
" tadi pagi ayah mimpi melamar mama warna , ketahuan sama oma, makanya Chika nanya melamar itu apa? tutur Chika polos, membuat mata orang dewasa membulat dan setelah itu terdengar tawa dari shindy dan senyum senyum dari warna. Sedangkan Surya menutup mukanya dengan bantal kursi duduk.
" Syukur chika anak gadis kesayangan ayah , kalau ngak udah melayang hahaha" ucap shindy meledek
"melamar itu acara sebelum nikah dek , kamu tu masih kecil masa pertanyaan udah sampai sana kasihan ayah tu ketahuan "ucap Niko sambil memegang bahu adik nya Chika
" oooo jadi kapan ayah sama mama nikah nya" dreng dreng dreng pertanyaan dari mulut polos Chika, dag dig dug bunyi jantung Surya dan warna saat ini 😁
"Nah kalau yang itu tergantung ayah mu sayang, tanya aja kapan mau lamar mama warna "ucap bunda Kinara senyum senyum
"ya Allah udah la bund, ada ada aja" sela warna cubit kecil bunda Kinara
"hihihi ngak apa mam, biar cepat halal" bunda Kinara lari dekat warna karena takut di cubit kembali
"bundaaa " ucap warna sambil melotot kan matanya
"ayah ayah kapan mau melamar mama warna , Chika ngak sabar deh punya mama beneran " tanya Chika di depan ayah nya
"hmmm tergantung mama warna nya sayang, kapan siap dilamar " ucap Surya melirik warna yang sedang melotot ke Surya
" soalnya ayah takut , kalau ayah lamar sekarang nanti ayah di tolak aduh sakit nya " sambung Surya memegang dadanya
"aaa ayah penakut ,belum perang udah nyerah aja " jawab Niko
"ya udah aku bantu ayah deh, Akbar kamu tanya mama warna dong, kapan siap di lamar dan
dan mau ngak nerima ayah ku" sambung Niko ke Akbar
"oke bang , mah kapan mama siap di lamar ayah Surya terus mama terima" tanya Akbar langsung meskipun ia tidak mengetahui pasti apa itu melamar , mendengar pertanyaan Akbar warna sedikit memberi terkejut dan bingung mau jawab apa
" hahahhaha ya Allah, lucu lucu " tawa Shindy,
"Akbar, kalau mau tanya itu nanti di rumah ya sayang, kalau di sini mama malu mau jawab pertanyaan Akbar " sambung Shindy
" oke bunda" jawab Akbar cengengesan
" kok diam aja yah" Yahya Niko
"hmmm sedangkan ayah diam, banyak yang Bully apa lagi berbicara " Surya kesal
__ADS_1
"oo iya mas besok mas bisa jemput aku sama mbak warna ngak? mau ke toko baju yang mau kami isi soalnya mobil ku masih di bengkel mas pake motor sudah ngak muat banyak prajurit " tanya Shindy ke Surya
"oke jam berapa" jawab Surya
"bund ngak pake gra* aja kita , ngak usah sama mas Surya nanti ngerepotin lo" warna ngak enak hati
"ngak apa ko na, sekalian", jawab Surya
"sekali an apa mas" warna penasaran
",ha' eh sekalian jalan jalan maksud saya", jawab Surya asal
"oooo, jalan jalan kok pergi ke toko baju , kosong lagi baju nya " jawab Surya
"kosong menurut pelangi, full isi menurut matahari" ucap Surya memainkan mata nya lirik warna
"apaan sih mas ngak jelas " jawab warna, Surya dan shindy saling pandang seperti ada yang mereka sembunyikan .
Matahari telah menyembunyikan dirinya, malam telah datang.
"mah Akbar kangen papa" ucap Akbar sedih
"Akbar kangen papa nak, Akbar mau telfon papa ngak" tanya warna, karena warna sadar apa pun permasalahan nya dengan Arsya , tetap Arsya adalah ayah kandung dari Akbar dan dalam hal ini warna ngak mau egois.
