Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 28. kecepatan sampai


__ADS_3

"keluarga buk warna" tanya bidan


"iya kami buk" jawab bunda Kinara dan Shasha


"selamat buk, bayi nya sehat dan cantik" tutur bidan tersebut


"Alhamdulillah, akhirnya dijabah jua doa kak warna " bunda Akbar" tutur bunda Shasha dan Kinara bersamaan .


"apa kami sudah bisa masuk buk, nengok kak warna nya" tanya bunda Kinara


"bisa buk, dan untuk sekarang bayi nya masih di bersihkan ya buk" ucap bidan yang menangani kak warna


"iya buk, makasih" ucap bunda Kinara


"baik lah buk, kalau begitu saya permisi" ucap bidan, dan di jawab anggukan oleh bunda bunda tersebut.


"Hay mam, Alhamdulillah, selamat ya mam, finally baby girl " ucap bunda Kinara dengan senyuman bahagia. Karena memang dia merasakan kebahagiaan juga, melihat warna dikaruniai anak perempuan


"iya Alhamdulillah bund, maaf selalu merepotkan kalian berdua" ucap warna terharu


"ngak ada yang di repotkan kak, namanya juga tetangga, tentu kita saling tolong menolong, dan saling jaga hehehe " tutur bunda Shasha


"iya bund, makasih ya" di jawab senyuman oleh bunda Kinara dan Shasha


" ngomong ngomong papa nya Akbar, masih lama kayak nya sampai mam, karena dari kota M membutuhkan 4-5 jam itu mam, kalau kecepatan tinggi itu " cicit bunda Kinara


"iya kak, tapi ngak usah sedih juga ya kak, kan Alhamdulillah sekarang Kaka sama dek bayi nya sehat sehat aja " tutur bunda Kinara


"iya mam, benar tu kata bunda Shasha , yang penting semua sudah selesai " bunda Kinara


"iya bunda , ngak apa kok, biarlah, paling 3 sampai 4 jam lagi papa akbar sampai, karena tadi otw kesini nya kira kira jam 8. 00 an, sekarang masih jam 9.00 an, paling sampai nya pukul 12.00" jawab warna


tok tok


"buk, anak nya sudah di bersihkan ya buk, silakan di adzanin buk" kata perawat masuk dalam kamar inap warna

__ADS_1


"oo iya buk, ini lagi nunggu bapak nya, paling 3 jam lagi sampai buk" jawab bunda Shasha


"baiklah buk, saya permisi" di balas anggukan sama bunda Shasha


Berselang berapa menit kemudian, bunyi orang ketuk ketuk pintu, sebelum bunda Kinara membukak, pintu terbuka sendiri dan ternyata papa nya Akbar , Arsya yang datang.


"Assalamualaikum dek, gimana keadaan dek dek" ucap Arsya sambil menuju ke arah warna


"waalaikumsalam" jawab serentak yang di dalam ruangan.


"Alhamdulillah sehat mas, semuanya berjalan lancar dengan izin Allah " ucap warna


"kok kamu cepat kali sampai nya mas" sambung warna


"iya dek, mas ngebut aja karena panik " jawab Arsya "mana anak kita dek", sambung nya


"tadi masih di ruangan bayi mas, habis di bersihkan, silakan adzan kan dulu aja mas" jawab warna


"baiklah dek, mas adzan kan bentar ", ucap Arsya


" OOO iya makasih banyak ya bunda kinara dan bunda Shasha udah membantu warna selagi saya ngak ada , maaf merepotkan " sambung Arsya sambil menghadap bunda Kinara dan Shasha


"Kata bunda warna papanya Akbar dari kota M, tapi kok cepat kali ya sampai nya, walaupun ngebut juga ngak secepat ini juga sich , kecuali papa Akbar dari perbatasan kota ini dengan kota M baru ,..." ucap bunda Kinara dalam hati "ah sudahlah, ngapaen juga aku pikirkan, mungkin dari kota M nya memang dekat perbatasan, jadi ya sah sah saja dia sampai Dalam waktu kurang lebih 2 jam, lagian bukan urusan saya juga " sambung bunda kinara dalam hati


