
Hari pertama opening butik bunda Kinara dan warna begitu lancar. Lumayan rame dan mereka dua orang karyawan putri dan Elsa.
"lamun aja mam" tanya bunda kinara
"aku dalam masalah besar bund" jawab warna
"masalah apa " tanya shindy kepo
Warna menceritakan semuanya yang terjadi tadi malam , serta tentang Surya yang melamar nya kemarin meskipun shindy sudah tahu semuanya malahan Shindy lebih dulu tahu dari warna karena Surya konsultasi cinta dulu ke pada shindy.
"hahahhahha itu kok di pikir kan kali si mam, solusi nya udah ada pun, tinggal bilang dan laksanakan aja lagi" jawab shindy pura pura tidak tahu sebenarnya yang terjadi
"masak iya bund, aku harus bilang ke mas Surya bahwa aku menerima mu mas dan tolong hari minggu besok langsung lamar aku ke orang tua dan keluarga ku , ya Allah ngak kebayang aaaaa " warna histeris naik ke lantai dua
"mam mam masak ngak kepikiran sih , ini semua kerjaan sepupu aku" shindy bergumam
Tak lama berselang, Surya beserta Niko dan Chika datang dengan tenteng yang banyak, cemilan tentunya.
"hmm gimana adek mas yang cantik, berhasil ngak", tanya Surya pelan karena takut warna mendengar
"hmmm berhasil, itu mbak warna kebingungan lagi di lantai dua , hahahha ngakak aku mas mas" jawab shindy
"kasihan juga ya, tapi menurut mu, ini semua keterlaluan ngak ya, kasihan juga warna kebingungan " ucap Surya lemah.
"hmmm jadi laki laki kok ngak jelas gini sih mas, heran deh " ucap shindy berlalu ke lantai dua
Shundy mendekati warna yang sedang melihat dan mencermati pembukuan keuangan butik.
" mam, mas Surya lagi di bawah tuh" ucap Shindy mendengar itu warna melepas udara panjang dari mulut nya 😂
"hmmm cuma 4 hari lagi lo mam hari minggu, masak iya mam bilang nya Sabtu, gimana nanti persiapan mas Surya untuk melamar mam ke kampung, masak iya ngak bawa apa apa, kan malu mam sama keluarga dan tetangga di kampung hehehehe nanti di kira calon mam pelit lo wkwkwkw" ucap bunda Kinara cengengesan
" ya ampun bund, serius deh kali ini otak ku buntu, masak iya kemarin aku yang bersikeras untuk berfikir 2 minggu baru memberi jawaban, nah sekarang belum sampai dua hari aku udah memberi jawaban dan setelah itu memintak mas Surya dan keluarga nya langsung melamar aku ke kampung, malu dong bund, hikhikhikhikhi", ucap warna kepikiran
__ADS_1
"hahhaha hahahha lucu sih mam, hehhe" jawab shindy
"bantuin kek bund, ini malah ketawa aja dari tadi, sama aja sepupu an " jawab warna kesal
"mam mam udah kayak ABG aja malu malu, kasmaran kedua ya mam heheheh"
" hihi ngak tau ini bund, aduh puyeng " jawab warna
"pokoknya usahain hari ini bilang ya mam biar ada persiapan nya lo" ucap Shindy keluar dari ruangan
Nasib nasib , masak iya aku bilang, harga diri harga diri gumam warna
"Assalamualaikum buk" suara dari luar pintu mengagetkan lamunan warna
"waalaikumsalam .." warna terdiam melihat siapa yang berdiri depan pintu
panjang umur ni dia, barusan di omongin eh udah datang, kayak hantu aja bathin warna
" kamu nyumpahin aku ya" ucap Surya
"waw calon istri idaman, belum jadi istri aja aku udah di doain apa lagi nanti udah jadi istri ya hehe" ejek Surya
" Kegeeran ", jawab warna
aduh gimana ya, apa di omongin sekarang aja ngak ya? tapi masak iya aku yang mulai ngomongin masalah itu , mas Surya aja ngak ada ngomong arah kesana puyeng puyeng bathin warna sambil memukul kecil kepala nya
"kenapa na, sakit kepala ya atau lagi banyak pikiran " jawab Surya santai.
"ha' ngak kok mas, lagi ngak kedua nya ", jawab warna
"oo ya udah aku pamit dulu deh, tadi cuma mau nganterin cemilan untuk anak anak bareng Niko dan Chika tapi aku lagi ada kerjaan jadi buru buru " Surya berbohong sambil melangkah kan kaki nya
mas Surya mau pergi? aduhh gimana ini bathin warna
__ADS_1
"eh mas Surya tunggu" panggil warna malu
"iya kenapa " jawab Surya senang dalam hati tentu Surya menahan tertawa
"kenapa na" ulangi Surya ,karena warna tetap diam
"hmm itu mas, apa, hmm itu OOO " warna terbata bata
"apa sih na, itu, apa oo, hmm yang jelas napa heheh ngak usah gerogi, ya sudah aku pergi dulu assalamualaikum" ucap Surya
"ngak kok mas, aku mau ketemu Niko dan Chika terlebih dahulu, mereka dimana ya " jawab warna dengan alasan yang tepat
pintar juga si warna mencari alasan yang akurat bathin Surya
"mama " sahut Chika dari Belakang Surya
" anak mama yang cantik imut, i Miss you " jawab warna
" i Miss u mama, oo iya ma jadi kapan kita ke kampung mama" tanya Chika ceplos yang membulat kan mata Surya
ha' mampus ini kalau Chika kecoplosan , lagian mama sih udah bilang aja ke Chika kalau kita ke kampung warna hari Minggu
"hmm ke kampung mama, siapa yang bilang sayang" tanya warna penasaran
"itu tadi malam Niko dan Chika cerita pengalaman mereka di kampung waktu itu kepada Oma dan opa nya, eh Oma opa mintak pergi ke sana, ke kampung nya pelangi, ya sudah saya jawab aja secepatnya kita akan pergi , iya kan sayang papa" Surya menjawab sebelum Chika kecoplosan
" hmmm gitu ya yah" jawab Chika sedikit tidak loading
"hmmmm" jawab Surya
" ya sudah ayok ayah antar pulang , ayah masih ada urusan sekali an pamitan sama mama warna " jawab Surya mencari alasan dari pada Chika kecoplosan bisa ribet
"oke yah" jawab Chika
__ADS_1
Setelah Surya dan anak anak pergi dari butik, warna melamun di lantai dua.
gagal gagal aduhhhh puyenggg, pokok nya besok harus bilang, dan aku harus memikirkan cara dan alasan yang tepat serta cerdas supaya aku tidak malu kali hehehe gumam warna