Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
bab 59 tanpa judul


__ADS_3

"tadi aja Niko sama Chika ngak tau papa mau beli kue untuk Akbar karena awalnya kami lupa hari ulang tahun Akbar " ucap Niko jujur dan yang ada disana hanya senyum senyum mendengar ocehannya Niko , sedangkan Surya sudah seperti udang rebus karena menahan malu.


"sudah sudah, kasihan tu anak duda lapuk mama udah malu" ucap mama nya Surya tertawa


"Mama tega banget sih sama anak sendiri" ucap Surya kesal , semua yang disana tertawa tak menghiraukan kesalnya Arsya


"cucu nya oma, selamat ulang tahun ya sayang semoga panjang umur sehat selalu, jadi anak sholeh ya sayang, mmm Akbar mau kado apa dari oma" ucap oma kepada Akbar


"Aamminn, makasih ya oma atas doanya, Akbar ngak mau apa apa kok oma, oma udah sayang sama Akbar aja Akbar udah senang oma" ucap Akbar pintar


"pintar sekali kamu sayang, Akbar udah sekolah ya " tanya oma


"belum oma, seharus nya tahun ini Akbar udah sekolah tapi kata mama , karena Akbar anak nya pintar jadi sekolah nya tahun depan aja oma, iyakan mah" tutur Akbar menjawab pertanyaan oma, oma sedikit penasaran dengan jawaban Akbar


"iya buk, sebenarnya Akbar tahun ini masuk TK, tapi karena banyak nya keadaan yang menghalangi jadi Akbar langsung SD aja tahun depan buk" ucap warna sedikit sedih, karena dari dulu ia emang ingin Akbar masuk TK, tapi karena di waktu bersamaan warna mengandung Zahira, Attar masih kecil di tambah lagi perselingkuhan Arsya dan ekonomi yang kacau balau maka Akbar tidak merasakan TK seperti kawan yang lainnya.


"hmm tidak masalah nak, itu bukan lah wajib yang penting Akbar tumbuh dengan baik lagi pula ia anak yang pintar tentu tidak begitu sulit ia mengikuti teman teman nya yang sekolah lebih awal " jawab oma mengerti atas keadaan yang menimpa warna


" hmmm udah mulai sore ma , seperti nya udah waktunya kita pulang ma, lagi pula warna dan anak anak juga ingin istirahat" ucap Surya


"oke lah anak duda ku yang ganteng, ayok Niko Chika pamit sama Akbar Attar dek Zahira dan mama warna , kapan kapan kita main lagi kesini" ucap oma menghibur mereka , karena ada kekecewaan di wajah mereka mungkin karena mereka belum puas bermain


"aduh ngak usah manyun gitu dong sayang, ayok kita kerumah dek Kinara, bunda banyak ice cream" bujuk bunda Kinara kepada Chika yang di jawab anggukan oleh Chika.


POV SURYA

__ADS_1


Sore itu shindy menelfon , untuk segera datang ke taman bermain anak anak. Awal nya saya menolak karena capek dan mau istirahat sejenak tapi seketika Niko dan Chika datang merengek mau pergi ke taman bermain. Ternyata ketika bapak nya tak mempan, si shindy merayu anak anak ku. Dari pada mendengar rengekan tak ada hentinya lebih baik aku pergi aja walaupun sebentar.


Sesampainya disana, aku sedikit kaget ternyata juga ada warna dan anak anak, ya seperti biasa aku bersikap apa adanya. Banyak drama yang terjadi disana mulai dari Chika mintak di suapin warna hingga peluk peluk an.


Aku mengajak Akbar dan Niko pergi dari taman bermain dan kami mengunjungi toko mobil mobilan tak jauh dari taman bermain, awalnya aku cuma iseng iseng ajak mereka dari pada nanti terbawa perasaan melihat mereka bersama , huu Chika Chika kadang ia memperlakukan warna kayak ibu kandung nya saja.


sesampainya di toko mainan , ku perhatikan Akbar ia selalu melihat kagum ke sebuah mobil, dia pegangi lalu dia tersenyum aku pikir dia menyukai mobil tersebut.


flashback on


"kamu suka bar" tanya ku pada Akbar saat itu


"mm ngak kok yah, Akbar cuma mau lihat lihat aja" jawabannya


"mmm ini keren lo mobil nya bar, bang Niko udah punya ini, kita bisa naik seperti mobil benaran ,coba deh kalau kamu ngak percaya " ucap Niko


