Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 100 Tamat


__ADS_3

"mah " panggil Akbar mengejutkan warna yang sedang duduk di depan cermin.


"mama sangat cantik " ucap Akbar, ya warna memang terlihat begitu sangat cantik dengan gaun hijab moderen berwarna putih yang nantinya senada dengan surya.


" makasih sayang, kamu juga sangat tampan memakai jas beginian nak" ucap Akbar


"mah, jangan sedih lagi ya mah jangan nangis di tengah malam lagi seperti dulu, Akbar ngak suka lihat mama nangis , Akbar berdoa semoga mama selalu bahagia aammin" ucap Akbar


" iya sayang , kebahagiaan mama hidup nya mama bersama kalian nak, kamu Attar dan Zahira , apa Akbar bahagia sayang" tanya warna


"Akbar bahagia mah sangat bahagia , ayah Surya orang yang baik, Akbar tahu itu dan Akbar juga bahagia karena nambah saudara dua lagi bang Niko dan Chika " ucap Akbar bahagia , warna tersenyum mendengar hal tersebut


"mah maafkan papa ya mah " ucap Akbar sendiri melihat ke bawah


" nak " warna memegang wajah akbar


"Akbar tahu semuanya yang di perbuat papa sangat menyakiti mama , dan Akbar juga sedih akan itu mah tapi " Akbar seperti tak sanggup meneruskan omongan jya


" tapi bagaimana pun dia tetap papa Akbar ,Attar dan Zahira " jawab warna tersenyum


"kamu hebat sayang, hati mu begitu polos dan baik, mama sudah memaafkan semua yang papa lakukan ke kita, mama sudah mengikhlaskan semua yang terjadi di masa lampau nak, karena mama percaya akan takdir Allah nak , begitu pun dengan kamu sayang kamu juga harus ikhlas dengan apa yang terjadi pada kita di masa lalu " sambung warna


" iya mah" jawab Akbar dalam pelukan warna


Para tamu telah berdatangan, semua keluarga besar pun telah duduk pada tempat yang telah di sediakan.


Acara pun akan segera di mulai, Surya telah duduk pada tempat akad yang telah di sediakan oleh WO.


" yang kita tunggu tunggu , pengantin wanita akan segera memasuki ruangan " begitu lah lebih kurang nya suara MC terdengar


Tak lama kemudian warna muncul dari pintu utama yang di apik oleh Chika , serta di belakang mereka ada bodyguard bodyguard kecil siapa lagi kalau bukan Niko dan Akbar beserta Attar yang berada di tengah tangah mereka.


Mata Surya tak berkedip bahkan tak bisa berpindah ke lain arah selain melihat warna.


" awass itu liur bro, tisu tisu " Andri meledek dan mengagetkan Surya .


"apa an sih loe" ucap Surya malu

__ADS_1


"itu liur loe" ucap Andri , spontan Surya membersihkan bibir nya. Melihat kejadian tersebut orang orang di sekeliling Surya langsung tertawa .


"bro bro , kayak nikah yang pertama aja loe" jahil Andri


" udah udah jangan ganggu Surya, gih kamu lihat lihat mana tau ada yang cocok sekalian bareng Surya aja sekarang" ucap mama Surya kepada Andri , mendengar mama nya meledek Andri ,Surya tertawa bahagia.


"mamah kok gitu sih " jawab Andri tak terima di ledek


"iya kamu kapan Kawin nya? ingat umur dong, perlu mama yang Carikan " tanya mama ke Andri


" ngak usah dulu mah, hehehe masih mau mencoba sendiri" Andri cengengesan


" kelamaan kamu mah ndri, hati hati lo, kasihan tu" ucap mama makin iseng Dengan berbisik


"kasihan apa mah" jawab Andri penasaran, mama mendekati telinga Andri


"kasihan si Ucok , kelamaan nanti letoy hahhaha" mama berbisik kepada Andri , tentu Surya juga mendengarkan hal tersebut karena Surya juga mendekati telinga nya dekat sumber suara .


" hahahha hahah letoy ndri letoy" bisik Surya yang tak kuat menahan tertawa , wajah Andri merah padam karena malu dan sedikit kesal


" ini minum biar bugar dan nge hilangi kesal" mama nyodorkan mineral ke Andri


Akad akan segera di mulai, Surya dan warna telah duduk di tempat yang telah di sediakan begitu pun dengan pak penghulu beserta ayah warna pak Syamsu , kedua saksi dari kedua belah pihak juga sudah menempati kursi mereka masing masing.


