Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 73 judul tak ada


__ADS_3

POV Arsya


Bagaimana saya di tidak kepanasan, tidak hanya anak anak saya yang memanggil pengacara tersebut dengan sebutan ayah, anak anak pengacara itu juga memanggil istri ku eh maksud ku mantan istri ku warna.


Sejauh ini hancur nya hidup saya, saya menyesal sungguh saya menyesal tapi apa harus secepat ini warna mendapat kan pengganti ku, sialnya pengacara tersebut jauh lebih segalanya dari saya.


Sudah mati matian ambil cuti dua hari untuk pulang kampung dan membujuk papa ke rumah warna yang dapat cuma penghinaan, belum lagi besok pagi saya di panggil bos di tempat kerja. Semua nya menjauh , jangan kan dua wanita satu wanita aja menjauh , bukan menjauh tapi sama sekali tidak melirik saya bahkan.


Keluarga ku hancur, aku berpisah dari anak anak ku, rumah motor bahkan uang pun aku tak kebagian.


POV Arsya off


.


.


.


" ini nak Surya oleh oleh dari kampung " pak Samsu meletakan satu karung penuh dekat mobil Surya , tentu Surya sedikit terkejut dengan apa yang di lihatnya


"ini apa pak" tanya Surya penasaran


"isi nya tengok aja nanti pas sampe di rumah mu " jawab pak Surya


"heheheh tapi jangan menghayal ya mas, dalam karung tersebut ada si pelangi wkwkwkwk" ledek sari sambil tertawa

__ADS_1


" isinya belum pelangi mas, kalau mau pelangi banyak syaratnya, emang sanggup ? tutur bagus


"satu paket lengkap mas", tutur Desi


" sangat sanggup dong, yang jadi pertanyaan si pelangi nya sanggup ngak nerima paket komplit juga hehehe" Surya sambil lirik warna , tapi warna mendengar ocehan ocehan tersebut hanya tersenyum tanpa menanggapi


"Si pelangi ngak ada sahutan tuh, cuma senyum aja " sambung Surya sambil memasukkan karung ke dalam mobil


"sudah sudah pelangi pelangi nya, kalau sanggup mintak langsung sama pemilik nya " ucap ayah warna santai


"Siap pak bos" ucap Surya memberi hormat spontan , setelah itu dia malu sendiri karena ucapan nya


"yakin bener mas" ucap bagus


"ampun deh di keroyok, ayok Niko Chika pamit sama kakek, oom dan tante nya , serta mama " ucap Surya lirik warna jahil


" mah, Niko pulang duluan ya , mamah jangan lama lama disini kasihan tuh ayah nanti demam karena rindu kata oma gitu mah " ucap Niko dengan santai nya


"Niko kamu ya suka kali bikin ayah malu " ucap Surya jengkel


"Napa harus malu yah, kata oma kalau rindu jujur aja dari pada tersiksa" jawab Niko


seperti nya mulut mama harus di rem kalau ada Niko, aku lupa kalau dia sudah remaja Bathin Surya


"ya udah cepatan pamit nya , katanya mau pulang" ucap Surya mengalihkan pembicaraan, sedangkan Niko menyalami satu per satu anggota keluarga warna

__ADS_1


"mau Chika pulang dulu ya, Chika pasti rindu mama kayak ayah rindu mamah, tapi kalau mama rindu Chika , mama jangan galau dan ngak keluar kamar ya mah" ucap Chika seperti orang dewasa.


"soalnya omaa bilang ayah galau kalau rindu mama habis itu ayah ngak mau keluar kamar, emang galau itu apa ya mah" tanya Chika polos yang membuat orang orang disana tertawa dan tentu Surya memukul jidatnya karena kepolosan anak nya sendiri


"oke sayang, hati hati di jalan ya nak, mamah akan secepatnya balik ke kota" ucap warna memeluk Chika


Setalah sesi pamitan nya selesai, Surya Chika dan Niko masuk ke dalam mobil, saat mulai memajukan mobil Surya kaget karena di hadang bulek katini dari depan dengan membentangkan tangannya , Surya tentu langsung keluar, begitu juga dengan warna dan yang lain nya juga kaget


"kamu mau pergi gitu aja, ngak ada pamit pamit nya sama saya?" ucap bulek katini tentu mendengar tersebut Surya menelan air ludah karena lumayan ngeri wkwkks


"ngak buk, saya kira ibuk nggak datang makanya saya mau pergi, tadi kami nunggu nunggu ibuk kok, ya kan pelang eh na " tanya Surya ke warna berharap mengiyakan ucapan nya


"iya bulek tadi mas Surya mau langsung pergi dan mampir di rumah bulek terlebih dahulu eh ternyata bulek sampe sini" ucap warna berbohong dari pada panjang permasalahan nya


" hmmm ini oleh oleh untuk mama mu di kampung, bilangin ya ini dari bulek warna " ucap bulek menekankan


"iya buk terimakasih banyak buk" ucap Surya


"satu lagi nak Surya , ingat fitnah kalau terlalu sering bersama janda, sering bertemu sering komunikasi " ucap bulek katini melihat lekat Surya


"pikir kan dengan panjang dan matang nak Surya , kamu orang berpendidikan tentu tahu apa resikonya kalau mendekati bahkan menikah janda 3 anak, kamu siap menjadi ayah sambung untuk mereka?"


"jangan jawab sekarang, dan jangan asal jawab, pikirkan lah terlebih dahulu, dan katakan jawaban mu ketika sudah sampai waktu nya" ucap bulek Katini sebelum Surya menjawab


Setelah semuanya berpamitan dan mendengarkan ocehan dari buk katini Surya dan anak anak sekarang sudah dalam perjalanan pulang ke kota

__ADS_1


Mohon maaf semuanya up sedikit dan dua hari ngak update, karena author lagi sibuk banget dua hari ini tapi InshaAllah mulai besok author akan up sering sering ya..


__ADS_2