Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 70 Undangan makan malam


__ADS_3

"ayah Surya siapa dia, apa warna sudah bukankah iddah nya belum selesai" ucap papa Arsya menerka nerka


" Wah Akbar udah pulang, tadi bersenang senang ya sama ayah Surya nya" ucap bulek manis tanpa menghiraukan perkataan papa nya Arsya


"nak Surya ayok masuk dulu, udah pada makan belum ini" tanya bulek yang membuat keluarga warna terheran heran dengan perubahan sikap bulek terhadap Surya yang menghangat


"hmm bulek nya warna habis makan apa ya" batin Surya yang belum mengetahui kedatangan Arsya dan papa nya


"oo iya buk , Alhamdulillah kami udah pada makan" jawab Surya senyum sambil masuk dan terkejut melihat tamu yang telah duduk yang tak lain adalah Arsya dengan seorang bapak bapak yang mungkin ayah nya itu pikiran surya


"OOO iya sampai lupa jawab pertanyaan pak Fauzi tadi, mungkin anak pa Fauzi sudah mengetahui tapi lebih bagus aku saja yang memperkenalkan siapa Surya , takutnya kalau dengar dari Arsya nanti banyak drama pula hmm" ucap bulek sinis melihat Arsya


"ini Surya pengacara yang membantu warna pada saat perceraian kemarin, nak Surya ini baik Lo pak Fauzi , tengok tu anak anak aja bisa langsung akrab sama dia, langsung panggil ayah Surya lagi mungkin karena anak anak merasakan ketulusan dan kehangatan kasih sayang dari Surya maklum Akbar Attar kan bisa di katakan kekurangan kasih sayang seorang ayah " ucap bulek santai


"bulek sudah " ucap Desi berbisik di telinga bulek


"hmm Akbar Attar ayok salam dulu sama kakek dan papa " ucap warna


Akbar attar bersalaman dengan kakek dan papa nya serta memeluk satu persatu.


"Akbar Attar papa kangen kalian " ucap Arsya


"Akbar juga kangen papa" ucap Akbar membalas


" pak Samsu , apa sungguh tidak ada kesempatan lagi untuk mereka rujuk pak "ujar pak Fauzi kepada pak Samsu


"Semua keputusan sudah di utarakan warna kan pak? jadi saya tidak bisa berkata apa apa lagi" balas Pak Samsu


"lagian mohon maaf ya pak Fauzi, pak Fauzi itu datang nya sangat sudah terlambat sekali, dulu di waktu warna sangat sangat terluka kami pernah menelfon pak Fauzi untuk bertemu keluarga tapi apa ada pak Fauzi menanggapi semua itu malah sekarang anak kami warna sudah mulai melangkah kan kaki nya untuk maju demi menghidupi dan mengejar impian bersama anak anak pak Fauzi baru datang dan meminta untuk warna kembali ke Arsya ? maksud nya seperti itu mau ngapain ya pak" bulek menyambar


"Arsya ayo kita pulang, kamu dengar sendiri kan kalau warna sudah tidak mau lagi rujuk , sekarang saat nya kamu juga melangkah untuk impian mu di depan lagi pula ini semua ulah mu, dan seperti nya warna sudah mempunyai calon yang jauh lebih baik dari mu", ucap papa Arsya sambil melihat Surya


ha' mata papa Arsya kok ngeliat saya, Aaamminn deh eh heheh batin Surya


"hmmm seperti nya bapak salah paham, warna belum mempunyai calon atau apa pun itu, apa lagi warna dalam masa Iddah nya , lagi pula anak saya warna tau menjaga Marwah nya sendiri "ucap ayah warna

__ADS_1


"hmm bapak jangan menerka menerka apa yang sedang terjadi, bapak jangan salah paham dengan kehadiran nak Surya disini, nak Surya memang seorang duda dan kita tidak tau bahkan tidak bisa mengubah takdir jika nanti warna dan Surya bersatu , Allah yang maha tahu apa yang terjadi di hari esok" ucap bulek


