
" masalah harta tahtah keluarga kami tidak pernah mempersalahkan itu, keluarga kamu , tentu saya sudah mengenal walaupun cuman satu hari, tapi tak masalah jika itu mau kamu na, kalau boleh saya tahu sampai berapa lama saya harus menunggu jawaban dari kamu na* tanya Surya
"tak lama kok mas, dua minggu atau sebulan mungkin mas" jawab warna
"ha' dua minggu hingga sebulan ngak lama" Surya kaget
"bisa dikurangi ngak na, tiga hari kek atau dua hari iya dua hari" sambung Surya
"heheeh lama ya mas, ya uda dua mingguan deh mas" jawab warna tawa
"ngak bisa kurang na" tanya Surya
" ngak mas heheh tambah boleh mas ,mau tambah waktu mas" warna tanya balik kepada Surya
"ngak ngak ngak dua minggu aja deh na iya" Surya panik
ampun juga ini warna minta kurang eh malam nambah kalau yang itu besok warna mau nambah ngak ya hehehhe geli deh bathin Surya senyum senyum sendiri
"kenapa mas, lagi mikirin mesum ya" ucap warna geleng geleng
"ha' mesum yaa ngak la ada ada aja kamu" jawab Surya tegang
gila dia tau apa yang aku pikirkan ,apa warna punya Indra ke enam ya hahhaha bathin Surya
"udah selesai belum mas" sahut shindy dari depan pintu
" Uda dong" jawab Surya
"di terima ngak" tanya Shindy
__ADS_1
"belum tau tuh, mintak waktu dua minggu bahkan lebih " jawab Surya santai , sedangkan warna geleng geleng melihat kelakuan dua sepupu tersebut
" kalau di tolak lamar langsung ke keluarga dia aja langsung besok mas hahahha hehhee Pish mam" jawab bunda Kinara becanda
"bund bund lepas banget tawa nya " jawab warna nyengir
"ide bagus juga sih , tapi sabar sampai dua minggu dulu deh" jawab Surya girang
Setelah dari butik, warna duduk termenung di halaman rumahnya yang tidak terlalu luas sambil melihat anak anak bermain.
Ya Allah tuntun hamba dalam mengambil keputusan ini, dekatkan ia bila mas Surya jodoh hamba tapi jauhkan la bila bukan jodoh hamba bathin warna
sakit kemarin memang masih ada, walaupun aku berusaha melupakan sekuat apa pun tetap saja masih ada bekas, tapi pertanyaannya apa aku mencintai mas Surya , apa ngak terlalu cepat aku melangkah ke pelaminan, pernikahan ke dua sungguh aku tak mau gagal lagi gumam warna
"melamun aja mam, mikirin lamaran tadi siang " bunda Kinara muncul tiba tiba dengan si lucu Kinara
"bund, gimana ngak kepikiran bund ini keputusan yang sangat besar bund, aku takut salah melangkah " jawab warna
"iya bund, tapi yang jadi persoalan aku tak tau apa yang kurasa kan kepada mas Surya mam" warna bingung
"hahha hahahha kayak ABG aja mu mam" bunda Kinara tetawa
"bukan bund, aku tau masalah cinta sayang akan datang jika Selalu bersama yaa seperti itulah kata orang yang ku dengar, tapi masalah nya tentu aku tak mau hidup dengan lelaki yang tidak sayang sama aku dan sebaliknya bund" tutur warna
"kalau mas Surya sudah melamar berarti dia sudah sayang kamu mam, gimana sih mam" jawab bunda Kinara
"yakin itu bund, aku kwatir nya mas Surya melakukan semua itu hanya demi anak anak bahagia aja bund tanpa memiliki alasan lain " kwatir warna
"ya Allah mam, aku tau bagaimana mas Surya dan aku yakin kali ini mas Surya tidak hanya membuat hati anak anak bahagia tapi juga ingin membuat hatinya bahagia dan hidup nya berwarna kembali bersama dengan mu mam" jawab shindy bunda Kinara
__ADS_1
"yang jadi pertanyaan sekarang apa mam merasakan nyaman bersama mas Surya heheh" sambung shindy
"hahahah besok aja ku jawab bund hahaha tapi ada yang mau ku beritahu bund, tentang mas Arsya " ucap warna sambil melirik Akbar karena takut Akbar mendengar kan apa yang mereka bicarakan
"kenapa beliau mam" jawab bunda Kinara pelan
"mas Arsya di penjara mam" warna berbisik
"ha' penjara " jawab shindy kaget dengan suara agak besar sambil menutup mulut.
"siapa yang di penjara bunda" tanya Akbar ke bunda Kinara
"ha' ada ini teman bunda di waktu sekolah " jawab Shindy
"besar banget sih suara " warna geleng geleng kepala
"ya maaf kaget " jawab shindy
"Akbar dari kemarin nanya papa nya terus , ngak mungkin aku jujur bund, apa lagi bawa dua ke sel penjara , bisa bisa anak ku eror setelah pulang dari sana apa lagi otaknya merekam kalau bapak nya di penjara " kata warna bingung
"cari alasan yang tepat aja mam, atau telfon ke lapas aja kan dia ngak tau nomor telfon polisi mam", Shindy memberi ide
"tapi di lapas mana ya mam, aku pun lupa bertanya mam" jawab warna
"ya udah besok tanya aja lagi sama papa nya Arsya , kasihan tu anak anak rindu bapak nya, kalau tak bisa bertemu paling tidak mendengar suara bisa melepas sedikit rindu mereka mam" jawab bunda Kinara
"iya mam, makasih ya mam ide nya cemerlang" kata warna di jawab senyum oleh bunda Kinara
maaf ya semuanya..
__ADS_1
ngak update berapa hari ini
karena lagi ada pengerjaan rumah..