
"Arsya , bisa saya bicara sebentar dengan kamu" panggil ayah warna dari luar ke Arsya yang lagi memegang handphone di kamar nya.
"o baik yah, sebentar yah" ucap Arsya dengan raut muka agak kesal
"maaf yah telat, soalnya lagi ganti baju " sambung Arsya berbohong
"iya ngak apa, ayo duduk " ucap ayah warna
"baik yah " sambil duduk
"Arsya, warna istri mu , anak saya, telah memberi mu kesempatan kedua, dia memaafkan kesalahan fatal yang kau buat Arsya, dia melupakan sakit hati nya demi ke utuhan rumah tangga kalian dan kebahagiaan anak anak kalian, dan saya harap kamu Arsya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah di berikan warna " ucap ayah warna tegas dengan nada serius, sejujurnya dalam hati ayah warna dia masih sangat marah ke Arsya sehingga lidah nya keluh memanggil "ayah" ke dirinya sendiri untuk Arsya
"iya yah, saya tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang telah warna beri yah" jawab Arsya dengan wajah seperti sangat menyesali semua yang telah lampau.
"Jika kejadian kemarin terulang , kamu tahu kan apa yang akan terjadi pada mu, selain kamu berpisah dari warna dan anak anak mu, kamu hanya berhak membawa pakaian yang kamu pakai dari rumah ini , bukankah begitu isi perjanjian itu Arsya " ucap ayah warna mengejek
"benar yah " kata Arsya "ah sial surat perjanjian itu, kenapa aku bisa melupakan nya ya" ucap Arsya dalam hati
"ya sudah Arsya, ingat kata kata ku tadi" ucap ayah warna berlalu di hadapan Arsya
"sial ayah nya warna, main ancam aja" ucap Arsya dalam hati "ahh surat perjanjian ,dimana warna menyimpan surat itu ya, aku harus mencari surat itu dan menghancurkan surat itu, surat perjanjian sialan yang sangat merugikan aku " sambung Arsya dalam hatinya kesal
Hari berganti hari, tidak terasa Zahira putri warna sudah berumur 1 bulan. Tidak perubahan signifikan terjadi dalam rumah tangga warna dan Arsya. Arsya masih bersikap baik seperti setelah ia meminta maaf setelah ketahuan selingkuh, dia masih sering keluar di hari hari libur atau tanggal merah dengan alasan kerja lapangan.
"Hay mam, masih nifas heheh" ledekan bunda Kinara kepada warna
"ya masih la bund, masih 30 hari " jawab warna
"masih puasa dong mas Arsya hahahaha harap bersabar mam " ledekan bunda Kinara
__ADS_1
"biar lah bund, aku rasa dia belum berubah bund, hati kecil ku berkata seperti itu" warna cerita
"berubah , maksud mam" tanya bunda Kinara
"masih selingkuh ku rasa bund, dapat bukti ini, aku ngak mau tinggal diam dan bertahan lagi bund, aku mau pisah " ucap warna
" mam, sabar ya, InshaAllah Allah akan menunjukkan kebenaran cepat atau lambat mam" ucap bunda Kinara
"kalau pun terbukti Arsya melakukan kesalahan yang sama , mam ber hak kok menentukan keputusan mam sendiri, jangan terbawa perasaan lagi karena anak anak mam, kita sangat menyayangi anak anak, tapi ingat satu hal mam, dan tanyakan pada hati kita, apa kah anak anak akan bahagia di dalam rumah tangga yang kedua orang tuanya tidak ada keharmonisan, kebahagiaan, kehangatan , bahkan canda tawa sudah lenyap , apa mereka bahagia? tidak mam mereka tidak bahagia tapi mereka pura pura bahagia " ucap bunda Kinara
"karena Akbar sendiri pernah bilang ke aku mam, saat dia main sama Kinara di rumah " tutur bunda Kinara dengan mimik sedih dan menceritakan kejadian tempo hari saat Akbar main di rumah nya
Flashback on
"bunda, bunda tadi Akbar lihat bunda sama ayah dek Kinara tertawa dan becanda, Akbar suka lihat nya " ucap Akbar
"lihat bunda, heheh lucu pipi bunda di cubit sama ayah dek Kinara, Akbar jadi kangen lihat papa cubit dan usulin mama bund " ucap Akbar sedih
"ehh Akbar kok sedih, anak pintar Sholeh ngak boleh sedih, yang harus Akbar lakukan sekarang adalah berdoa kepada Allah supaya papa mamah selalu bahagia dan seperti dulu lagi " ucap bunda Kinara
"iya bunda, mamah aja udah jarang ketawa kayak dulu lagi bund, mamah udah ngak bahagia seperti dulu lagi bund , malahan mama ngak pernah nemenin papah tidur lagi, kami sekarang tidur nya ber empat aja bund, aku , Attar, Zahira , dan mama " ucap Akbar sedih , dan langsung di peluk bunda Kinara
Flashback off
"begitu bund, ceritanya " ucap bunda Kinara
"Ya Allah anak ku, kasihan kamu nak, mama janji nak, mama akan bahagia lagi bersama kalian walaupun tanpa papa" ucap warna sendu
"kak" ucap bunda Shasha yang dari tadi hanya mendengar kan obrolan mereka, karena awal nya dia malas nimbrung karena takut salah omong, dan dia juga sudah berjanji dengan suami nya Andi , supaya tidak lagi ikut campur dengan urusan rumah tangga Arsya dan warna, tapi mendengar cerita tadi bunda Shasha berubah pikiran, karena dia juga seorang istri dan seorang ibu. jadi dia akan menceritakan semuanya yang ia tahu mengenai Arsya ke warna.
__ADS_1
"iya mam, kenapa" ucap warna penasaran , sedangkan bunda Kinara menggeleng kan kepala nya dengan isyarat jangan dulu
"maaf bund, aku tak sanggup lagi menutupi semuanya yang ku tahu, sedangkan aku tahu kesakitan apa yang telah menimpah kak warna dan anak anak " ucap bunda Shasha menunduk
"kak, sebenarnya ayah Shasha udah larang aku untuk memberi tahu ke Kaka dan melarang aku ikut campur lagi dalam masalah rumah tangga Kaka, tapi aku juga seorang ibu kak, aku juga punya anak, tak sanggup aku menyimpan semua kelakuan suami Kaka yang ku tahu dari ayah Shasha, kalau Kaka marah dan tidak percaya sama aku tidak apa kak, yang penting aku sudah ngomong yang ku tahu " ucap bunda Shasha sambil memegang tangan warna
Deg deg deg itu lah yang di rasakan warna sekarang..
"apa lagi mam, apa lagi yang belum ku ketahui mengenai dia mam, ceritakan saja mam, biar ku tahu, ku mohon mam, biar tahu aku jalan mana yang aku turuti " ucap warna sedih ..
"Kak sebenarnya mas Arsya ...." ucap bunda Shasha terhenti karena mendengar nangis Zahira yang sedang tidur di kamar, memang mereka sekarang berada di rumah warna,tadi nya hanya mau main dan melihat Zahira.
"bund, yakin mau bilang semua ke mama nya Akbar bund " ucap bunda kinara pelan ke bunda Shasha karena takut warna mendengar dari kamar
"ngak apa bund, biarkan saja bunda Shasha bilang semua nya, biar aku tahu, ayok bunda Shasha mau bilang apa tadi " ucap warna
"kak, sebenarnya mas Arsya sudah...."
Halllo
ayooooo
ada yang tau ngak bunda Shasha mau bilang apa...
terimakasih ya semuanya sudah suport saya..
jangan lupa like dan vote nya..
makasih semuanya
__ADS_1