Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 53. Pov Surya VS pov Arsya


__ADS_3

POV ARSYA


"Ah sial, percuma dong nangis nangis nelfon papah semalam, malah aku yang kenak tabok, ah bang Roki pun percuma aja ngekor papah tapi ngak ada guna" Arsy nendang dinding kos nya.


Ting , pesan masuk di handphone milik Arsya


✉️"mas mana transferan kemarin, katanya mau ganti duit wati yang dipakai untuk bayar nginap hotel kemarin, mas bohong aja, katanya mau ambil lagi uang yang di tarik warna lewat buku tabungan mas, mana bukti nya, mas Arsya bohong" isi pesan dari wati


"ah ini lagi si Wati uang uang uang yang selalu ia tagih, kalau tidak karena warna yang mengambil uang dari buku tabungan , mana mungkin aku memakai uang nya Wati, sial "


Arsya POV end


..


..

__ADS_1


..


..


SURYA POV ON


"lima tahun yang lalu, kira kira dua bulan setelah kelahiran anak perempuan yang kami tunggu tunggu, ya Chika itu nama yang kami kasih, sempurna nya hidup begitu ku rasa, bahagia tiada tara, hingga istri yang sangat ku cinta meninggal kan kami untuk selama lamanya, aku pernah marah, aku pernah membenci takdir ,kenapa ini terjadi dengan kami, kenapa ini terjadi dengan saya, kenapa harus anak anak saya yang merasakan kehilangan ibu nya di umur mereka yang masih kecil"


"Aku masih ingat, bagaimana teriakan anak laki laki ku Niko yang memasuki umur 6 tahunan pada saat itu, anak yang selama ini, ceria, aktif, selalu membuat orang tersenyum, malah sekarang ia terkesan menutupi dirinya, tak sengaja aku pernah mempergoki Niko sedang menenangkan adiknya Chika lagi menangis karena rindu kepada bunda nya, awalnya aku bahagia ternyata anak ku Niko sangat kuat, ia sudah bisa menerima kenyataan yang pahit ini, tapi seketika senyum ku hilang, saat aku akan menemui nya dalam kamar sendiri an, ternyata anak laki laki ku menyembunyikan tangisan dan rindu nya terhadap bundanya , ia menangis sejadinya di sambil memeluk photo bunda nya sambil berkata "Bunda Niko rindu, sangat rindu, Niko rindu semuanya tentang bunda, Niko juga mau seperti teman teman Niko bund, yang dimasakin bekal untuk kesekola, maafin Niko bund, Niko cengeng Niko cuma pura pura kuat di depan adik supaya adik tak menangis lagi", begitulah ucapan anak ku Niko"


"Aku egois!! itulah yang adik sepupu ku katakan , ia shindy wanita berpendidikan dengan karir cemerlang di waktu lajangnya yang sekarang rela ia lepas begitu saja demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya , hmmm walau sekarang ia menjajahi jualan online, saya kira itu hanya mengisi kekosongan nya, bagaimana tidak melebihi kebutuhan nya jauh tercukupi oleh suami yang punya beberapa usaha di kota ini bahkan ada yang punya cabang di luar kota, ah cukup cerita Shindy yang menyebalkan itu"


"Mas Surya jangan egois dong, ingat anak anak mas, emang mas ngak dengar pembicaraan anak anak kemarin di rumah aku, apa ngak ada tergerak hati mas sedikit pun, mas sudah lima tahun lamanya mas, pleass move on, aku tahu ini ngak gampang buat mas, tidak ada seorang pun yang menyuruh dan memaksa mas untuk melupakan mbak Amel , tidak ada mas, mbak Amel tidak akan pernah tergantikan sebagai istri pertama dan bunda kandung nya anak anak , tapi bukak hati mas untuk wanita lain, demi anak anak, mereka butuh seorang mama yang tulus menyayangi mereka mas" seperti itu lah perkataan shindy terhadap ku, dia adik sepupu yang jauh di bawah ku, ingus nya aja dulu di masa kecil aku yang bersihkan, sekarang malah dia pandai menasihati ku, mau ku jitak aja kepala nya Shindy "


" Hingga berapa minggu kemarin, aku di kenalkan dengan seorang tetangga nya, yang kata shindy butuh bantuan , saking baik nya dia , malah di mau menanggung semua biaya tetangga nya yang akan menjadikan saya pengacara nya, awalnya saya terkejut kenapa sebegini nya dia, akhirnya aku meminta Shindy untuk menceritakan semuanya dari awal mengenai warna, ya warna namanya, shindy menceritakan semuanya dari awal"

__ADS_1


"bagaimana tidak pilu hati mendengar, warna di madu saat hamil anak ke tiga, bahkan setelah anak tersebut lahir suami nya masih berselingkuh padahal hidup mereka pun standa standar aja malah jauh dari kata kaya itu lah yang saya dengar dari shindy, karena mendengar semua itu hati saya tergerak untuk bertemu dan membantu dia dengan suka rela , karena untuk apa jabatan yang saya punya, rezeki yang ada kalau bukan untuk membantu orang yang lemah "


"Singkat cerita akhirnya hari itu tiba saat dimana saya bertemu dengan warna yang di temani Shindy di sebuah kafe, pertama kali bertemu dengan warna saya sedikit terkejut kenapa ada laki laki yang mau menghianati dia, dia cantik , kulitnya bersih namun sayang kelihatan sekali banyak pikiran dan tekanan bobot tubuh nya di bawah rata rata, agak kurusan memang di tambah lagi mungkin karena masih ASI, dia hanya berdandan simpel , memakai hijab berwarna hitam, kalau dibandingkan shindy jauh sekali sederhana nya penampilan warna , bodohnya laki laki yang menyia-nyiakan dia"


"setiap kali aku mau bertemu sama warna atau komunikasi lewat handphone kenapa ada rasa lain di hati ku, apa aku mengagumi nya, menyukai nya, menyayangi aku rasa belum, yang pasti ini bukan rasa kasihan ,ah entahlah lah yang pastinya aku harus menetralisir keadaan hati ku setiap kali mau ketemu warna, dan selalu berkata ia warna sama dengan klien ku yang lain, tapi tidak saat aku melihat suami nya maksud ku calon mantan suaminya masih saja datang setelah penggerebekan nya , dia memohon ke pada warna untuk memberi lagi harapan kedua eh salah harapan ketiga yang tepatnya, awalnya aku takut warna akan luluh aku melihat dari sebalik pagar calon mantan suami nya bertekuk lutut bahkab bersujud kepada warna untuk memohon , aku melihat warna tetap pada pendiriannya untuk bercerai"


" Karena sudah terlalu lama aku melihat adegan seperti di TV TV, dan tak enak juga mengintip bersama Shindy di belakang ku, bukan mengintip tapi melihat dan mendengar maksud ku, aku dengan santai berjalan dan menjawab ucapan Arsya suami nya untuk saat ini , dan tentu aku memperkenalkan diri sebagai pengacara nya warna , benar toh aku memang pengacara nya untuk mengurus perceraian dia dengan suami nya, seperti nya Arsya sedikit terkejut, syukurin deh, semoga tak banyak lelaki seperti ini di muka bumi ini tentunya "


Halllo semuanya..


terimakasih telah mampir..


jangan lupa like dan vote ya serta hadiah nya hehehe


maaf masih banyak yang typo..

__ADS_1


__ADS_2