
"untuk apa masuk? untuk membicarakan apa? ayo suruh mereka pulang tidak ada yang harus di bicarakan lagi, pergi dari rumah kami" ucap bulek emosi
"mbak sudah lah tak enak di dengar tetangga, mereka tamu kita sepatutnya kita suruh masuk bukan menyudutkan mereka, ayo masuk dulu semuanya" ucap ayah warna karena tak enak di dengar oleh tetangga
Sekarang semua telah masuk dan duduk di kursi tamu termasuk bulek dengan mulut masih monyong melihat Arsya saking marah nya.
"mohon maaf ini sebelum nya pak Fauzi dari mana? apa memang dari kampung khusus datang kemari atau bagaimana ? " tanya ayah warna baik baik
" Pertama nya saya berterimakasih kepada pak samsu yang telah menerima kami dengan baik dengan apa pun yang terjadi antara Arsya dan warna, iya pak saya memang datang dari kampung khusus datang kemari pak" ucap pak Fauzi terjedah dan membuang nafas berat
" Saya mau meminta maaf kepada pak Samsu beserta keluarga besar , sungguh saya malu atas perilaku anak sialan ini, saya benar benar mintak maaf pak Samsu" ucap papa nya Arsya
"Kalau hanya mintak maaf tidak perlu repot-repot datang kemari pak apa lagi membawa lelaki bejat ini" ucap Bagas datang dari pintu, Bagas segara datang ke rumah pak Samsu setalah menerima pesan dari sari kalau Arsya datang .
Bagas mengepal kan tangan nya dan pergi ke arah Arsya dengan niat memukul Arsya
__ADS_1
"Bagas kembali kan dirimu, ayah ngak mau kamu berurusan dengan polisi jika memukulnya " pak Samsu menghadang Bagas dan berbisik kepada nya
"Warna, ayah , bulek dan semua nya disini saya benar benar memintak maaf atas apa yang sudah saya lakukan, tolong maaf kan saya" ucap Arsya menangis
"hmmm hebat kamu mas Arsya, sangat hebat kamu berakting, ini air mata kesekian kalinya yang keluar dari mata mu mas Arsya " ucap Bagas masih dengan kata yang sopan dengan tetap memanggil mas
" kali ini saya sungguh sungguh Bagas" jawab Arsya
"Saya sudah memaafkan mu mas Arsya, kisah di antara kita sudah selesai saya sudah mulai melupakan semua sakit yang kamu beri walau tidak akan mudah mengikis rasa sakit itu, tapi saya yakin dengan berjalan nya waktu semua akan hilang meskipun akan berbekas", ucap warna santai
"Sekarang saya sudah memaafkan kamu, silahkan mulai hidup mu yang baru begitu pun dengan aku, mengenai anak anak aku bahkan tidak pernah melarang mu untuk bertemu mereka, karena mereka dan kamu punya hak untuk menghabiskan waktu bersama meskipun tidak setiap waktu" sambung warna
" iya nak, apa tidak ada lagi kesempatan untuk kamu menerima Arsya kembali seperti dahulu kala? membina rumah tangga dari awal dan melupakan semua apa yang terjadi" ucap papa Arsya
"Maaf pah , tidak ada lagi pah dan itu sudah final " ucap warna tegas
__ADS_1
" Arsya kamu sudah dengar sendiri bukan , sekarang ikhlaskan semua yang terjadi, lagian semua ini karena ulah mu" ucap pak Fauzi
"tapi pah aku.." ucap Arsya kekeh
"cukup Arsya cukup, bertanggung jawab lah dengan apa yang telah kamu perbuat dan tanggung resiko dan tuai dari apa yang kamu tanam" ucap pak fauzi marah
" Oo iya dari tadi saya belum lihat Akbar dan Attar, kemana mereka , papa rindu nak", ucap pak Fauzi ke warna
" OOO iya pa mereka tadi ..." sebelum warna sempat menyelesaikan pembicaraan nya , mobil Surya datang
"itu mereka telah pulang" ucap sari bahagia
"Mama kakek tante om Akbar pulang " pekik Akbar dari luar , pak Fauzi tersenyum mendengar suara cucunya
"Mama akbar senang banget, tadi ayah Surya belikan Akbar jam tangan ini" ucap Akbar berlari ke warna , ia belum mengetahui kalau kekek dan papa nya datang
__ADS_1
"ayah Surya siapa dia, apa warna sudah bukankah Iddah nya belum selesai" ucap papa Arsya menerka nerka
...Vote like coment Vote like coment Vote like coment Vote like coment Vote like coment ...