
"Mama warna ....." ucap Chika turun dari mobil yang kebetulan warna juga baru melewati pintu
"Mama" ucap keluarga warna terkecuali sari karena sudah mengetahui cerita nya
"hai sayang apa kabar anak mama yang cantik ini " ucap warna sambil memeluk Chika, tanpa memperdulikan mata dan ekspresi semua keluarga nya.
"warna siapa mereka " tanya bulek kepada warna
"bulek mereka .." ucapan warna terpotong
"mereka pak Surya bulek pengacara yang membantu mbak warna mengurus perceraian nya kemarin dan ini anak anak nya pak Surya bulek " ucap sari memotong ucapan warna
"iya pak buk perkenalkan saya Surya dan ini anak anak saya Niko dan Chika, Niko Chika ayok salaman dulu" ucap Surya sambil bersalaman dengan ayah dan bulek warna beserta saudara saudara warna lainya yang diikuti oleh Chika dan Niko
" bang Niko Chika Akbar kangen " ucap Akbar berlari dari dalam rumah dan memeluk Niko dan Chika
"Chika juga kangen bang Akbar , dek Attar dan dek Zahira semuanya Chika kangen " ucap Chika antusias
"Akbar juga kangen banget sama ayah Surya, kangen main mobil lagi sama ayah " celetuk Akbar yang makin membuat pusing dan bingung keluarga warna terutama ayah dan bulek warna sedangkan warna dan Surya menunjukkan ekspresi sungkan juga bingung harus bagaimana menjelaskan kepada keluarga warna
"ayok kita masuk dulu " ucap ayah warna masih bingung dengan apa yang ia lihat
Sekarang mereka sudah duduk di ruang tamu, bulek , pak Samsu ayahnya warna beserta semua saudara warna sudah mengetahui cerita dari awal kenapa ada sebutan mama dan ayah tentu Sari yang menceritakan secara detail seperti apa yang warna cerita kan dulu ke dia sewaktu sari di rumah warna
"hmm jadi seperti cerita nya " ucap ayah warna mungut mungut dan geleng geleng kepala "seperti di TV TV aja , seperti yang ayah lihat di sinetron saja " sambung ayah warna tersenyum
"bang Niko dek Chika ini kakek nya Akbar dan ini nenek nya Akbar " Akbar memperkenalkan kakek dan nenek katini kepada Niko dan Chika
"kakek nenek" ucap Chika
"iya anak manis cucu barunya kakek hehehe" ucap ayah warna tertawa , tetapi berbeda dengan bulek dia seperti memikirkan sesuatu
"sari ajak la anak anak bermain bersama Zahira " ucap bulek kepada Sari dengan memberi kode mata untuk melaksanakan perintah nya
"iya bulek, ayok anak anak tante akan ajak kalian jalan jalan ", ucap sari
"tapi Chika mau sama mama aja" ucap Chika bergelayut di pangkuan warna
__ADS_1
"iya sayang, sekarang sama tante sari dulu nanti baru sama mama" ucap warna
"oke mah" jawab Chika tersenyum
" Sebelumnya saya mau berterimakasih terlebih dahulu kepada nak Surya yang telah membantu anak kami warna untuk menyelesaikan perceraian nya, terimakasih banyak dari kami" ucap ayah warna pak Samsu
"Benar sekali nak Surya , terimakasih banyak " sambung bulek warna
"sama sama pak buk, sudah kewajiban kita saling tolong menolong" jawab Surya
"tapi ngomong-ngomong dari mana kalian saling kenal, maksud saya apa kalian dulu sudah lama kenal atau.." tanya bulek penasaran
"ngak bulek, mas Surya ini saudara nya shindy bundanya Kinara , tetangga yang selalu membantu kami bulek, mungkin ayah kenal " ucap warna
"oo iya ayah tahu kalau bundanya Kinara itu, dia orang nya baik almarhum ibu mu saja dulu suka bercerita sama dia kalau ibu lagi ke kota ke rumah kalian" ucap ayah warna
