Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
bab 77 berbunga bunga


__ADS_3

"iya sayang mama janji, sekarang Akbar tidur dulu ya" tutur warna sambil menidurkan Akbar


kemana kamu mas, kenapa kamu ngak pernah menghubungi atau melihat anak anak mu, bathin warna


Setelah melaksanakan sholat shubuh, warna mengambil handphone nya untuk menghubungi kembali Arsya mantan suami nya, karena sepertinya Akbar sangat merindukan papa nya


hmmm ada pesan dari mas Surya , oo iya lupa tadi malam kan saya dan mas Surya sempat berbalasa pesan gumam warna sambil membuka pesan dari Surya


" Ha' kok gini" ucap warna sambil memegang mulut karena takut anak anak bangun.


Ya Allah, aku salah pencet emot , aduh mas Surya salah paham lagi, gimana mau jelasakan nya ya, aduh mumet deh bathin warna


atau ngak usah di balas aja kali ya, nanti aja jelasin ke mas Surya kalau iya nanya, tapi malu nya itu lo , ya ampun malu nya aku bathin warna sambil menutup mukanya dengan tangan


Warna mencoba beberapa kali menghubungi no Arsya , tapi tetap sama Arsya tetap ngak bisa di hubungi.


Klik warna mencoba menelfon mantan papa mertuanya dan terhubung


" Hallo assalamualaikum pa" ucap warna


" waalaikumsalam na" jawab papa Arsya


"gimana keadaan papa?" tanya warna tulus


" Alhamdulillah papa sehat nak" jawab pak Fauzi mertua nya warna , dengan jawaban seadanya.


" maaf pa, Akbar rindu sama papa nya mas Arsya pa, cuma dari semalam warna hubungi mas Arsya , no handphone tak bisa di hubungi pa, apa papa tahu no handphone nya yang baru pah" tanya warna dengan baik


" Arsya udah ngak pakai handphone lagi na" jawab mertua warna seadanya


"hmm kenapa yah handphone mas Arsya hilang?" ucap warna


"ngak na, sekarang Arsya di penjara" jawab pak Fauzi


"ha' penjara? kenapa pa kok bisa ?" kenapa pa


" Arsya terbukti korupsi di kantor tempat dia bekerja na" jawab papa Arsya


"korupsi , ya Allah mas Arsya " warna shock

__ADS_1


"iya dan itu sudah sering Arsya lakukan kurang lebih satu tahun ini " jawab pak fauzi


"warna turut prihatin apa yang menimpah mas Arsya ya pah, semoga ia mas Arsya sabar menjalani ini semua, dan papa juga " ucap warna


"makasih nak" jawab pak Fauzi


" sama sama pa, kalau gitu warna tutup dulu pah, assalamualaikum " ucap warna mengakhirinya panggilan telefon dengan mantan papa mertua nya


" waalaikumsalam nak" jawab pak Fauzi


apa yang harus aku katakan ke pada Akbar ya, ngak mungkin aku bilang papa nya di penjara kasihan dia pasti Akbar kepikiran, dan ngak mungkin juga aku bawa Akbar ke penjara ketemu papa nya, kasihan nanti memori nya karena merekam papa nya di dalam penjarah bathin warna


mas arsya kamu udah lakukan perbuatan kotor itu sudah mau satu tahun, berarti bersamaan dengan kamu selingkuh mas, pantas saja kamu sering ke luar kota kata mu padahal kamu bersenang senang dengan gundik mu, aku masih ingat dimana aku dan anak anak susah untuk makan bahkan untuk USG Zahira saja kamu tak pernah kasih kami uang , tapi aku bersyukur Alhamdulillah kami tidak memakan uang haram yang kau curi mas gumam warna


sekarang aku hanya bisa mendoakan supaya kamu ikhlas dan tabah menjalani resiko dari perbuatan yang telah kamu lakukan di masa lalu mu mas sambung warna bergumam


Hari ini cuaca sangat la cerah , secerah suasana hati Surya . Pagi ini berbeda dengan pagi sebelum nya, yang biasa nya Surya di bangunkan oleh mama nya sekarang entah kenapa Surya bangun sendiri nya dengan semangat


