Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
bab 23. Perjanjian


__ADS_3

"berkas apa ini dek" tangan Arsya gemetaran mengambil berkas tersebut


"bukak saja " ucap warna dengan senyum


mata Arsya tak berkedip , dan fokus membuka berkas tersebut...


...Surat perjanjian...


Pihak pertama : warna


Pihak kedua : Arsya


Surat ini di tulis dalam keadaan sehat oleh kedua pihak tanpa paksaan. Surat ini bertujuan untuk supaya pihak kedua selaku suami dari pihak pertama (warna) tidak melakukan kesalahan yang sama yaitu berselingkuh. Jika pihak kedua masih mengulangi kesalahannya berselingkuh maka Pihak pertama mempunyai hak untuk bercerai secara baik baik dengan pihak kedua, serta harta dalam bentuk apa pun jatuh ke tangan pihak pertama (warna) dan anak anak, termasuk Rumah, motor, dan lain lain nya. Pihak kedua tidak mendapatkan apa apa kecuali pakaiannya saja dan tidak lebih. Serta setelah bercerai pihak kedua berkewajiban memberi nafkah ke anak anak nya setiap bulan. Demikian isi surat perjanjian ini.


...Diketahui...


...Pihak pertama pihak kedua...


Warna (istri) Arsya (suami)

__ADS_1


Demikian isi surat perjanjian tersebut yang di Lampiri dengan materai 10.000.


"jika kamu sanggup dan setuju silakan tand tangani surat perjanjian ini mas, tapi kalau tida bisa ayok kita berpisah secara baik baik" ucap warna pelan


"mas sanggup dek, akan mas tanda tangani" sambil menanda tangani surat perjanjian tersebut


"baik lah mas, semoga ini awal yang baik untuk rumah tangga kita ya mas" ucap warna sambil mengambil surat tersebut dan membawanya ke kamar anak anak.


"oo ya mas, selamat malam ya, semoga mimpi indah" sambung warna


"dek, sampai kapan kamu tidur di kamar anak anak, kamu ngak kasihan sama aku" jawab Arsya iba


"sampai hati ku sehat mas, dan masalah kasihan, coba tanya sama diri kamu mas, apa kamu ngak kasihan ke kami kemarin waktu kamu berselingkuh" ucap warna menutup pintu kamar anak anak anak


Matahari mulai memancarkan sinarnya, waktu berlalu, bulan pun berganti. Antara Arsya dan warna belum ad perubahan besar, warna masih sakit hati, sedangkan Arsya tidak patah menyerah untuk mengambil kembali hati istrinya.


"Dek, besok pagi mas, di utus bos ke kota X, ada tugas disana, gimana keadaan mu dek apa ada tanda tanda nya, karena kan kandungan udah masuk sembilan bulan, mas kuatir ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini dek " ucap Arsya sedang makan malam


"iya mas, ngak apa mas, pergilah kan itu tugas mu, yang penting kamu tetap di jalan yang benar dan mencari rejeki yang halal" ucap warna santai

__ADS_1


"iya dek, mas tidak akan lagi mengulangi perbuatan yang sama "ucap Arsya sambil menggenggam tangan warna


"iya mas, buktikan lah, karena aku tidak butuh kata kata " ucap warna sambil menarik tangannya


"iya dek mas janj tidur la dek mas mau packing baju untuk besok " ucap Arsya sambil berdiri


" sini saya bantu mas, baju mana saja yang akan mas pakai nanti, dan untuk berapa hari mas " ucap warna sambil membuka lemari


"cuma dua hari kok dek, baju uni saja dek dan ini" jawab Arsya sambil menunjuk baju yang akan di packing dengan tersenyum karena arsya bahagia warna sudah mulai memperdulikan nya.


"baiklah mas, semuanya sudah, besok tinggal berangkat lagi, dan selamat istrahat mas", ucap warna melangkah kan kaki nya keluar, belum sampai keluar Arsya menahan tangan warna


"maaf mas, jangan paksa aku untuk tidur sekamar dengan mu mas, aku belum bisa" sambung warna


"mas tidak memaksa dek, mas cuma mau mintak terimakasih , kamu udah mulai peduli ke mas " jawab Arsya dengan senyum, walaupun hatinya kecewa karena warna menolak..


Hallo semuanya..


terimakasih ya...

__ADS_1


author mintak like dan vote nya dong 🙏😍


maaf ya up nya lama dan pendek pendek harap maklum yaaaa🙏😍


__ADS_2