"boleh kok sayang, dengar ya nak baik baik meskipun papa nya Akbar pernah membuat mama nangis, tapi papa nya Arsya tetap papa nya Akbar yang selalu sayang sama Akbar, dan mama telah memaafkan papa nya Akbar dari kemarin kemarin " jawab warna lembut
"makasih ya mah" ucap Akbar sambil memeluk mama nya
"iya sayang sama sama, ya sudah kita hubungi papa nya Akbar terlebih dahulu ya" cicit warna,
Klik
nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan
"hmm no mas Arsya kok ngak aktif ya, coba sekali lagi " gumam warna sambil menelfon kembali no nya Arsya , tapi nihil tetap sama no Arsya tetap tidak bisa di hubungi.
"seperti nya handphone papa Akbar mati sayang, besok kita coba lagi ya nak, sekarang ayok Akbar tidur dulu" bujuk warna
"siap mah" jawab Akbar masuk ke kamar tidur nya
__ADS_1
tumben mas Arsya ngak bisa di hubungi, kenapa mas Arsya ya ,dan pesan dari papa kemarin , kok ngak ada balasan ya , apa mas Arsya sakit atau gimana ya bathin warna
Ting bunyi pesan masuk sebelum warna meletakan handphone.
✉️" Sampai bertemu esok pelangi, semoga mimpi indah" pesan dari Surya
✉️" iya mas Surya terimakasih, mimpi indah kembali " balas warna
✉️" moga mimpiin aku ya" jawab Surya di pesan tersebut
✉️" ngak janji 😛" balas warna iseng
✉️" berarti ada kemungkinan dong, mimpiin aku 😂" Surya
✉️" tengok nanti aja 😀" Surya
✉️" kok gitu beri kepastian dong" jawab Surya , di saat Zahira nangis terbangun mungkin karena haus
✉️" 🥰🥰🥰🥰" dengan cepat kilat warna me mencet emot tawa 😀 tapi yang terpencet malah emot 🥰 karena terburu terburu nya , tentu warna tak sadar dengan apa yang ia kirim, karena bergegas untuk mendiamkan Zahira .
Ditempat lain, Surya melotot kan mata dengan pesan yang dikirim warna ber emot 🥰.
waaw ternyata pelangi ku juga berani ya, mantap , mungkin warna ngak malu malu lagi kali ya hihihi ah perjalanan cinta ku sungguh indah , tidak akan ada kata penolakan bathin Surya girang
balas apa ya, ah jadi bingung deg deg gini deh, kayak jatuh cinta untuk pertama kali aja hihihi ucap Surya pelan
✉️" aku akan datang dalam mimpi mu, sekarang tidur lah dengan indah wahai pelangi cantik 😍" dengan susah payah Surya merangkai kata , akhirnya terkirim juga
Sekarang saatnya aku tidur indah juga semoga bermimpi yang indah pula jadi tak sabar menunggu hari esok ,heheh warna warna emot mu bikin ku senyum senyum sendiri ah padahal cuma emoticon hihihi bathin Surya sebelum tidur hingga akhirnya ia tertidur pulas.
Di tempat lain, Zahira sudah tertidur kembali dan warna lagi memeriksa kamar nya Akbar dan Attar. Warna terkejut ternyata Akbar belum tidur ia masih memandangi photo Arsya papa nya .
"sayang anak mama kok belum tidur ", tanya warna lembut.
"Akbar rindu papa mah, Akbar sudah lama tak berjumpa papa " jawab Akbar .
"Akbar sayang ku, mama janji akan menghubungi papa esok, bagaimana pun caranya, sekarang Akbar tidur dulu ya nak" jawab warna .
"janji ya mah" ucap Akbar
__ADS_1
"iya sayang mama janji, sekarang Akbar tidur dulu ya" tutur warna sambil menidurkan Akbar
kemana kamu mas, kenapa kamu ngak pernah menghubungi atau melihat anak anak mu, bathin warna