
POV. Warna
Pagi ini mas Arsya keluar kota, ya mas Arsya memang sering ke luar kota tuntutan pekerjaan, malahan mas Arsya pernah satu Minggu ngak pulang, dan tentunya setiap malam hari, setiap malam malahan setiap ada waktu kami Vidio call. Pernah waktu itu, Attar umur 6 bulanan, mas Arsya Vidio call dan bicara dengan Akbar.
"wah papa, tempat tidur papa bagus ya, warna nya putih semua, TV nya juga besar, enak tidur sana ya pah " tanya Akbar kala itu
"enak kalau ada mamah, ada Akbar, dan Attar disini nak, kalau sendiri an aja tanpa Akbar mana enak , papa rindu anak anak papa", jawab mas Arsya kala itu
Tapi sekarang, kadang aku berpikir apa mas Arsya tidak pernah macam macam sebelum ini , apa benar dia pure kerja ke luar kota, ah entahlah, sampai itu terjadi, cukup sudah kesabaran ku, kita tempuh perpisahan, tidak ada lagi kesempatan untuk mas Arsya, karena ku yakin anak anak akan mengerti lambat waktu.
Apa lagi setelah ada surat perjanjian itu, memang harta yang kami punya tidak banyak, ya cuma rumah, motor , dan ada kebun di kampung halaman ku, tapi aku tidak mau ceroboh lagi, walaupun harta cuma sedikit itu hak anak anak ku, dan aku tidak mau mas Arsya kebagian sedikit pun kalau ia menghianati ku lagi di waktu yang akan datang.
Warna POV end
Di lain tempat, ada Arsya yang sedang mencari tempat makan siang.
"Hallo assalamualaikum dek" Arsya menelfon warna sambil menunggu makanan datang
"iya mas, waalaikumsalam " sahut warna "udah sampai mas" sambung nya
"sudah dek, satu jam yang lalu, mas ngak bisa nelfon tadi karena di tunggu oleh bos" jawab Arsya
" OOO iya ngak apa mas, udah makan mas ," tanya warna
__ADS_1
"ini sudah di tempat makan dek, ya sudah mas makan dulu ya, habis ini mas langsung kerja biar cepat selesai, jadi bisa balik cepat ke pulang" ucap arsya
" iya mas , hati hati mas " jawab warna di sebrang sana
Di rumah lain, bunda Kinara kedatang tamu yang tak lain adalah bunda Shasha (maklum ibu ibu perumahan) ya kalau ngak ada kerjaan , pasti nya datang berkunjung, apa lagi kalau anak tak betah dalam rumah. Ya kalau ghibah ghibah sedikit mah itu biasa di perumahan hehehe
"masak apa bund" tanya bunda Shasha,
" Tadi cuma masak ayam kecap aja bund, sama sayur kangkung, ngak tau mau masak apa bund bund " jawab bunda Kinara
"iya bund, aku kadang juga bingung mau masak apa, itu ke itu aja kan bund, kadang bosan juga bund " jawab bunda shasha sambil memperhatikan anak anak bermain
",eh, kayak nya suami kak warna keluar kota tadi pagi tu bund, kata laki ku dia di utus ke kota D untuk bangun memperluas jaringan X* disana " sambung bunda Shasha
"iya semoga bertaubat bund" ucap bunda shasha pelan
"taubat dari apa lagi bund, kan udah taubat, udah berubah, kemarin kan bunda udah cerita, dia udah ceraikan si selingkuhanya, taubat apa lagi bund, bund bund, nanti kedengaran kak warna loo" ucap bunda Kinara
"iya bunda " ucap bunda Shasha memalingkan wajah nya ke arah lain
"kenapa bund, marah sama aku? aku ngomong gitu " jawab bunda Kinara
"eee ya ngak la bund, aduhh gimana bilang nya coba , bingung " tutur bunda Shasha
__ADS_1
"ngomong apa bund , ada yang mu sembunyikan lagi bund?" tanya bunda kinara "ayo ngaku ", sambung nya
"iya ada bund, tapi aku takut cerita, takut kedengaran kak warna" tutur bunda Shasha
"ya udah ngak usah cerita bunda, pendam aja, biar nanti di mimpiin, hahahahah " jawab bunda Kinara melucu
"Kata laki ku bund, masak Arsya pernah ajak laki ku keluar untuk du*** kurang ajar kali kan bund, sakit hati ku bund, syukur laki ku imam nya agak kuat , di ajaknya pula jajan di luar juga , ya ampun sakit hatiku, suami ku baru bilang kemarin kemarin ini " penjelasan bunda Shasha
"ha' serius itu bund, kapan bund? cari kawan dong dia " jawab bunda Kinara dengan nada terkejut
"iya bunda, udah lama kejadiannya ,jauh sebelum ketahuan dia selingkuh itu, lagian itu bukan selingkuh yang pertama kali nya kali bund, asal bunda tahu " bunda Shasha menjelaskan dengan suara pelan
"ha' serius mu bund" dengan muka terkejut "astaghfirullah" sambung bunda Kinara
"iya bunda, serius ini aku, berani sumpah aku, semua rekan kerja dia tahu kok bund, tapi suami ku malas ngomong aja, ini aja dia suruh aku janji 1000 kali supaya ngak cerita ke siapa siapa, karena ini bukan urusan kita gitu kata laki ku bund, tapi ya itu kasihan kak warna nya " cercah bunda Shasha panjang lebar
"iya bunda, bukan urusan kita, kita doakan saja perbuatan seperti itu tidak di ulangi lagi oleh suami bunda Akbar, semoga kali ini benar benar taubat dia bund dan semoga keluarga kita semuanya di perumahan kita ini selalu sakinah, mawaddah, dan warohmah " ucap bunda Kinara
"Aaamminn ya Allah " ucap bunda kinara bersamaan dengan bunda Shasha
Hallo semuanya,
terimakasih karena telah membaca novel pertama saya..
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan vote nya ya semuanya...