
Hari pertama Surya warna dan seluruh anak anak nya pindah ke kediaman baru, yang tak jauh dari rumah keluarga besar Surya, yang sebentar lagi akan bertetangga an dengan bunda kinara shindy.
Mulai hari ini juga warna memiliki dua orang Asisten rumah tangga dan satu orang baby sitter pengasuh Zahira.
Awalnya warna protes tidak mau jasa pengasuh maupun jasa asisten rumah tangga, kalau pun terpaksa cukup satu orang saja.
Tapi Surya memaksa dengan alasan banyak anak, banyak yang bantu warna tidak akan kecapean begitu alasan Surya, alhasil warna menyerah dan menerima keputusan Surya.
"Sayang " panggil Surya
"hmmm " warna sambil merapikan lemari pakaian
"kok cuma hmm hmm sih yank" protes Surya
"iya mas, kenapa? mas laper?" tanya warna sambil melihat ke arah Surya
"sayang mulai sekarang kamu akan sibuk Lo, besok anak anak pada masuk sekolah , dan oke yang antar aku sambil pergi kerja tapi yang jemput? kasihan kan kalau mereka hanya di jemput Supir tiap hari " ucap Surya sambil memainkan jari jari tangan nya
__ADS_1
"iya mas, kan pak Jono bisa jemput na ke butik dulu, baru habis itu jemput anak anak sekolah, beresss deh mas" jawab warna gampang
" tapi jam pulang Niko , Akbar dan Chika beda beda Lo, kamu nanti capek Lo " ucap Surya seperti mau berbicara sesuatu yang penting tetapi tidak langsung ke inti nya
"mas Surya , sekarang to the point aja deh coba, na tahu kata kata mas barusan baru pengantar belum intinya " warna tersenyum dan duduk di samping suami nya
" ahhhh kamu emang pintar sayang, cantik pintar, **** hot lagi " Surya memuji sambil mencium pipi warna
" mulaii deh " ucap warna mengambil tangan Surya yang sebelumnya berada di pinggul warna
"kenapa ? mas mau ngomong apa ?ayooo bicarakan " sambung warna
"mas tapi kan itu ,?" ucapan warna terpotong
"iya mas tahu, butik itu sangat berharap bagi kamu, mas tahu , mas juga ngak akan nyuruh kami berhenti total kok ngak? cuma mas mau nya jangan tiap hari ,pergi pagi pulang malam atau sore lah , tapi gimana kalau kamu cuma untuk cek the ricek aja gimana , hmmm mengawasi aja " ucap Surya hati hati berbicara dengan warna
"iya mas, na juga tahu kewajiban na sebagai istri , ibu dari anak anak kita, tentu na tak akan sama seperti dulu lagi karena sekarang na sudah jadi istri nya mas, tapi masalah nya sekarang adalah apa kah mas ngak kasihan lihat shindy sendiri an mengurus butik ? kasihan kan mas?" jawab warna
__ADS_1
"hmmm ini ni, shindy aja udah nyerahin butik nya ke kita" ucap Surya
"ha' kapan mas? kok bisa? apa na ada salah sama dia? na salah apa ya, aduh gimana ini mas?" warna risau karena takut ada salah kepada shindy
"ngak sayang, tapi suaminya meminta untuk fokus saja pada anak suami terutama kepada kehamilan nya" jawab Surya jelas
"hamil? Shindy hamil? kok bisa? hahahha kok ngak bilang bilang ya Shindy nya?" tutur warna tiada henti
" ya bisa lah orang punya suami, gimana sih sayang" jawab Surya mendekap warna dalam pelukan nya
"mass nanti anak anak lihat Lo" ucap warna
"lihat apa sih sayang, orang pintu nya di tutup, kejar star yok yank" Surya sambil merebahkan warna di samping nya
Benda kenyal itu bersentuhan dan Surya akan ******* begitu juga dengan tangan Surya juga mulai meraba meraba , Surya akan menaikan level nya tentu akan pergi ke gunung ke lembah tapi menuju perjalanan ke gunung semua nya gagal
Tok tok tok
__ADS_1
"mama ayah mama ayah " suara Chika dan Attar
seketika semua kegiatan di stop paksa, Surya hanya senyum lesu ke arah pintu setelah memakai baju.