Disisi lain bunda Shasha juga terdiam dan berbicara dalam hati " kata bunda Kinara dari kota M ke sini habiskan waktu 4-5 jam itu pun kalau tidak macet dan kecepatan sedang - tinggi, nah ini kenapa 2 jam udah sampai, cepat kali ya, atau mungkin papa Arsya lewat angin kali ya hahha atau awan " bunda Shasha sambil tersenyum


"ngapaen bunda senyum senyum sendiri, mau punya anak juga, ayo hamil lagi" ledek bunda Kinara karena melihat bunda Shasha senyum senyum sendiri


"OOO bukan bunda itu kata bunda tadi ....,"belum sampai bunda Shasha menyelesaikan omongannya dia berpikir dan bicara dalam hati "kayak nya ngak usah di bahas sekarang deh, kan kasihan kak warna, lagian bukan urusan aku juga, biarlah waktu yang memberitahu ke kak warna kebenarannya" tutur bunda Shasha dalam hati


"apa bund, kataku apa bund" tanya bunda Shasha penasaran


"OOO tadi kata bunda, Kinara di tinggal sama ayah nya kan, katanya siang ini ayah nya ada keperluan lain, ya udah yok kita pulang duluan, kan suami kak warna sudah datang bund ", jawab bunda Shasha sedikit berbohong.


Bunda Kinara agak bingung dan menyipitkan matanya "kenapa bund Shasha ya, kok aneh banget ya, kapan aku bilang gitu ya, Kinara memang di rumah sama ayah nya, tapi aku ngak ada bilang dan kapan pula suami ku ada urusan siang ini, jelas jelas hari ini tanggal merah, emang laki nya tadi ngak di rumah apa? perasaan Shasha juga sama ayah nya tadi" tutur bunda Kinara dalam hati sambil menepuk jidat nya

__ADS_1


"kenapa bund, ada yang kelupaan atau sakit kepala" jawab bunda Shasha


"ha', ha' iya aku lupa bund, ya sudah kita tunggu papa nya Akbar kembali ke ruangan , baru kita pulang ya bund " jawab bunda Kinara agak canggung karena sedikit berbohong.


"syukur deh, bunda Kinara ngerti alur bicara ku hahaha " ucap bunda Shasha dalam hati


"makasih ya semuanya sekali lagi maaf merepotkan" ucap warna tak enak kan


"iya bund, iya kak " ngak apa apa ucap mereka barengan


"aku baru sadar sekarang tanggal merah Lo, tapi mas Arsya dari dulu kenapa ada aja kerjaan nya ya, walaupun hari libur, tanggal merah , ini lah , itulah, masak ngak ada yang lain yang bisa di suruh bos nya " tutur warna


"ayah Shasha aja libur kok, padahal kan sama walaupun beda tempat" sambung warna


"udah la mam, ngak usah di pikirkan dulu, mungkin aja karena dia di lapangan , makanya kerjaan lebih banyak, kan orang lapangan itu ngak kenal waktu mam, jadi positif thinking aja" hibur bunda Shasha , walaupun dalam hati nya masih banyak tanda tanya.


"iya benar tu kak, ngak usah di pikirkan, kan beda beda tanggung jawab nya kak" timpal bunda Kinara


Tok tok, Arsya dan diiringi oleh perawat menggendong Dede bayi nya untuk di pindah kan ke ruangan inap ibu nya.


"oo iya mam, kami pulang dulu ya, sekali lagi selamat ya mam", ucap bunda Kinara


"iya bund, makasih banyak" ucap warna


"iya mam" jawab bunda Kinara


"ya udah kak, kami pulang dulu, kalau butuh apa apa telfon aj ya kak " tutur bunda Shasha


"iya bunda, makasih ya, hati hati di jalan ," jawab warna ,dan balas senyuman oleh keduanya dan mereka berlalu pulang.


Disisi lain warna masih kepikiran "aku masih kepikiran Lo, kok mas Arsya cepat banget sampe nya ya, atau jangan jangan ahh ya sudah lah nanti aja aku urus, aku hanya mau menikmati kebahagiaan ku di hari ini, Alhamdulillah baby girl, semoga semuanya akan baik baik saja ya sayang "ucap warna dalam hati dan sambil memandang Dede bayi nya ...


Hallo semuanya..


terimakasih ya semuanya..

__ADS_1


maaf up nya lama..


jangan lupa like dan vote ya..🙏😊


__ADS_2