
"oo iya mbak, maaf nanti saya hubungi lagi ya mbak, lagi rapat soalnya mbak " ucap Rudy gugup..
"oo iii" belum sempat warna menyudahi bicara nya, Rudy langsung mematikan telfon warna.
"kenapa dengan Rudy ya, kenapa langsung mematikan telfon ku" gumam warna dengan diri nya sendiri
Ting pesan masuk tertulis bunda Kinara
"mam, teman ku yang pengacara itu udah ku hubungi, tapi dia lagi ngak di kota ini mam" pesan dari bunda Kinara
"lah, terus gimana tu bund ðŸ˜, lama ngak balik sini lagi bund?" klik terkirim dan langsung centang biru
"ngak mam, Minggu depan dah sampai sini mam" balas bunda Kinara
"ooh Alhamdulillah, oo iya bund, bayar nya berpa bund? mahal ngak bund" tanya warna melalui aplikasi hijau tersebut
"Tenang aja bund, teman ku ini baik, penolong orang orang lemah , aku udah ceritain semua tentang mam, InshaAllah dia bantu dengan ikhlas" balas bunda kinara
"baik banget ya bund, semoga Allah selalu melindungi nya" balas warna
Tapi tak ada balasan dari bunda Kinara, mungkin karena lagi sibuk mengurus Kinara. Warna mencoba menghubungi Rudy kembali, mana tahu dia sudah mau bicara dengan ku.
"Hallo assalamualaikum Rudy" warna
"waalaikumsalam mbak, tadi maaf mbak, aku matikan karena lagi ada kerjaan tadi, kenapa ya mbak, ada yang bisa saya bantu" tanya Rudy ke warna
"Rudy mbak to the point aja sama kamu, mbak butuh pertolongan kamu rud, mbak mohon kamu bisa bantu mbak " ucap warna lembut supaya pihak lawan tersentuh
"bantu apa mbak, saya ngak ngerti mbak" jawab Rudy di sebrang sana
__ADS_1
"Rudy, saya tahu kamu dekat dengan suami saya sekarang, saya tahu kamu mengetahui apa aja kegiatan suami saya, bahkan saya juga yakin , kamu tahu dan kenal selingkuhan nya mas Arsya , bukan kah begitu rud?" kata warna melalui via telfon tersebut
"Mmm maaf mbak, saya bukan membenarkan semua yang di lakukan bang Arsya mbak, saya tahu semua yang dilakukan nya salah mbak, tapi setiap saya dan rekan lainnya yang kasih dia nasihat, ngak ada yang mempan mbak, malah bang Arsya nge gas balik ke kita " jawab Rudy di sebrang sana
" hmmm Rudy, saya yakin kamu punya hati nurani, mungkin saat ini kamu belum menikah, belum punya anak dan istri, tapi kamu lahir dari Seorang perempuan dan pasti nya kamu punya adik atau Kaka perempuan baik itu kandung maupun sepupumu, bukankah kamu tidak mau mereka senasib dengan yang saya alami?" ucap warna , mencoba membuka pintu hati Rudy untuk bisa membantu nya
"iya mbak, tapi apa yang bisa saya bantu, saya akan bantu mbak kalau saya bisa " balasan dari sebelah sana
"Baik la rud, secepatnya saya akan hubungi kamu rud, terimakasih sebelumnya, dan satu lagi rud kamu anak lelaki seorang ibu, jika kamu belum mampu untuk membahagiakan ibu mu paling tidak jangan buat di kecewa kelak, tinggalkan barang haram tersebut rud, sebelum terlambat" ucap warna
"Assalamualaikum Rudy" ucap warna, yang tak di jawab Rudy, karena Rudy masih mencerna kata kata yang di dengarnya barusan. Hingga di seberang sana Rudy bergumam pada dirinya sendiri " Ya Allah , kata kata apa itu hingga membuat kaki ku bergetar" Rudy memejamkan mata nya sambil terduduk di kursi kerja, " Ternyata sudah sejauh ini aku salah langkah" Sambung nya.
