
Ting, bunyi ponsel warna , terlihat pesan dari Rudy .
✉️ mbak, mas Arsya masih dalam kota ini kok mbak " pesan dari Arsya
✉️ kalau lokasi nya ada dimana rud ?" balasan warna
✉️ kalau sekarang mas Arsya lagi makan siang mbak , barusan aku telfon mbak "Rudy
✉️ OOO kira kira habis ini mas Arsya mau kemana lagi ya rud, ada mas Rudy Arsya bilang rud?" warna
✉️ belum tahu mbak, seperti nya mereka akan mencari penginapan mbak, 🙏😔 Rudy belum tahu mas Arsya mau kemana " Rudy
✉️ iya rud, ngak apa , makasih sudah bantu mbak " warna
✉️ iya mbak, tapi akan saya bantu semampu saya mbak, nanti saya coba ketemu sama mas Arsya dulu
✉️ makasih ya rud " warna mengakhiri chattingan mereka
"Bisa saja aku mencari mas Arsya di setiap hotel di kota ini, tapi itu akan memakan waktu dan bagaimana dengan anak anak ku" ucap warna sendiri . Warna mengambil handphone nya kembali lalu klik grup mama mama muda.
✉️ assalamualaikum bunda bunda, mas Arsya masih di kota ini, tadi aku tanya ke Rudy, tapi sayangnya Rudy belum tahu dimana mereka akan nginap, aku mau ini semua berakhir bund, bantu aku, aku ngak tau lagi mintak tolong ke siapa lagi bund, aku minta solusinya bunda bunda " warna
✉️ waalaikumsalam kak, mari kita hajar " bunda Shasha
✉️ waalaikumsalam mam, ayokk grebek " shindy bunda Kinara
✉️ 😔 lokasinya ngak tau " warna
✉️ semoga Rudy secepatnya memberi kabar " bunda Shasha
✉️ Aaamminn " bunda Kinara
✉️ iyaa Aaamminn" warna
Matahari mulai menyembunyikan dirinya, bulan akan memperlihatkan cahaya nya, malam akan datang. Tapi warna belum mendapatkan informasi apa apa, Warna sudah berapa kali menghubungi Arsya tapi nihil , terhubung namun tidak di jawab Arsya.
"tidak ada guna nya juga menghubungi mas Arsya, mana mungkin ia akan jujur , lebih baik aku magrib dulu" ucap warna sambil berjalan mengambil wudhu. Warna bersimpuh di atas sajadah , bersujud dan memohon pertolongan dari Tuhan Allah maha pengasih lagi penyayang untuk memberi jalan mengakhiri semuaa ini . Warna juga memohon ridho dari Tuhan nya , karena ia tahu Allah membenci perceraian tapi sungguh warna tak sanggup lagi menahan semua derita nya yang di tanggung nya.
Warna sedang duduk di ruang tamu, warna melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 21.00. Warna menunggu kabar dari Rudy , ia berharap Rudy mengetahui tempat Arsya menginap. Tak lama berselang handphone warna bunyi, ada pancaran senyum di bibir warna , karena yang ia tunggu tunggu menelfon, Rudi.
"Hallo assalamualaikum mbak", rudy di sebaerang sana
__ADS_1
"waalaikumsalam rud, gimana Rud, apa kamu mengetahui tempat mas Arsya menginap" tanya warna
" iya mbak, aku mengetahui, kebetulan tadi mas arsya mau ketemu dengan ku, katanya mas Arsya mau pinjam duit aku mbak, awalnya saya iya kan aja" ucap rudy
"pinjam duit? berapa rud? apa kamu kasih rud" tanya warna
"iya mbak, awalnya tadi di via telfon 1 juta mbak, karena aku mau ketemu mas Arsya makanya ku iyakan mbak" ucap rudy
"Lalu rud? apa kamu kasih 1 juta ke dia" tanya warna
"ngak mbak, cuma saya kasih 200 ribu mbak hehehe, awalnya mas Arsya ngomel ngomel tapi karena kayaknya ia butuh , mas Arsya tetap ambil kok mbak" ucap rudy
"Jadi dimana mas Arsya menginap rud?" tanya warna
"Di hotel X jalan XZ mbak " ucap Rudy
"makasih banyak ya rud, udah bantu mbak sejauh ini, duit Rudy nanti biar mbak ganti ya rud, makasih ya rud"
"iya mbak sama sama mbak, kalau mau labrak kabari Rudy aja mbak, kalau nanti butuh bantuan atau apa" ucap rudy
"iya rud makasih ya, assalamualaikum", ucap warna mengakhiri percakapan mereka
Disinilah mereka sekarang di depan hotel X jalan XZ, tidak hanya tiga bunda kece yang disini tapi ayah nya Kinara dan ayah nya Shasha juga ikut membantu , karena mereka tidak mengizinkan hanya wanita wanita saja yang pergi tentu mereka kuatir dengan istri dan anak masing masing , terutama karena berangkat pagi dan pergi nya ke hotel dan tentunya tidak mudah untuk mengetahui no kamar tamu karena itu privasi.
Awalnya pihak hotel tidak mau memberi tahu no kamar Arsya dan tidak di benarkan untuk melakukan pengerebekan karena privasi tamu. Tapi entah bagaimana caranya , ayah Kinara dan ayah nya Shasha bisa mengantongi izin dan mengetahui kamar nya Arsya.
Sekarang warna sudah ada di depan kamar Arsya dan di temani oleh bunda Shasha, ayah nya Kinara dan Shasha tentu mengintip dari jauh karena takut terjadi hal hal yang tidak di ingin kan. Sedangkan anak anak,untuk menjaga mental dan psikis mereka , mereka tidak di ajak dan mereka semua ada di dalam mobil bersama shindy bunda nya Kinara.
