
"ini mas" sambil membuka pintu dan meletakkan tas besar tersebut di depan Arsya , lalu warna menutup pintu besi Kembali...
"kamu tidak bisa seenak nya saja memperlakukan saya seperti ini , hari ini saya masih suami kamu, saya masih ber hak atas rumah ini, saya masih berhak untuk Tinggal Disini , saya bisa melaporkan kamu warna atas apa yang kamu lakukan terhadap saya" ucap Arsya emosi
" Tadinya seperti itu pak Arsya yang terhormat , sebelum anda menandatangani surat perjanjian tersebut, apa harus saya membacakan isi perjanjian itu lagi? bahwa anda tidak berhak apa apa lagi disini jika anda terbukti mengulangi kesalahan yang sama bahkan baju baju di dalam tas tersebut, anda tidak ber hak lagi , tapi dengan kemurahan hati klien saya, ia masih mengasihi anda sebagai bapak nya anak anak, jadi bersyukur la anda, baju baju tersebut masih milik anda " ucap Surya lancang dari belakang Arsya, entah dari kapan ia mulai berdiri disana. Mungkin warna dan Arsya terlalu fokus berdebat jingga tak menyadari kedatangan Surya dari luar pagar .
"Hei anda siapa, anda tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga saya, urus saja rumah tangga anda sendiri, pergi anda dari rumah saya " hardik Arsya dengan suara keras
" Oh saya lupa memperkenalkan diri ke pada anda, Saya Surya Mahendra Pengacara yang di tunjuk ibuk warna untuk mengurus perceraian nya dengan anda " ucap Surya sambil mengulur tangannya ke Arsya, walaupun Arsya tidak menjabat tangannya Surya.
"dan seperti nya ingatan Anda mulai berkurang, anda masih mengatakan ini rumah anda padahal belum berapa detik yang lalu saya baru mengatakan bahwa setelah apa yang sudah anda lakukan ke klien saya, anda tidak punya hak apa apa lagi disni dan sekarang silakan pergi dari sini" ucap Arsya tegas ,yang membuat Arsya terkejut
__ADS_1
"hmm mana mungkin warna bisa membayar pengacara ,tidak mungkin anda pasti berbohong, mana mungkin dia ada uang" ucap Arsya tidak percaya
"apa nya yang tidak mungkin mas Arsya, kenapa emang nya kalau Mbak warna menunjuk seorang pengacara? salahnya dimana ya mas ?" tanya shindy bundanya Kinara yang nongol dari depan pagar
"Jangan semudah itu merendahkan seorang wanita mas, jangan mentang-mentang kak warna tidak bekerja seperti kamu mas Arsya, kamu begitu mudah merendahkanya dan mungkin dia tak punya banyak uang tapi ia punya orang orang orang yang tulus menyayangi nya bukan seperti kamu " cetus bunda nya Shasha yang tiba searah dengan bunda Kinara
"gawat gue di kroyok lagi ini, ini orang orang dari mana datang nya, dari pada nanti yang datang satu perumahan ini lebih bagus aku pergi aja dulu" ucap Arsya dalam hati
" hmm Kalian emang senang nya selalu ikut campur rumah tangga orang lain, jangan jangan warna kayak gini semua karena kalian, awas kalian semua saya tidak akan tinggal diam" ucap Arsya sambil melangkah pergi
"kenapa mas, bingung? ngak usah bingung mas, jangan banyak pikiran nanti stres kasihan pak satpam nya kwatir ntar" tutur shindy dengan tertawa
__ADS_1
"ngak usah dipikirkan mas dari mana kami tahu kontak pak satpam yang di handphone mu, malahan aku udah chattingan juga lewat handphone mu mas " jawab warna santai
"sampai jumpa di pengadilan ya mas" sambung warna , Arsya yang mendengar tersebut sangat emosi dan menendang pagar lalu melangkah pergi...
Hallo semuanya..
terimakasih yang telah mampir ..
terimakasih sudah like , vote dan hadiahnya ..
Untuk siang ini segini dulu ya semuanya..
__ADS_1
nanti malam kita sambung lagi...
🙏❤️