
lebih kurang 30 menitan mereka sampai di bank B**.
"sampai" ucap bunda Kinara
"hmm kakak aja ya, yang masuk kami tunggu di mobil aja, anak anak tinggal dalam mobil aja" ucap bunda Shasha
"oke deh " jawab warna ragu
"nanti bilang aja langsung ke teller nya mam, mintak cetak buku tabungan hmm" ucap bunda Shasha
"oke" ucap warna sambil keluar dari mobil. sudah lebih dari 15 menit tapi warna belum juga keluar.
"kok lama ya bund" tanya bunda Shasha
"antri tu , rame bund" ucap bunda Kinara
"bisa ngak ya bund" bunda Shasha
"bisa dong, kan buku tabungan sama kita" jawab bunda Kinara
"kan ditanya KTP" bunda Shasha risau
"kan istri nya, kan ada KK ada buku nikah yang bunda suruh Bawak tadi hehehe Bilang aja suami nya sakit, sakit jiwa dan hati nurani maksud nya, makanya ngak bisa ngambil duit sendiri, terus ATM nya rusak gampang kan" jawab bunda Kinara
"kata bunda, nanti kak warna jawabnya gagap gimana" bunda Shasha ragu
"percaya aja" jawab bunda Kinara
__ADS_1
"itu kak warna udah keluar, manis sich senyum nya" kata bunda Shasha , di lanjutkan dengan warna masuk ke dalam mobil.
"gimana mam" ucap bunda Shasha
"hmmm mau senang sedih atau gimana ya ngak tau aku mau gimana mengekspresikan yang ku rasa kan sekarang" ucap warna
"memang kenapa mam, ada masalah?" tanya bunda Kinara
"hhhhuhh ternyata tadi aku mintak cetak buku tabungan nya , dan ku lihat waww tiga hari yang lalu dapat transferan 10 juta dari kantor nya seperti nya bonus, dan total duit di buku tabungan nya 11 juta lebih, aku mau ambil dong, kan harus ambil antrian baru lagi , antri deh makanya lama" penjelasan warna
"kak ambil semuanya kan? daripada habis untuk senang senang sama dia " bunda Shasha
" ngak semua sich bund cuma aku ambil 10 juta 700 ribu, sisanya untuk jajan dia dua hari di luar kota , luar kota kata dia, ngak tau deh kota mana hahahah" jawab warna tertawa
"hahhaha mantap mam, keren , ambil hak anak wajib dari pada untuk wanita lain" ujar bunda Kinara
"iya bunda, ini hak anak anak ku, lumayan tabungan untuk anak anak, aku mau tarok duit dimana ya bund, takutnya kalau simpan di rumah, nanti di ambil mas Arsya lagi" kata warna
"ya udah bikin rekening aja sekarang, mam mau bank apa" tanya bunda Kinara
"ini aja la bund, yang di depan mata aja heheh" ucap warna
"oke silahkan kami menunggu Disini ya" ucap bunda kinara
Semua urusan per bank kan selesai, Sekarang warna berada di rumah, anak anak sudah tidur siang.
"hmmmm mas mas, dulu seberapa pun kamu dapat tambahan apa pun dari kantor mu, kamu selalu bilang mas, dan aku tidak pernah meminta lebih ke pada mu mas, malah sering tidak aku ambil bonus yang kau terima, karena duit bulanan yang kau kasih masih ada, tapi sekarang dengan jumlah yang lumayan kau hanya diam mas, diam tanpa bilang apa apa, apa segitunya kau sekarang mas" gumam warna pada dirinya sendiri
__ADS_1
"aku jadi curiga mas , kamu bukan keluar kota, aku yakin kamu akan bersenang-senang dengan bonus yang kau dapat dengan wanita mu, hmmm tapi maaf mas aku sedikit lancang kali ini, itu hak anak anak ku bukan wanita itu"sambung warna
"Dimana kamu sekarang mas Arsya, lebih baik aku hubungi Rudy deh, mana tau dia mengetahui dimana mas Arsya sekarang" ucap warna, sambil klik konstanta Rudy
"Hallo assalamualaikum " ucap warna
"waalaikumsalam mbak" Rudy di seberang sana
"maaf mengganggu Rudy, mbak mau tanya mengenai mas Arsya " warna
"iya kenapa mbak , tapi bukannys mas arsya lagi di rumah ya mbak? " ucap rudy
"maksudnya rud" tanya warna
"iya kan kemarin mas Arsya ambil cuti untuk dua hari mbak, hari ini dan besok, emang mas Arsya ngak di rumah Mbak" tanya Rudy di seberang sana
"ngak rud, makanya mbak nelfon kamu dan mau meminta tolong rud, mbak mau labrak mas Arsya rud, mbak yakin kamu tau dimana dia sekarang rud, tolong bantu mbak rud, mbak mohon rud" warna memohon
"kalau sekarang aku benar benar ngak tau dimana mas Arsya mbak, Tapi coba nanti aku cari dulu mbak, biasa nya mas Arsya jujur sama ku itu mbak" Rudy seberang sana
"iya rud, terimakasih Rud, kamu telah mau membantu saya, saya tunggu info dari kamu rud, sekali lagi terimakasih ya rud, assalamualaikum" ucap warna , lalu mengakhiri panggilan
"benar dugaan ku kan mas, kamu bukan luar kota" gumam warna sambil menghubungi no telfon Arsya tapi nihil, no Arsya tidak dapat di hubungi.
"Aku tidak mau buang buang waktu lagi, secepatnya akan ku labrak kalian, akan ku kasih kamu pelajaran mas biar kamu ingat seumur hidup mu " ucap warna geram
Bersambung... episodenya selanjutnya mari kita lakukan penggerebekan terhadap Arsya ya ibuk ibuk...hehehhe
__ADS_1
jangan lupa like dan vote
terimakasih