" iya pak dia sepupu perempuan saya " sambung Surya
"mmm maaf nak Surya istri anda apa ngak ikut atau gimana ya , maaf kalau pertanyaan bulek lancang tapi saya .." ucap bulek warna
"maaf saya tidak bermaksud untuk mengingatkan nak Surya atas kesedihan lama" ucap bulek merasa bersalah
"iya ngak apa bulek" jawab Surya
"jadi kedatangan nak Surya kesini hanya untuk berkunjung kesini atau ada urusan lain " tanya bulek agak cetus
"bulek " tutur warna tak enak hati dengan sikap bulek nya
"kenapa warna, bukankah barusan bulek katakan bahwa menjadi janda tidak mudah, menghindari fitnah jauh lebih baik na sebelum kamu kenak " ucap bulek tak suka di banta
"ngak buk, sebenarnya anak anak memang merindukan warna tapi kebetulan saya ada pertemuan dengan klien di dekat daerah sini besok jadi sekalian kami mampir kesini sambil jalan jalan buk, karena kebetulan shindy tadi yang ngasih alamat rumah warna di kampung dan sekalian juga shindy nitip paket untuk warna , tapi masih dalam mobil buk" ucap Surya lega karena alasannya tepat dan sedikit berbohong
"ada syukur nya punya sepupu pintar " ucap Surya dalam hati
"OOO begitu, paket apa na" tanya bulek
"seperti nya paket baju bulek, karena warna kan ikut jualan online nya bareng shindy bundanya Kinara bulek" jawab warna tak yakin, memang warna tak tau itu paket apa karena ia lagi tak menunggu paket dari bunda Kinara, karena memang ia akan libur dulu hingga seminggu kedepannya.
__ADS_1
"jadi nanti mau nginap dimana nak Surya " tanya ayah warna
"di penginapan kampung sebelah pak di dekat jalan raya" jawab Surya
"mm mohon maaf ya nak, bukannya bapak pelit tidak mau menumpangkanmu untuk menginap semalam saja disini tapi benar kata bulek warna menghindari fitnah lebih baik nak, berhubung warna sekarang janda dan kamu pun duda di tambah masa Iddah warna belum usai " ucap ayah warna jujur dengan apa yang ia rasa
"iya pak , saya mengerti akan hal itu" ucap Surya mengerti
"benar nak Surya, kalau saja masyarakat mendengar omongan anak anak yang memanggil mama dan ayah tersebut mereka akan mengartikan nya lain berbeda dengan kehidupan kalian di kota "ucap bulek
"iya bulek saya paham akan itu " jawab Surya seadanya
"ya sudah kalau gitu ayok kita makan bersama dulu semuanya" ucap Desi .
"ayok nak Surya " ajak ayah warna
"tapi pak" Surya tak enak
"ayok nak Surya tanpa tapi tapian , baru pertama kesini masak ngak makan nasi sama sekali" ucap ayah warna
"ayo mas " ucap warna di balas anggukan oleh Surya
semua sudah duduk di meja makan, anak anak mereka duduk di tikar saja mereka juga ikut makan di temenin sari dan Desi.
"mas Surya kira kira berapa hari disini" tanya bagas adik nya warna
"belom tahu gas , tergantung pekerjaan " jawab Surya sambil mengambil nasi
"makan yang banyak ya nak Surya , jangan sungkan" ucap bulek
"iya bulek" jawab Surya
"hati hati lo mas kata orang kalau udah makan nasi orang kampung sini yang dalam rumah nya ada seorang janda, maka ia akan terikat mas" ucap bagus becanda tapi di tanggapin serius oleh Surya
"terikat apa Gus" jawab Surya penasaran sambil mengunyah
"terikat pernikahan sama janda tersebut hehehe" jawab bagus kocak yang membuat Surya terbatuk .
__ADS_1