
"jadi mertua kaka yang datang kemarin " tanya bunda Shasha , dan dibalas anggukan oleh warna
"emang ya, kadang orang lupa menyekolahkan mulut, sehingga tak berfikir terlebih dahulu, baru bicara" ucap bunda Kinara
" apa benar aku serakah bund, aku tak punya malu itu yang di bilang Abang nya mas Arsya " tanya warna sedih
"ngapain mikirin orang yang ngak waras sih kak, pikirkan saja bagaimana rencana kaka kedepannya, jangan pikirkan yang macam macam yang bikin mental kaka down" ucap bunda Shasha sedikit memberi nasihat
"hmm setuju tu mam, yang di bilang bunda Shasha, jangan pikirkan hal hal yang tidak berguna seperti itu, fokus ke perceraian mam, dan setelah semuanya selesai rencana mam selanjutnya apa? itu yang harus mam pikirkan, karena mam punya tiga anak , aku bukan meremehkan mam, malah aku kagum dengan ketabahan mam, tapi kalau tidak dengan rencana yang mantang nanti mam bisa kacau Lo, jadi mulailah membangun impian yang baru mam" ucap bunda Kinara
"iya benar tu kata bunda Kinara, yang serakah dan tak tahu malu itu ya mas Arsya sendiri lah, mas Arsya pelaku kok merasa korban, aneh banget " ucap bunda Shasha sewot
"iya bunda, kemarin mas Surya sudah daftarin gugatan cerai kami ke pengadilan, dan sekarang tunggu surat panggilan sidang aja lagi" ucap warna
"itulah bund, aku masih ragu, kalau aku tetap di kota ini , langkah apa yang harus aku ambil, aku bisa bekerja, aku yakin kantor tempat bekerja ku terdahulu masih mau menerima ku, tapi bagaimanapun dengan anak anak, apa ia mereka harus ku titip kan, aku berat untuk menitip kan anak anak bund, tapi jika tidak bekerja apa yang bisa ku lakukan dari rumah? Sekarang aku memang jualan online, tapi aku tak yakin bund, aku tak yakin kebutuhan kami terpenuhi kalau hanya mengandalkan online shop, kan bunda tahu sendiri tidak rame setiap Minggu orang yang order ke kita bund, " jelas warna panjang lebar
"Tapi kalau aku di kampung, mengolah apa yang ada di kampung, anak anak masih bersama ku dan InshaAllah hasil dari ladang lebih dari cukup untuk kami, sekalian online shop akan tetap ku jalani dari kampung bund, tapi rumah disini bagaimana? berat hatiku meninggal kan rumah ini bund, sungguh aku bingung, ada saran dan solusi ngak bunda bunda" sambung warna
"Mana mam yang yakin aja mam, mam punya lahan yang lumayan luas, pengolahan awal butuh modal yang cukup besar la mam, kalau disini mam bisa bekerja kantoran tapi anak di tempat penitipan , bingung juga sich mam" ucap bunda Kinara
"udah lah jangan pusing sama pilihan tersebut, sholat istikharah aja kak, kalau semuanya sudah beres , hati dan pikiran akan tahu jalan mana yang akan di turuti kak" ucap bunda Shasha
__ADS_1
"karena yang di depan kita, itulah yang terlebih dahulu kita hadapi " sambung bunda Shasha
drrtt drttt handphone warna berbunyi,
"Halo assalamualaikum mas Surya " ucap warna , Karena memang Surya yang menelfon
"waalaikumsalam warna" ucap Surya di sebrang sana
"iya mas Surya " ucap warna
"jadwal persidangan perceraian mu telah keluar na, jadwalnya senin depan "ucap Surya
"baik mas, terimakasih banyak ya mas " ucap warna agak gugup karena akhirnya jadwal sidang telah keluar.
"maksud saya mendampingi kamu sebagai pengacara heheh" sambung Surya mencairkan suasana
"Terimakasih mas Surya, terimakasih telah banyak membantu saya" ucap warna
"sama sama na, ya sudah kalau begitu Assalamualaikum" ucap Surya
"waalaikumsalam mas " jawab warna
__ADS_1
"hmmmm kan belum di omongin, eh masa depan selanjutnya datang walau baru lewat handphone" celetuk bunda Kinara sambil tertawa
"hmmm Aaamminn" ucap bunda Shasha
"Tidak semudah itu bund, terlalu sakit bund yang ku rasakan dengan mas Arsya, aku tak yakin membuka hati ku lagi untuk siapapun yang datang dalam kehidupan ku bund, sejujurnya aku trauma" ucap warna sendu
"lagi pula kalau iya, tidak lah semudah di waktu kita masih lajang bund, sekarang aku memiliki tiga orang anak , jarang orang yang mau menerima dengan tulus satu paket kayak aku gini bund" lanjut warna
"Jarang tapi ada mam, masa depan mam masih panjang lo, apa pun yang terjadi hidup aku selalu berlanjut mam, tidak mudah menghilangkan trauma , tapi apa mam yakin akan hidup dalam trauma selama lamanya, sampai kapan mam, jangan menzalimi diri sendiri mam" ucap bunda Kinara
"Allah punya rencana besar kak, begitu berat ujian ujian yang kaka lalui satu tahun terakhir ini, percaya la kak semua itu InshaAllah ada hikmahnya nya, tunggu aja takdir apa yang udah di siap kan Allah untuk kaka" tutur bunda Shasha
"iya bunda bunda terimakasih, untuk semuanya ya bund, kalian sungguh, tetangga rasa saudara, terimakasih ya" ucap warna , dan di balas senyuman oleh duo bunda.
Hallo semuanya..
maaf telat banget update nya..
soalnya dua hari ini author lagi sibuk banget..
InshaAllah malam ini up dua episode ya..
__ADS_1
makasih semuanya..
🙏❤️