"tapi yang harus bapak tahu untuk sekarang antara warna dan Surya tidak ada hubungan apa pun, itu pure kerena ikatan batin antara anak anak dengan Surya dan anak anak Surya dengan warna , saya mengatakan seperti ini supaya bapak tidak terkejut jika sebentar lagi anak anak dari nak Surya memanggil sebutan mama terhadap warna" sambung bulek warna


"baiklah kalau begitu semuanya kami pamit pulang dulu" ucap papa Arsya


"tapi pah" sanggah Arsya


"sudah lah Arsya jangan bikin malu kamu" Jawab papa arsya berdiri


Pak Fauzi berserta Arsya pamitan pulang, sebelum mereka sampai di mobil , Chika keluar dari mobil karena ia tadi ketiduran jadi Surya tak tega membangun kan Chika.


"mama Chika pulang" teriak Chika sambil berlari ke warna dan mereka pun berpelukan


melihat semua itu tentu hati Arsya sangat terbakar


"hmm ternyata sudah sedekat itu antara kau dengan anak anak nya, jangan jangan kalian juga ada main di belakang ku saat kita masih bersama " kata Arsya


"sebelum kau penyok , sebelum gigi kau rontok tutup mulut mu dan pergi dari sini" ucap Bagas mengepalkan tinju nya


" apa kau mau saya sumpal dengan cabe rawit ini ha' " ucap bulek tak kalah emosi


"silahkan bawa anak anda dari sini pak Fauzi, sekali an ajar kan dia mengenai agama dan tentang cara menghormati menghargai seorang wanita, mungkin saat ini ia lupa dari mana ia dilahirkan " ucap pak samsu tenang


Mendengar itu pak Fauzi mendorong Arsya dalam mobil, dan mereka meninggal kan halaman rumah warna


"nak Surya bukankah kata mu kemarin, mau bertemu klien mu disini tapi kenapa jalan jalan ngajak Akbar Attar lagi" ucap bulek dengan wajah masam


ya Allah perasaan barusan dia menerima saya dengan baik, kenapa sekarang wajahnya masam lagi melihat muka ku yang ganteng ini batin Surya


"iya buk kebetulan klien saya membatalkan pertemuan hari ini jadinya di tunda besok" ucap Surya berbohong


"oo pasti besok di tunda lagi" ucap bulek dengan suara yang kecil tapi tetap masih bisa di dengar


"apa nya buk" jawab Surya

__ADS_1


"OOO tidak apa apa ya sudah kalau begitu, ya sudah bulek pulang dulu semuanya , gara gara si meong itu banyak waktu ku yang terbuang buang" ucap bulek kesal


"meong mana bulek" tanya warna penasaran


"itu duo meong, mantan suami dan papa mertua mu" ucap bulek santai, mendengar itu semua orang yang berada disana tertawa.


"saya pulang, ingat jarak jarak terlebih dulu" ucap bulek mengarahkan mata nya ke Surya , melihat itu Surya hanya tersenyum dan mengangguk


"hmm Ya sudah ayah mau istirahat dulu, capek juga melayani duo meong" ucap ayah berlalu


"ayah" ucap anak anak pak Samsu sambil tertawa


"makasih ya mas udah ajak anak anak jalan jalan" ucap warna berterimakasih


" hmmm ngak gratis" jawab surya


"ha' jadi ada ongkos nya" tanya warna


"iya dong, mana ada yang gratis zaman sekarang" jawab Surya serius


"hmmm berapa" jawab warna cetus


"3 piring nasi beserta lauk pauk dan air minum nya, malam ini kami akan makan malam disini , itu imbalan nya" ucap Surya tersenyum


" ha' ya ampun oke deh" jawab warna


"oke terimakasih atas undangan makan malam nya mama warna " Surya usil..


"ha' siapa yang ngundang, situ yang maksa " jawab warna


terimakasih yang telah mampir..


minta like vote dan commentnya ya semuanya..


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2