Ditempat lain, warna menghadap ke kaca, dia melihat dirinya dari atas sampai bawah. Tentu dia teringat semua perkataan dari bunda Kinara.
"memang selama ini, aku tidak memperhatikan lagi diriku , jangan kan merawat badan, atau memakai body lotion, atau skincare, sisir rambut aja satu kali dalam sehari itu udah syukur bisa, kadang ada waktu senggang, aku pergunakan untuk istirahat sejenak, merawat tiga anak tidak semudah yang ku bayangkan" gumam nya pada diri sendiri
"tapi bukan kah merawat diri juga di perlukan, mungkin mas Arsya selingkuh karena aku yang selalu kucil dan tak terawat" ucap nya sendiri
Setelah anak anak sudah mandi dan sudah rapi, semua pekerjaan rumah beres. Warna mencoba sedikit berhias. Memakai sedikit blush on, eye shadow, dan sedikit lipstik. Tidak menor tapi itu semua sudah menonjolkan kecantikan warna.
"waw nah gitu dong mam, kan cantik, kayak gadis aja" ucap bunda Kinara sambil jalan jalan sore
"biar nyesal itu si calon" tutur bunda Shasha
"calon apa bund" ucap warna dan bunda kinara bersamaan
"calon mantan suami heheheh" sambung bunda Shasha
"hmm bund, jadi kita Senin ketemu sama kawan bunda pengacara itu" tanya warna
__ADS_1
"iya mam, kita ketemunya di luar aja ya mam, ngak enak kalau di rumah, mata dan telinga orang banyak" bunda Kinara , dan di sambut dengan tawa ke tiganya
"hmm ngapain lagi di sembunyikan bund, aku yakin perumahan ini udah tahu , masak satu orang orang ini ngak pernah lihat mas Arsya di luar, lagian aku kan sering berantam sama mas Arsya, kalian aja yang ngak dengar, samping kanan kiri belakang dengar lah" ucap warna
"iya mam, biar kita enak juga, jadi di luar lebih santai " ucap bunda kinara
"iya bund, makasih ya kalian berdua sudah sejauh ini membantu aku, aku bahagia dan beruntung bisa kenal dengan kalian" ucap warna
"kaka sering kali ucapin makasih, ngak muat lagi, mau tarok dimana" canda bunda Shasha , disambut dengan tawa mereka
"aku udah telfon Rudy, dia seperti nya mau bantu aku bund, aku mau labrak mereka bund, biar hati ku puas , paling tidak aku mau mempermalukan mas Arsya " ucap warna
"aku dukung 1000% kak" ucap bunda Shasha
"tapi tentunya aku sangat butuh bantuan kalian lagi, sungguh aku tak sanggup sendirian" ucap warna senduh .Iya karena keadaan warna yang punya anak bayi , keadaan tersebut membuat warna susah gerak di tambah lagi Attar juga masih kecil , masih 2 tahun kurang.
"iya tenang aja mam, kami siap bantu kok, kabari aja kapannya mam" ucap bunda Kinara
"kalau setelah ketemu sama pengacara gimana bund" ucap warna , sambil melirik duo bunda
" ngak apa juga sich kak, pokoknya cari waktu yang tepat aja kak" ucap bunda Shasha
"iya benar kata bunda Shasha, jangan sampai mas Arsya curiga aja mam, apa lagi mam sudah dapat bukti, hati hati dengan handphone mam" ucap bunda Kinara
"iya bunda, kata sandi handphone udah aku ganti kok, jadi aman, surat surat penting juga sudah aku titip ke rumah bunda Shasha" ucap warna , sambil melirik bunda Shasha
"ya udah ayok kita masuk rumah lagi, udah mau Magrib" ucap bunda Shasha
"oke " jawab warna dan bunda Kinara serentak
__ADS_1
Terimakasih semuanya yang sudah mampir, dan sudah memberi like dan vote nya ..