
Surya dan Andri telah sampai di sekolah Niko dan Chika .
"ayah, tante Anel maksa membawa kita " ucap Niko ketika Surya sampai di dekat mereka
"terimakasih buk, telah menjaga anak anak saya" ucap Surya ke seorang guru sambil mengusap kepala Niko dan Chika
"sudah kewajiban kami pak Surya , baiklah pak kalau begitu saya pamit dulu berhubung bapak sudah datang ,kerena seperti nya ini masalah kekeluargaan bapak " ucap guru tersebut
"silakan buk, sekali lagi terimakasih banyak" ucap Surya yang di jawab anggukan oleh ibuk guru tersebut
"kamu memang tak pernah berubah anella" cerocos Andri
"hey kamu Andri si anak pungut, sudah kembali rupa nya" ucap anella dengan kasar
"jaga omongan mu Anella, kepada siapa kau bicara ,Andri adik ku bukan anak pungut, terlebih lagi kau bicara dekat anak anak ku" jawab Surya
" jangan pernah jemput atau membawa anak anak ku lagi tanpa seizin ku" sambung Surya
"mereka juga anak anak ku" jawab anella
"kata siapa anel? Mereka anak mbak amel dan mas Surya " jawab Andri.
"apa kau lupa Amel adalah saudara kembar ku, dan aku juga berhak atas anak anak " jawab anella.
"dan apakah kau juga lupa Anella, bagaimana perbuatan perbuatan mu kepada mbak Amel semasa hidupnya, apa perlu aku ingat kembali" sambung Andri
sial seperti nya aku harus melakukan sesuatu anella berkata dalam hati
Dengan berat hati Anelka berangsur pergi , belum sampai lima langkah anella menjauh surya dan lainnya , Niko memanggil
"Tante anella" panggil Niko
"iya sayang, kamu mau ikut Tante yok kita jalan jalan " anella bahagia karena ia mengira Niko memanggil nya ingin ikut bersama
" ngak Tante Niko cuma mau bilang, Tante memang kembaran bunda dan Tante punya satu wajah dengan bunda, tapi beda nya bunda baik dan Tante jahat " ucap Niko lancang, anella kaget mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Niko , begitu pun Surya dan Andri juga tak kalah terkejutnya.
"apa begini didikan mu mas Surya, andai kau izinkan aku ikut serta merawat mereka tentu tidak akan begini jadinya" jawab anella
__ADS_1
" haha hahha haha anella anella , kalau ngomong suka ngada ya, mikir dulu baru bacot, apa tadi kamu bilang? merawat mereka? kapan kau berniat merawat mereka? belum kering tanah pemakaman mbak Amel kalian sudah pergi ke luar negeri , apa itu yang kata mu ingin merawat mereka? jawab Andri lancang dan anella tentu sekarang dengan wajah bengis memerah
"tunggu tunggu dan sekarang kau ingin merawat mereka ? kenapa Anella? kenapa baru sekarang? apa mungkin karena...." omongan Andri terputus
"karena apa anak pungut?? ha' kau tak usah ikut campur karena ini bukan urusan mu? kepergian kami ke luar negeri tentu kau pun juga tahu itu karena mama saya tak bisa menerima kenyataan bahwa mbak Amel meninggal dan apa salah kami membawa pindah sejenak untuk menenangkan hati" jawab anella
"sudah lah anella, jangan banyak alasan dan bacot lagi , silakan pergi dari sini kami tak membutuhkan mu " jawab Andri
"Kau " Anella menunjuk Andri dengan emosi dan langsung pergi
Butik..
