
"ngapaen sih mam, gelisah amat, sabar ajaa bentar lagi juga di balas kalau ngak coba hubungi lagi aja mam" ide dari bunda Kinara
"aduh bund, gimana ngak galau coba tengok tu jam bentar lagi sore ,kapan mau bilang nya coba, waktu nya mepet, masak iya aku bilang lewat ponsel , aduhh ngak ngak deh" ngedumel warna ke bunda Kinara yang di balas senyum dan tawa kecil oleh bunda Kinara
✉️ ping hallooo mas " terkirim pesan warna, ceklis dua tapi sama seperti pesan sebelum nya ngak di baca Surya
✉️ mas
✉️ mas " centang biru tapi tidak di balas Surya bahkan tidak ada Surya akan membalas pesan warna
" lahh di baca kok ngak di balas sih, iii nyebelin banget sih, ketauan banget ya aku butuh iiihh" warna ngedumel sendiri
"kirim pesan lagi lah" sambung warna
✉️ hallo mas sibuk ya
✉️susah banget balas nya mas " pesan warna
sambil memonyongkan bibir karena pesan tersebut terbaca tapi Surya juga tidak kelihatan tanda tanda akan membalas
"bukan nya susah, tapi untuk apa saya membalas pesan orang yang berada di hadapan saya " suara yang di tunggu tunggu warna ,tentu membuat warna terkejut dan sedikit membelalakkan mata
"mas Surya hehe kapan datang nya mas" warna membalikan badan ke arah suara tersebut
"semenjak pesan kamu saya baca " ucap Surya sambil melihat kan ponsel nya
"hemm berhubung orang yang di tunggu tunggu sudah datang, di persilahkan kepada dua sejoli yang sedang di mabuk cinta untuk membicarakan hal hal yang di anggap perlu di bicarakan " goda bunda Kinara kepada mereka, tentu wajah warna saat ini merah ke merahan .
"hmmm jadi warna lagi menunggu kedatangan saya? " Surya bertanya sambil tersenyum senyum
"ngak , bukan itu apa " warna gagap
"kenapa na, kamu belum makan kok gerogi gitu apa ada sesuatu yang mau kamu omongin ke saya" jawab Surya santai
__ADS_1
" hmmm ngak sih mas, eh iya sih ya udah mas, ayok kita duduk dulu di atas kebetulan Zahira juga lagi tidur di atas " jawab warna canggung
"semoga kali ini berhasil ya mam" goda Shindy , di jawab dengan mata melotot oleh warna
"serem" Shindy langsung lari
Surya dan warna sedang duduk di ruangan atas
"jadi gimana pelangi ,apa yang mau di bicarakan" tanya Surya senyum
"apa mau jawab sekarang aja? lamaran saya kemarin" goda Surya
lah kok mas Surya tau aja ya, apa dari pesan pesan aku tadi ya, perasaan dari pesan pesan tadi ngak ada deh aku menyinggung hal hal tentang lamaran kemarin itu bathin warna
"hmmm gini mas, menurut agama yang kita yakini, kita tidak boleh menggantung pinangan atau lamaran seseorang terlalu lama apa lagi orang tersebut baik dan Sholeh jadi ja di ja di "
"ja..dii jadi apa ?" tanya Surya
waaw pelangi ternyata wanita yang cerdas memberi alasan dan ia tahu bagaimana melindungi harga dirinya keren puji Surya dalam hati
mampuss mas Surya lama amat jawab nya, apa dia nolak aku ya, karena aku terburu buru , kalau mas Surya menolak siapa yang akan ku bawa pulang kampung dan memperkenalkan ke keluarga terutama bulek, aduh puyeng puyeng bathin warna
"apa ada alasan yang lain? kenapa saya harus datang Minggu besok ke kampung ketemu keluarga mu wahai pelangi" tanya Surya menguji
ha' kok mas Surya nanya itu ya, seperti tau aja apa yang sudah terjadi bathin warna
"ngak kok mas, cuma itu saya takut akan dosa dan fitnah apa lagi dengan keadaan saya sekarang yang janda dan punya tiga orang anak, saya ngak mau fitnah bertebaran dimana-mana mengenai saya " jawab warna tenang
dahsyat sangat renang ia dalam menjawab sungguh , wanita yang di hadapan saya ini sungguh tau betul cara nya menutupi rasa gerogi dan kebohongan nya dia begitu tenang bathin Surya
"oke minggu besok saya akan datang ke kampung kamu dan melamar secara resmi ke keluarga besar kami" jawab Surya
"baik la mas Terimakasih, saya cuma mau membicarakan hal tersebut, kalau begitu saya izin ke bawah dulu mau bantu bunda Kinara terlebih dahulu" jawab warna
__ADS_1
"tunggu dulu na, apa yang kamu mintak untuk hantaran atau untuk lamaran kamu apa ada sesuatu yang kamu mau atau tradisi kampung kamu na" tanya Surya , mendengar hal tersebut warna tersenyum
"saya mintak melebihi dari harta yang mas Surya punya sekarang, yaitu kasih sayang yang tulus kepada anak anak saya, menganggap anak anak saya seperti hal nya Chika dan Niko , serta menerima saya apa ada nya dan begini lah saya sampai maut memisahkan , itu saja mas, apa mas sanggup? itu lah yang saya mau" jawab warna
" InshaAllah saya sanggup, apa kamu juga sanggup menjadi mama untuk Chika dan Niko,menjadi malaikat tanpa sayap mereka" tanya Surya
warna tersenyum dan menjawab " InshaAllah mas saya sanggup bahkan saya menyayangi mereka seperti menyayangi Akbar attar dan Zahira saat pertama kali bertemu " jawab warna
"baiklah kita akan pulang kampung hari Sabtu, kami akan menginap di penginapan dan kamu tentu langsung pulang hmm" jawab Surya
"dan ngak usah bertanya kenapa kita berangkat nya hari Sabtu, tentu saya tak mau terburu buru,dan kamu dan anak anak tentu akan aneh jika datang berbarengan dengan saya dan keluarga saya " sambung Surya sebelum warna bertanya
"baiklah mas saya setuju" warna menjawab , lalu pamit ke bawah
"clear kan mam?" tanya Shindy kepo
"clear, tapi Sabtu kami ke kampung" jawab warna risau
"trus kenapa risau pula mam?" tanya Shindy heran melihat mimik muka warna
"trus kamu capek dong sendiri an ngurus ini dan itu " jawab warna
"ha' capek? kamu ngak ingat aku siapa mam?" tanya shundy dengan wajah singong
"aku adalah sepupunya mas Surya calon suami kamu? jadi kenapa aku harus capek capek disini tentu aku juga akan pergi ngelamar kamu " kata shundy dengan bibir naik ke atas
" ha' terus yang ngawasin sini siapa bund, nanti rugi lo, nanti kalau ..." ucapan warna terputus
"kalau kalau apa sih mam, tenang aja kali, cctv dimana dimana pun, nih juga ada " Shindy membuka ponsel nya yang terhubung di cctv
"oo iya lupa, maaf bund lagi eror banyak pikiran heheh" jawab warna
"hooh pikiran nikah" shindy
__ADS_1