" SAH" terdengar suara dari kedua saksi, yah Surya tak perlu dua bahkan tiga kali mengucap janji suci. Cukup satu kali semua nya selesai.


"Alhamdulillah" ucap semua orang yang berada di dalam ruangan


"mendesak kali ya bro, terburu buru amat ucapin akad nya" bisik Andri dari belakang


" hmmm takut letoy " bisik Surya ke Andri sambil tersenyum bahagia , mendengar itu Andri cuma bisa geleng-geleng kepala. Karena ingin mengejek eh terejek balik .


Sekarang Surya dan warna telah berdiri di atas pelaminan cantik yah Mereka menjadi ratu sehari . Mereka sedikit sibuk karena para tamu yang datang lumayan rame dan tentu mereka pegel setiap orang yang datang di Salamin.


"sayang kamu capek ya" ucap Surya kepada warna


"ha' apa mas?" jawab warna pura pura ngak dengar karena ia malu dan masih belum terbiasa di panggil sayang

__ADS_1


" mau aku ulangi lagi, kamu harus terbiasa lo dengan sebutan sayang hehehhe lucu kan sayang " ucap Surya tak menghiraukan pipi merah merona warna karena malu


" hmmm iya ya mas" jawab warna pelan


" sayang kamu panggil aku dengan sebutan sayang juga dong, kalau ngak cinta deh cinta masak mas terus sih" ucap Surya bikin warna tambah gerogi aja ya Mak 😄


" apa an sih mas, itu ada tamu malu nanti mereka dengar " jawab warna mencari alasan


"panggil dong yank, kalau ngak mau panggil aku sayang, aku teriak ni supaya kamu mau panggil aku sayang, kamu kebayang ngak aku ngomong pake mikropone itu, lalu aku akan ngomong gini *istri ku sayang panggil aku dengan sebutan sayang dong* mau aku gitu " ancam surya bercanda


ya Allah gini amat ya , belum sampe sehari aku udah jantungan aja dibikin ini orang bathin Surya


" oke oke mas, aku panggil deh, hmm saa saayang kamu capek ngak" jawab warna tebata bata


" iya nih sayang , aku capek nanti malam pijitin ya yank" jawab Surya membuat warna melalakan matanya tak percaya atas jawaban surya


"gitu amat matanya yank, kamu ngak tahan lagi kalau gitu yok kita ke kamar" sambung Surya


"ha' ya Allah , ngak kok mas aku masih waras normal ngak gitu gitu amat" jawab warna kwatir Surya nekat


" kamu ketakutan tu kayak nya yank, takut apa hehehe" Surya ledekin warna


"hmm anak anak ayok kita photo sayang" panggil warna mengalihkan pembicaraan ,


" tunggu nanti malam ya sayang " Surya berbisik membuat bulu kuduk warna bergindik


" jangan bayangkan sayang" sambung Surya


"ayok berdiri yang rapi ya, kita foto keluarga dulu, Zahira ayok sini sayang" ucap warna tak menghiraukan omongan Surya dan membawa Zahira yang mulai pandai berjalan satu langkah satu langkah .


ckrekk ckrekk itulah foto mereka ber 7 keluarga komplit lengkap dengan bahagia 🙏


Terimakasih semuanya reader yang telah berkenan mampir di novel author ya, terimakasih like vote nya🥰🥰🙏


banyak yang mintak untuk season 2 nya, author ada rencana mau bikin tapi tidak dalam waktu dekat ini, karena author mau meneruskan novel ke dua author yang berjudul " Takdir seorang gadis desa" mampir ya reader 🥰🥰🥰


TAPI TIDAK PERLU KWATIR KARENA INSHAALLAH AUTHOR AKAN MENULIS EPISODE BONUS UNTUK NOVEL AKU DI MADU SAAT HAMIL ANAK KE TIGA INI...DI TUNGGU YAAAAAA....

__ADS_1


JANJIII DEHHH AKAN BEBERAPA EPISODE BONUSSS..HEEHEHHE


__ADS_2