal yang kini menempel di bibirnya.


Perlahan Putri mulai memejamkan mata menikmati ciuman Gio yang lama kelamaan berubah menjadi lumayan yang menciptakan suara decapan.

__ADS_1


__ADS_2