Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 50 kedatangan calon mantan mertua


__ADS_3

Semua berkas perceraian sudah lengkap dan sudah ada di tangan Surya. Surya yang mengurus semua seluk beluk di pengadilan, warna cuma menuggu panggilan sidang serta lainnya. Warna berharap semua cepat selesai karena dengan adanya bukti dan saksi tentu besar harapan warna untuk cepat berakhir cepat berakhir.


Siang menjelang sore, akbar dan Attar lagi tidur siang, Zahira sedang menyusui , karena memang Zahira Asi ekslusif.


Ting, bunyi pesan, dan ternyata dari bunda Kinara


✉️" mam, fee mam yang kemarin, mau cash apa transfer aja mam" pesan bunda Kinara


✉️" transfer aja bund hehehe Alhamdulillah untuk kebutuhan sehari-hari masih ada yang cash bund, bunda kan tahu kalau duit di tangan cepat habis, sekarang aku harus belajar sedikit berhemat dari biasa nya lagi bund hehehe " balasan warna


✉️" oke mam, lagian untuk apa banyak banyak Megang duit cash, nanti kemalingan takut hehehe, aku transfer dulu ya mam" bunda Kinara


✉️ "oke bunda" warna


✉️ " bunda Kinara mengirimkan bukti transferan sebesar 500.000, udah ya mam, heheh" karena memang shindy mentransfer via mobile banking


✉️" makasih banyak ya bund 🥰 udah masuk kok bund, Alhamdulillah semoga rezeki bunda lancar terus ya" balas warna


✉️" InshaAllah doa yang baik akan kembali ke orang yang mendoakan, makasih juga reseller ter hebat aku, semoga makin banyak pesanan nya mam, aaminn" balas bunda Kinara


✉️" Aammin ya Allah, InshaAllah bulan depan aku fokus promosi ke kampung kelahiran ku bund" jawab warna


✉️" oke mam , mantul 🥰🥰🥰🥰" warna


Setelah membalas pesan dari bunda Kinara, terdengar orang ketuk ketuk pintu


"Assalamualaikum , Assalamualaikum" ucap tamu tersebut


"waalaikumsalam , tunggu sebentar" sahut warna dari dalam rumah " siapa ya , suara nya farmiliar " warna dalam hati

__ADS_1


Brak ,pintu terbuka , warna sedikit terkejut


" Pah, apa kabar pa" warna menyalami orang tersebut, ternyata yang datang papa mertua nya, lebih tepat nya calon mantan papa mertua


"Alhamdulillah sehat nak, kalian apa kabar? maaf papa baru sempat datang, semenjak kelahiran cucu ke tiga papah dari kamu dan Arsya ", ucap papa nya Arsya


"iya pa, silahkan masuk pah" ucap warna


"duduk dulu pah, warna ambil minum dulu" sambung warna


Selang beberapa menit , warna datang membawa minum dengan beberapa cemilan.


"Papah dari kampung pah" tanya warna


"iya nak, papa dari kampung , papa datang kesini hanya ingin bertemu dan bertanya langsung dengan kamu" jawab papa mertua warna , warna tertunduk dan berbicara dalam hati " mas Arsya tentu sudah cerita dengan papah, tapi mungkin cerita versi dia"


"cucu cucu papa mana " tanya papa Arsya


"papa makan dulu pah, warna siapkan ya pah" warna menawarkan dengan tulus


"tidak usah nak, papah tadi sudah makan bersama Roki, tapi karna Roki ada keperluan lain, ia langsung pergi , jika urusan dia sudah selesai baru Roki jemput papa disini" penjelasan papa mertuanya warna, Roki adalah Abang nya Arsya


"baiklah pah" jawab warna


"nak, papah tahu Arsya melakukan kesalahan yang fatal dan bahkan susah untuk di maafkan, dan keputusan kamu untuk bercerai dengan Arsya tidak bisa papah larang, karena itu keputusan kamu dan tentunya sudah kamu pikirkan matang matang dan papa menghargai itu " tutur papah Arsya bijaksana


"iya pah, terimakasih sudah mengerti aku" jawab warna yang di jawab anggukan oleh papah nya Arsya


"Tapi bukan kah , Arsya sudah mengakui semua kesalahan nya dan ingin berubah, dan bahkan dia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, tapi ternyata dengan berjalan nya waktu, kamu tetap tidak bisa menerima semua yang dilakukan Arsya di masa lalu nya , sehingga kamu tetap mengajukan cerai" tutur papah nya Arsya , yang di dengar kan warna dengan seksama dan sedikit bingung

