
"sekarang kamu mengira surat itu sudah basmi kan mas, mari kita tengok selanjutnya apa yang akan kamu lakukan mas" tutur warna sinis
Warna keluar dari kamar anak anak, dan melihat Arsya sibuk dengan handphone nya.
"Mas, itu ku lihat di bak sampah, ada bekas Bakaran, kamu bakar apa mas" warna pura pura tanya
"hmmm OOO itu apa namanya, OOO itu berkas kerjaan ku yang ngak penting dari pada numpuk bagus aku bakar " ucap Arsya gelagapan
"hmm kalau udah dasarnya pembohong, emang isi otak nya bohong aja ya , kebohongan akan di tutupi dengan kebohongan lainya begitu saja seterusnya" ucap warna dalam hati
"kok diam dek" tanya Arsya , karena melihat warna melamun
"oo ngak ada kok mas, cuma keingat kejadian tadi aja pas belanja" jawab warna asal
"kejadian apa dek" tanya Arsya penasaran
"oo itu tadi, ada bapak bapak yang nangis nangis tengah jalan karena di usir sama istrinya " jawab warna bohong dengan nada serius
" kenapa emang dek, kok sampai di usir" tutur Arsya
"karena ketahuan bohong mas, sama main wanita " ucap warna polos
deg
"OOO" hanya kata itu yang lolos dari mulut Arsya
"kok cuma OOO mas, kamu ngak takut akan senasib sama bapak itu kalau ketahuan bohong" tanya warna asal
"takut ? ya ngak lah, orang surat perjanjian nya udah ku bakar," Arsya dalam hati, sambil tersenyum
__ADS_1
"Kok senyum mas, ada yang lucu" tanya warna.
"OOO ngak ada dek, ya ngak la dek, ngapain takut, kan mas udah berubah dek ngak berulah lagi dek" jawab Arsya
"iyalah kamu ngak takut sekarang, kamu tau nya itu surat perjanjian udah kamu bakar, mas mas" warna dalam hati
Ting, bunyi pesan masuk ke handphone nya warna
"kak, nanti jalan jalan sore yok, kelilingi komplek perumahan aja, bunda Kinara udah ku hubungi juga kak", pesan dari bunda Shasha
"oke bunda " balas warna, terkirim
"semoga nanti ada berita baru dari ayah nya Shasha, jadi aku bisa cepat dapat bukti, dan akan ku akhiri semua nya, aku lelah, aku juga ingin bahagia " warna dalam hati
Sore hari..
"bahkan dia senyum senyum bahagia seperti nya, karena mengira surat perjanjian itu sudah lenyap" sambung warna
"Mungkin dengan mas Arsya merasa bahwa surat perjanjian sudah lenyap, ia akan sedikit ceroboh menjalankan misi selingkuhan nya kak, jadi bisa tuh Kaka cek handphone nya nanti, kalau ketakutan dia bangun, kasih aja obat tidur minum nya, biar leluasa mencari bukti" ucap bunda Shasha
"iya juga tu kata bunda Shasha" ucap bunda Kinara
"obat tidur aku mana punya bund, mana pernah aku punya hal hal gituan" ucap warna
"ngak usah kuatir , nanti aku keluar kok, sekalian nanti ku belikan" ucap bunda Shasha
"oke bund, makasih ya" ucap warna
"oh iya bund, pesanan teman teman ku udah bunda kirim belum" tanya warna ke bunda Kinara
__ADS_1
"belum mam, kan sekarang tutup , libur , besok InshaAllah mam, tinggal ngrim lagibhehehe " ucap bunda Kinara
"oke mam" balas warna, yang kini sudah mulai online shop kembali
"oh iya bund, gimana semalam,jadi bunda tanyakan ke ayah Shasha, gimana bund ada kabar baru" tanya warna ke bunda Shasha
" ada aku tanya kok kak, mas Andy benar benar tak tau menahu kak, dia ngak tau dimana tempat mas Arsya sekarang main, dan ngak tau juga selingkuhan mas Arsya tu " ucap bunda Shasha
"Tapi kata mas Andy, kalau Kaka mau, hubungi Rudy, dan mintak bantuan ke dia" kata bunda Shasha
"tapi aku ngak kenal bund" jawab warna
"iya , tapi dia tahu betul kemana, apa aja yang di lakukan suami Kaka, meskipun dia satu Genk sama mas Arsya, paling tidak dia punya hati nurani kak, karena Kaka istri mas Arsya dan punya tiga anak " ucap bunda Shasha
"iya mam, coba aja dulu, mana tahu ada jalan nya " ucap bunda kinara
"baiklah bund, aku coba" ucap warna
"oke kak, aku kirim no nya ya kak"
"good job mam" ucap bunda Kinara
hallo semuanya..
maaf telat update ya...
InshaAllah nanti sore atau malam update lagi ya...
terimakasih atas suport nya
__ADS_1