"Akbar ada yang mau bicara dengan kami sayang" ucap Surya sambil membawa handphone menuju Akbar yang sedang duduk dekat warna
"siapa yah" tanya Akbar
"coba aja dulu ngomong nanti juga Akbar mengetahui nya sendiri " jawab Surya
Tentu tak hanya Akbar yang penasaran, Andri , Shindy begitu juga dengan warna juga saling lirik tak mengetahui apa maksud Surya
"Hallo" ucap Akbar
"papa " Akbar tak kuat menahan tangisnya
"huss jangan nangis sayang, Akbar anak pertama papa anak kuat dan pintar , kalau Akbar nangis nanti adik adik juga nangis, papa tahu kamu anak kuat sayang" ucap Arsya di seberang sana tentu di tempat yang seharusnya Arsya berada sekarang yah penjara
"papa dimana? kenapa papa ngak pernah lihat dan temuin Akbar , Akbar rindu pah" jawab Akbar sambil menangis
"nak, maafkan papa sayang, sekarang papa lagi sekolah sayang, papa juga sangat rindu Akbar dan adik adik " jawab Arsya yang terdengar juga menahan tangis
"sekolah? papa kan udah besar kenapa harus sekolah lagi pa" jawab Akbar tak percaya
"sekolah papa ini beda nak, karena kemarin papa bikin kesalahan yang sangat besar jadi papa harus sekolah dulu untuk menghapus kesalahan papa yang kemarin, dan dengan sekolah ini papa akan lebih baik lagi kedepannya sayang" jawab Arsya bijak menjawab pertanyaan anak nya
"lama ya pa sekolah nya" tanya Akbar
"ngak kok sayang, ngak lama kalau papa udah selesai sekolah nya papa pasti akan jumpain Akbar dan adik adik" jawab Arsya
__ADS_1
"tapi pa gimana kalau Akbar rindu papa sebelum sekolah papa selesai pah" tanya Akbar terisak
"nak kamu ngak perlu risau dan sedih , kalau Akbar rindu papa , Akbar bisa bilang ke ayah Surya , nanti ayah Surya yang akan hubungi sekolah nya papa" jawab Arsya
"benaran pah " tanya Akbar
"benar nak, sekarang tugas Akbar adalah menjadi anak baik pintar dan kuat ya nak, jadilah yang terbaik dan jauh lebih baik dari papa mu ini nak, nurut sama mama dan ayah mu nak" jawab Arsya
"iya pah, Akbar sayang papa" jawab Akbar
"papa juga sayang Akbar , sekarang tolong Akbar kasih handphone nya ke ayah Surya lagi ya nak, baik baik ya ingat pesan papa ya sayang" ucap Arsya
"hmm baik pah" Akbar sambil memberi hp ke Surya
"hallo mas Arsya " ucap Surya
"iya mas Surya, terimakasih banyak telah membantu kami mas, Terimakasih telah menyayangi anak anak saya, boleh saya mintak tolong satu lagi ke mas Surya" tanya Arsya di sebelah sana
"iya apa itu" jawab Surya
"tolong lindungi dan bahagiakan mereka, cukup saya yang menorehkan luka dan kepedihan di hati mereka , saya menyesal tapi tentu tidak akan mengubah keadaan , sekarang saya sudah ikhlas dengan semua yang terjadi mas karena memang kesalahan saya, semoga mas dan warna beserta anak anak selalu bahagia dan di lindungi Allah yang maha kuasa Aaamminn" ucap Surya di sebelah sana
"Aaamminn , InshaAllah kamu tak perlu kwatir mengenai hal itu", jawab Surya singkat
"baik lah mas , assalamualaikum" arsya
"waalaikumsalam" Surya
Surya melihat sekeliling nya, sunyi keaadan sendu seperti terhipnotis , iya mereka merasakan apa yang di rasakan Akbar terutama warna yang sedih terharu melihat anak nya.
"hemm" suara deheman surya mengalihkan keheningan
"mmm mas terimakasih banyak ya, kamu sudah membuat Akbar berbicara dengan papa nya, nak bilang makasih ke ayah Surya " ucap warna , mendengar itu Surya tersenyum
"yah makasih ya yah udah sayang Akbar " ucap Akbar sambil memeluk Surya
"makasih juga udah hubungi papa nya Akbar " sambung Akbar
__ADS_1
"sudah kewajiban ayah untuk memberi kebahagiaan kepada anaknya , apa pun yang membuat anak nya tersenyum dan bahagia pasti akan di lakukan oleh seorang ayah nak" ucap Surya ..