Warna memintak tolong kepada pihak hotel terlebih dahulu untuk mengetok pintu kamar , Saat Arsya akan membuka tentu pihak hotel langsung pergi.
BBrakk, pintu terbuka dan terlihatlah Arsya dengan hanya memakai celana boxer yang sedang mengucek mata.
"kenapa mbak" ucap Arsya yang sepertinya belum sepenuhnya sadar dari tidur dan belum menyadari warna di depan nya
"Bagaimana mas , enak keluar kota nya" ucap warna tajam
deg, Arsya tersadar "dek, kok bisa disini dek" ucap Arsya ketakutan
"tidak perlu takut, santai saja mas, tidak ada yang perlu kamu takut kan ,kamu mengulangi kesalahan yang pernah kamu buat, dan kamu sudah tahu apa konsekuensinya kan mas", ucap warna tenang sambil menyelonong masuk.
"pemandangan yang indah ya mas, itu gundik mu ya " ucap warna sambil menunjuk Wati yang sedang terburu buru memakai baju
__ADS_1
"tidak perlu terburu buru memakai bajunya, itu udah terekam sama sahabat saya, hmmm kamu seorang perempuan, tapi sayang nya kamu tidak mempunyai hati seorang perempuan, ingatlah satu hal wahai wanita murahan, karma dan pembalasan itu ada, kamu tunggu saja, dan setelah ini silahkan kamu nikmati tu mas Arsya aku tidak butuh " ucap warna ke perempuanya nya Arsya
"maksudnya apa ya dek, kita ngak akan cerai dek, aku ngak mau pisah sama kamu , kamu ngak kasihan lihat anak anak, kamu ngak mikir anak anak , kamu kan ngak kerja dan lagian dengan umur kamu yang udah segini ngak akan ada yang bisa nerima kamu untuk kerja dek, jadi bertahan lah bersama aku dan izinkan aku menikah lagi, aku janji aku akan berlaku adil" ucap Arsya yakin pada dirinya
" iya mbak , izinkan kami menikah, menyenangkan hati suami itu pahala mbak, mas Arsya kan udah janji adil sama kita " ucap wanita nya Arsya
"hei kamu , kamu lebih baik diam, kalau bodoh, bodoh sendiri aja, jangan ajak orang lain, ngerti kamu" tunjuk warna ke Wati
"dan untuk kamu mas Arsya suami yang tak puas dengan satu wanita, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya anak anak, semua anak mempunyai rejekinya sendiri sendiri , kamu lupa kami punya Tuhan Allah, dan masalah pekerjaan ku, kamu juga tidak perlu mengkhawatirkannya itu, khawatir kan dirimu sendiri sesudah ini " ucap warna sinis
"dan satu lagi mas Arsya yang ganteng nya ngak ketulungan, setelah ini jangan pernah kembali pulang kerumah lagi, jangan pernah injak rumah ku dan anak anak lagi, dan sampai jumpa di pengadilan, karena dalam surat perjanjian begitulah kesepakatan kita " sambung warna
"Ha ha ha ha ha ha surat perjanjian yang mana ya , mana surat itu mana , mana, surat itu sudah ludes dek, maaf aku tak sengaja membakar nya eh aku sengaja maksud nya, jadi tidak ada surat surat lagi dan aku tetap akan pulang, dan akan tinggal di rumah itu, kalau kamu masih mau pisah kamu yang harus keluar karena itu rumah ku, jadi bagaimana dek, mau tetap pisah dari aku?" ucap Arsya senang
"dan kamu akan menjawab pasti tidak mas Arsya demi anak anak kita, aku sudah tahu jawabannya jadi silahkan kamu pulang dan urus anak di rumah" sambung Arsya
"lagian ya mbak, mas Arsya seperti ini itu, karena mbak sendiri, ngak bisa rawat diri apa lagi rawat suami, jangankan layani suami di ranjang , urus keperluan suami aja ngak becus kamu mbak" ucap Wati dengan sombong, seperti dia yang paling hebat.
"Hmmm setalah ini silakan kau layani lelaki penjahat kelamin ini, kamu tahu kenapa saya tidak melayani dia? karena saya tahu udah ngak satu dua orang yang berhubungan dengan dia, kamu ngak takut ketularan penyakit kelamin, kalau aku mah takut, tapi mungkin kamu mau merasakan sakit itu berdua dengan mas Arsya kali ya karena saking cinta nya " warna menepuk tangan, sedang kan Wati kelihatan nya dia terkejut dan ketakutan.
"benaran seperti itu mas, kamu sudah tidur dengan banyak wanita " tanya wati takut
"ahh ngak usah kamu dengar kan sayang, mana mungkin aku sakit kelamin" ucap Arsya
"belum datang sakit nya mas, hehehh nanti bagus kalian cek deh" ucap warna kikuk..
"oh iya mas arsya yang ganteng, surat apa yang kamu bakar mas? surat perjanjian asli atau surat yang sama dengan ini" warna mengeluarkan sesuatu di dalam tas nya tentu itu surat perjanjian duplikat .
"kok masih ada" ucap Arsya terkejut
"ya ada la mas, yang kamu bakar kemarin duplikat surat perjanjian nya, sama seperti ini, ini ambil" ucap warna santai sambil melempar kan surat perjanjian tersebut ke mukanya
"satu lagi mas, aku bukan bodoh seperti yang kau kira , dan tidak mungkin aku menyimpan hal yang penting di kandang harimau (menunjuk Arsya) sampai jumpa di pengadilan " ucap warna sambil melangkah kan kaki nya keluar....
Hallo semuanya..
terimakasih telah mampir..
jangan lupa like dan vote nya..
🙏❤️
__ADS_1