__ADS_1


"seperti nya papa belum tahu tentang perselingkuhan mas Arsya dengan wati dan penggerebekan itu, benar dugaan ku papa cuma mendengar cerita versi mas Arsya hmmm" ucap warna dalam hati


"Tetap pada pendapat papa yang tadi, papa menghormati keputusan kamu tapi apa kah tidak berlebihan sekali jika kamu mengambil semuanya dari Arsya, bahkan uang yang dalam ATM nya pun kamu ambil, motor pun kamu ambil, dan rumah ini pun ingin kamu kuasai sendiri, tadi malam Arsya menghubungi papa dan menangis mengiba ke papa" sambung papa Arsya, kata kata yang menekan tapi Beliau bicara dengan sangat lembut, menyakitkan bukan?


"Pantasan papa sampai sini, ternyata anak kesayangan nya papa menangis" ucap warna dalam hati


"Baiklah pah, warna telah mendengar semua perkataan papa, sekarang izinkan warna untuk bicara " ucap warna, yang dijawab anggukan oleh mertuanya


"Pertama, seperti nya papa belum mengetahui , perselingkuhan mas Arsya yang kedua yang warna ketahui, beberapa hari yang lalu warna menggerebek mas Arsya di salah satu hotel di kota ini, kalau papa tidak percaya ini vidionya silakan dilihat ", ucap warna sambil memberi kan handphone itu ke papa nya yang sudah memperlihatkan Vidio tersebut , papa mertua warna cuma menggelengkan kepala tidak percaya


" semenjak perselingkuhan dia bersama wanita yang bernama indah ketahuan, mas Arsya memang menceraikan wanita itu pah, tetapi aku sebagai perempuan tentu belum sepenuhnya percaya atas perubahan mas Arsya , tentu aku tidak mau mengambil resiko pah apa lagi anak aku ada tiga, jadi ku putuskan untuk membuat surat perjanjian ini, dan mas Arsya menyetujui surat perjanjian ini dalam keadaan sehat baik rohani maupun jasmani" sambung warna, sambil menyerahkan kopian surat perjanjian tersebut. Papa mertua warna membaca surat perjanjian tersebut seksama dan menghembuskan nafas berat setelah membaca surat tersebut.


"Ternyata benar firasat ku pah, apa papah tahu Zahira lahir tanpa di temani mas Arsya, demi bersama dengan perempuan nya yang bernama Wati , ya wati nama perempuan itu, walaupun di handphone mas Arsya kontak Wati di ganti dengan nama pak satpam, setiap mas Arsya yang katanya keluar kota , aku bukanya tidak tahu mas Arsya berbohong pah, setiap weekend dan tanggal merah yang katanya mas Arsya tetap kerja, aku bukanya tidak tahu dia menemui wanita itu pah, aku sangat tahu dia pah" ucap warna menjelaskan menggebu gebu


" Arsya kenapa kamu lakukan ini nak, kenapa ", ucap papa Arsya


"maafkan Arsya na, maafkan papah, mungkin salah papa mendidik anak, andai mama kalian masih ada , Arsya akan menuruti semua perkataan mama nya " ucap papa Arsya, karena memang mama mertua warna sudah meninggal satu tahun setelah mereka menikah, dan papanya Arsya menikah lagi.


"iya Arsya memang salah, dan kesalahan nya tidak bisa di maafkan, tapi lain halnya dengan rumah ini, karena rumah ini di beli dengan uang warisan mama untuk Arsya, jadi mau tidak mau keluar kan hak Arsya di rumah ini" ucap Roki entah semenjak kapan ia datang dan berdiri di depan pintu


" Bukan rumah ini bang Roki tapi hanya separoh rumah ini, mungkin bang Roki lupa dan akan saya ingatkan kembali karena separoh rumah ini juga di beli dengan duit ayah saya, hadiah untuk saya , untuk cucu cucu nya itulah kata ayah saya dahulu " ucap warna tegas melawan perkataan Roki, mendengar itu wajah Roki memerah....


Hallo semuanya..


terimakasih telah mampir


mintak like, vote dan hadiah nya ya..


InshaAllah nanti malam up lagi..

__ADS_1


🙏❤️


__ADS_2