Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 21. Istri sah pemenang


__ADS_3

POV Warna


Saya penasaran dengan vidio yang di kirim Sisil,


Klik, saya buka , tentu saya tersenyum melihat Vidio awal nya, Vidio yang bertempatan di rumah madu ku.


Hingga di akhir Vidio ku masih mendengar kata kata yang di ucapkan indah, walaupun wajah tak terlihat lagi mungkin karena Sisil sudah menyimpan HP di dalam tas nya.


"sekarang mas Arsya sudah bercerai dengan indah, kini giliran ku apa aku masih mampu hidup dengan orang yang telah mengkhianati ku, semoga keputusan ku ini benar dan terbaik untuk semuanya", tutur warna dalam hati


"Akbar ayo kita masuk ke rumah lagi nak, bentar lagi magrib"


"oke mah" Akbar


Demi anak anak akan ku coba membuka hati kembali, menata rumah tangga kami lagi seperti dulu yang penuh dengan kasih sayang, demi anak anak akan ku coba membuka pintu hati untuk memaafkan mas Arsya, semoga Allah menuntun hati ku dan membimbing dalam setiap langkah yang ku ambil.


Warna POV end


Magrib sudah berlalu, Arsya baru saja sampai rumah, anak anak menyambut Arsya dengan girang, apa lagi Arsya membawa tentengan sama seperti dulu, semoga ini awal yang kebahagiaan mereka, semoga heheheh tapi author tidak yakin hahahaha


"Eh, anak anak papa yang ganteng, ini papa bawa kan kue kesukaan Akbar dan Attar ", ucap Arsya ke anak anak


"makasih pah, udah lama papah ngak bawakan kami makanan kayak gini "jawab Akbar

__ADS_1


"iya nak, maafin papa ya, besok akan sering sering papa bawakan lagi ya, doakan papa punya rezeki terus ya nak", tutur Arsya


"iya pah aamminn", jawab Akbar, sambil melahap roti bakar yang di bawakan Arsya


"sudah pulang mas" tanya warna , masih memakai mukenah karena habis sholat dan membaca Alquran


"sudah dek, dek semuanya sudah beres dek, semuanya sudah ..," ucap Arsya


"nanti aja di bahas mas, ada anak anak, bagus mas mandi terlebih dahulu " jawab warna cuek


"baiklah dek" ucap Arsya ,


"mah mah sini " ucap Akbar dan Attar yang melambai kan tangannya


"iya nak, wahhh lagi makan roti ya nak, enak ngak" tanya warna


"mmmm enak nya, di tambah lagi anak mama yang nyiapin, tambah mantap" tutur warna


"hehehe mama ini, papa udah baik lagi mah, udah bawakan kita makanan kayak dulu lag,i" ucap Akbar polos


mendengar hal itu, hati warna terharu, ternyata beberapa bulan ini anak nya tidak merasakan kehangatan seorang ayah, "apa jadinya kalau saya dan mas Arsya berpisah ya" ucap warna dalam hati


"iya sayang papah, selalu baik kok, cuma papa kemarin kemarin itu sangat sibuk, makannya papah jarang berhenti membeli makanan" alasan warna

__ADS_1


"iya ya mah, ayok mah makan lagi " jawab Akbar


"iya sayang" ucap warna dengan mengusap rambut anak nya .


Perasaan seorang anak tentu sangat bersih dan polos bukan? dia merasakan perubahan sekecil apa pun, tapi apa lah daya seorang anak yang berusia 6 tahun. Satu tindakan orang tua, satu keputusan kedua orang tua bisa melukai hati seorang anak, bahkan bisa merusak mental nya . Jadi sebelum mengambil keputusan terlebih dahulu , mari berfikir dulu, jangan penting kan diri sendiri tapi fikirkan juga lah anak anak itulah yang dirasakan warna saat mengambil keputusan untuk memaafkan suami nya Arsya.


"dek , mas mau makan " ucap Arsya setalah selesai mandi


"iya mas silakan, itu sudah ada di atas meja, tinggal makan aja " ucap warna


"boleh temankan dek", tanya Arsya


sebenarnya warna belum bisa bersikap seperti dulu, tapi dengan hati berat ia mengatakan "iya mas" .......


.


.


Hallo semuanya


maaf ya banyak yang typo


mohon like dan vote serta komentar nya ya

__ADS_1


...🙏😍😍


.


__ADS_2