"ulang tahun, bukan nya kemarin Akbar ulang tahun bulan ini ya dan kalau ngak salah minggu depan deh hmmm iya iya minggu depan" ucap Surya dalam hati


"seperti nya Akbar menyukai mobil mobilan ini, lihat aja tu, di sekian banyak nya mainan disini hanya mobilan itu yang ia pandang dan pegang dari tadi awal sampai , lebih baik ku hadiah kan saja ke pada akbar" sambung Surya dalam hati


" Akbar tahu ngak sebentar lagi kamu ulang tahun lo" ucap Surya


"heheh iya yah, bulan ini bulan lahir Akbar kata mama kemarin" jawab Akbar


" kalau gitu ini kado ulang tahun Akbar dari ayah ya" ucap Surya

__ADS_1


"tapi yah nanti mama marah, mama ngak izinin nerima barang dari orang lain yah" jawab Akbar.


"kan ayah bukan nya orang lain, katanya ayah nya Akbar " ucap Surya membujuk


"hmm iya ya yah, jadi ini benaran hadiah untuk Akbar yah" tanya Akbar ,dan di jawab anggukan oleh Surya


"makasih ya yah, ayah sangat baik ke Akbar" ucap Akbar


flashback off


Awalnya warna menolak hadiah dari ku dan mau mengganti uang pembelian mobil nya Akbar. Tapi setelah aku memberi pengertian akhirnya warna menerima dan mengalah. Sungguh luar biasa klian ku yang satu ini, dengan gampang nya dia buat jantung ku deg deg ditambah lagi bagaimana dia memperlakukan Chika dengan baik.


Dihari ulang tahun Akbar, aku memang sudah merencanakan untuk pergi dengan anak anak ke rumah warna dan membelikan Akbar kue tapi ketika mau membuka pintu rumah. Mama ku yang sangat cantik malah marajuk mau ikut, seperti mau melamar anak orang saja dong.


"mau kemana kamu bawa cucu ku" ucap mama pada saat itu


"hnmm oma ngagetin aja de, aku sama ayah dan bang Niko mau ke rumah mama warna oma" jawab Chika polos dan jujur, sungguh anak ini


"iya oma kami udah lama nggak ketemu Akbar Attar dan dek Zahira , sekalian nanti mampir di rumah nya dek Kinara, rumah mereka kan dekatan oma" Niko ikut menjelaskan serinci rinci nya


"ooooo seperti itu ya kamu sekarang, mentang mentang duda nya mau sold out, kamu ngak ajak mama mu ini ha'. " ucap mama ku marah dengan tangan di pinggang nya


"aduh mama, Surya sama anak anak cuma .."


"cuma apa ha' cuma apa? dari kemarin kemarin mama cuma dengarin ceritanya doang, Niko cerita Akbar attar, si Chika cerita cerita mama warna dan dek Zahira serta bahkan si shindy kalau kesini cerita mereka juga, sampai kapan mama cuma dengar ceritanya doang , mama kan juga mau kenalan, mau ketemu sama orang orang yang mereka ceritakan ke mama" ucap mama sedih tapi cuma berakting , aku tahu perangai mama ku ia terlalu pandai membuat ku tak berkutik

__ADS_1


Dengan ikhlas hati, mama ku ajak sekalian dan tak lupa ku berhenti di toko kue. Awalnya anak anak bingung kenapa beli kue, setelah ku beri tahu bahwa Akbar ulang tahun hari ini baru deh semuanya memuji ku yang katanya aku adalah ayah ter the best. begitulah mereka kalau lagi senang karena ku.


Sesampainya di rumah warna, aku terlalu malu untuk membawa kue tersebut, nanti warna mikir yang ngak ngak, ku putuskan untuk menghubungi shindy. Tapi ternyata percuma usaha ku memberi pesan ke shindy untuk tidak bilang bahwa kue tersebut bukan dari ku. Bahkan aku lebih malu dari pada membawa kue tersebut masuk , ah si shindy memang tak bisa di percaya. Ditambah lagi si Niko tak bisa di ajak kompromi teganya mereka bilang bahwa mereka tidak mengetahui aku membeli kue bahkan kata Niko mereka lupa hari ini Akbar ulang tahun kalau tidak aku ingatkan, malu nya aku kepada warna.


__ADS_2