
" mau nya Akbar mama sama ayah nya bang Niko nikah, jadi Akbar punya ayah beneran, dan akbar juga punya seorang Abang, Akbar bisa bermain seperti dulu lagi seperti Akbar sama papa dulu, tapi Akbar ngak maksa mama kok," ucap Akbar seperti orang dewasa
"kita serahkan semuanya ke sang maha kuasa ya nak, biar Allah yang memberi jalan jika mama berjodoh dengan ayah nya bang Niko dan dek Chika, Akbar ngak boleh paksain juga kalau Allah ngak merestui sayang, jadi kita tunggu aja ya nak gimana untuk kedepannya " jawab warna lembut sambil mengusap pipi nya Akbar
"iya mah , Akbar sayang mama", ucap Akbar memeluk warna
POV Arsya
Sekarang jeruji besi jadi rumah ku, angin malam yang dingin jadi teman ku, tikar tipis yang di atas nya kasur yang juga sudah menipis menjadi teman tidur ku berapa hari ini.
Aku menyesal dengan apa yang sudah ku lakukan, kebodohan apa yang ku lakukan hingga rumah tangga ku hancur dan sekarang aku disini .
Mencuri uang perusahaan tempat ku bekerja sudah candu bagi ku seperti candu ku bersenang senang dengan wanita wanita lain , ya benar kata orang cukup sekali melakukan perbuatan hina , lama lama bisa ketagihan. Paling ngak ada sedikit rasa syukur yang aku rasakan, uang perusahaan yang pernah aku curi tak sekali pun warna dan anak anak ku menyicipi uang haram tersebut, tapi sesal ku selama satu tahun ini mereka kekurangan ini dan itu karena kurang uang yang ku berikan kepada warna bahkan USG sewaktu Zahira dalam kandungan pun, aku tak pernah memberi uang.
Apa papa memberi tahu mereka kalau saya disini, saya harap anak anak tak pernah tahu jika papa nya mendekam di penjara. Untuk warna semoga kamu menemui orang yang bisa membuat kamu bahagia serta bisa menjadi ayah yang baik untuk anak anak kita.
POV Arsya end
sekarang warna beserta anak anak , Shindy dan Kinara lagi menuju ke toko yang akan di jadikan tempat usaha mereka yang di anterin oleh Surya dan Chika. Sedangkan Niko masih belum pulang sekolah . Ada rasa canggung antara warna dan surya, warna canggung karena salah kirim emoticon sedangkan Surya canggung merasa cinta tak bertepuk sebelah tangan 😂
"masih jauh ya bund" warna membuka pembicaraan
"ngak kok bund, bentar lagi juga sampai" jawab bunda Kinara, di jawab dengan anggukan oleh warna .
"mas Surya kenapa kok diam bae, dan beberapa kali Shindy perhatiin mas senyum senyum sendiri, apa tadi lupa minum obat mas hehehe" tutur sindy
__ADS_1
"ngak ada kok, orang fokus bawa mobil pun, kamu aja yang berlebihan " elak Surya
"yeeee sampai" ucap shindy tanpa membalas ucapan Surya tadi
"mana toko nya bund" tanya warna bingung, karena yang ia lihat bukan toko yang ia bayangkan , yang ada di pikirannya toko yang ia maksud ada di pinggir jalan , dan toko kecil tapi di hadapan nya bukan seperti toko malah seperti butik mewah dan bertingkat
"hmmm turun aja dulu mam, nanti mam juga akan mengetahui mana gerai kita heheh" jawab bunda Kinara
"silakan masuk " ucap Surya kepada warna dan lainnya dengan membuka pintu toko tersebut
"kok kita malah ke butik si bund, masak iya kita belanja di butik untuk kebutuhan toko kita, ngak salah bund" tutur warna bingung
"siapa yang belanja ke butik sich mam, ini butik kita kalesssss heheheh " ucap bunda Kinara saantai
"mam, bagus kita duduk dulu yok di atas, eh maksud ku di ruangan kita berdua hehehe" jawab bunda Kinara
"ha' ada ruangan pribadi kita juga mam, wahhhh udah kayak orang kaya beneran aku ini hehehe" warna bingung dengan apa yang terjadi
"ini ruangan kita mam" ucap bunda Kinara sambil membuka pintu
"ha' udah disini aja mas, kapan masuk nya " sambung Shindy melihat Surya sedang menghidupkan AC ruangan
"ada AC nya pula ini ruangan , berapa ini satu bulan bayar listrik bund, aduh bund aku ngak bisa bayangin deh bund, bukan untung tapi buntung bund" warna risau
"ayok duduk dulu mam, dan akan aku jelaskan semuanya ke mam oke?" ajak Shindy dan mereka pun duduk bertiga beserta anak anak mereka.
__ADS_1
"bund, dengarkan terlebih dahulu ya, dan jangan koment sebelum aku menyelesaikan pembicaraan ku, janji ya mam" Shindy membuat kesepakatan.
"oke deh" jawab warna
"mulai dari mana aku ya, nah dari sini deh, sebenarnya toko ini punya aku mam, hadiah dari ayah nya Kinara, sudah lama aku mau membuka butik disini, tapi sejujurnya aku tak bisa handle sendiri nya, kan mam tahu sendiri akhir akhir ini aku dan Kinara yang jarang keluar kota mengikuti ayah nya Kinara, tapi awal tahun depan kami akan sering keluar kota mam, karena ayah nya Kinara mau membuka cabang baru, nah sudah lama pula aku mencari patner tapi ngak ada yang sreg di hatiku , akhirnya aku menemukan mam , dan InshaAllah aku cocok sama mam dalam hal bisnis contoh nya berapa bulan ini kita menjadi partner yang mantap hehehe" penjelasan bunda Kinara
"panjang banget ya walau yang di jelaskan hanya bangunan ini" tutur Surya
"iya dong mas, biar jelas " jawab Shindy
"nah terus semu ...." ucapan warna terpotong
"hushh diam dulu mam" shindy memotong pembicaraan warna
"dan semua isi butik ini, perlengkapan semua ini, ya ini dari gabungan modal kita berdua, dan untuk kedepannya kita akan produksi sendiri mam, dan kita harus mencari karyawan yang pintar menjahit, dan aku tahu kok kalau mam the best dalam menjahit, iya kan mam" tanya bunda Kinara
"aduh bund, masalah menjahit nanti la ya bund, sekarang yang aku tanya kan adalah mengenai gabungan modal kita berdua, gimana ceritanya coba aku aja ngak tahu berapa modal dari semua ini , oke lah ada yang minjamin aku dana, berapa? dan mana orang nya bund, " tanya warna
"hmmm kok bunda diam, aku mau ketemu la sama orang itu atau nanti kalau kebanyakan modalnya aku mundur aja deh bund, jadikan aku karyawan khusus bund aja, karyawan yang bisa membawa anak anak hehe" sambung warna
"dan siapa orang tersebut bund" ulang warna bertanya kepada bunda kinara
"tuh orang nya disampingnya mam" ujar bunda Kinara menghadap Surya dan pandangan mata warna beralih ke Surya
jangan lupa vote dan like ya semuanya..
__ADS_1