"bahagia banget kayak nya anak duda ganteng mama ini" ucap mama Surya sedang duduk di meja makan untuk sarapan pagi bersama


"lagi berbunga bunga ma" jawab papa nya Surya


"dimana bunga nya opa?" tanya Chika polos


" hmmm ngak ada Chika lihat opa" jawab Chika melihat dada bidang nya Surya


"hahahhaha ya ngak kelihatan sayang, orang bunga bunga di dalam hati bukan di luar baju" opa menjawab dengan senyum


"ayah makan bunga?", tanya Chika ke Surya


aduh aku mau jawab apa ya, kalau salah jawab bisa di permalukan lagi ini di depan warna dan shindy nanti


"ngak sayang, opa tadi salah sebut maklum opa belum sarapan, makanya ayo sarapan dulu ngak boleh bicara sambil makan" jawab Surya mengada


" hmmm salah sebut apa nya, kamu pikir suami mama pikun jadi asal ngomong gitu, kamu kali yang ngawur takut kan nanti di bocorin ke warna seperti kemarin kemarin hahahha " mama Surya puas


"ngak usah tu mata gitu amat ke istri papa, ada suami nya disini ,dan ngak usah penasaran dari mana kami tahu, kamu lupa setiap malam cucu cucu kesayangan kami selalu melaporkan apa saja kegiatan nya selama satu hari penuh" jawab papa Surya


" Surya ngak lupa kali pah, nasib nasib gini amat ya, papa mama sama sama zalim ke anak sendiri" ucap Surya pelan tapi masih terdengar oleh semua orang di meja makan

__ADS_1


"kamu bicara atau berbisik dengan hati mu yang sedang berbunga bunga " papa masih berceloteh


"ngak keduanya pah, tapi merenung kan diri yang di bully ini " ucap Surya mengiba


"makanya yah cepat nikahin mama warna biar ngak kenak bully lagi" Niko bersuara


" kalau ayah nikah sama mama warna, berarti mama warna udah benaran jadi mama kita ya bang", tanya Chika ke Niko


"iya adik" jawab Niko lembut


"ayah kapan mau nikah hin mama warna yah, Chika ngak sabaran ini" jawab Chika dengan ekspresi yang tak bisa di sebutkan


"ayah aja ngak tahu kapan" jawab Surya pelan


.


"ngk gentleman sih" cicit mama nya Surya


"tenang mah, nanti papa yang ajarin Surya nya biar gentleman ", ucap papa surya sambil mengedipkan matanya kepada Surya


Di tempat lain Akbar sudah selesai sarapan begitu pun dengan Attar, mereka bahkan telah bersiap siap untuk pergi ke toko yang akan mereka pilih untuk membuka usaha.


"ma Akbar mau tanya yang kemarin " tanya Akbar ke warna


"tanya apa sayang" jawab warna sambil memasukkan berapa helai baju dan celana Zahira dan juga Attar


aduh jangan jangan Akbar mau tanya tentang mas Arsya lagi, mau jawab apa ya bathin warna


"mah, mama mau ngak nerima ayah Surya kalau mama di ajak nikah , soalnya bang Niko pasti nagih jawabannya ke Akbar hari ini mah" ucap Akbar


"hmmm kok Akbar nanya nya gitu, memang Akbar mau nya gimana sayang" tanya warna ke Akbar karena ia juga ingin tau keinginan anak nya


" mau nya Akbar mama sama ayah nya bang Niko nikah, jadi Akbar punya ayah beneran, dan akbar juga punya seorang Abang, Akbar bisa bermain seperti dulu lagi seperti Akbar sama papa dulu, tapi Akbar ngak maksa mama kok," ucap Akbar seperti orang dewasa


Mohon maaf ya semuanya


berapa hari ini tidak update


dikarenakan author lagi sibuk banget

__ADS_1


lagi pengerjaan rumah di rumah nya author..


terimakasih telah mampir ya semuanya..


__ADS_2