Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 67 Sarapan bersama


__ADS_3

✉️" Mama warna udah bisa bobok tenang ya, karna kami sudah di penginapan, selamat malam mama hehehe" pesan dari Surya atau dari Niko ???


"hmm ini mas Surya apa Niko ya? masak iya Niko , pasti mas Surya ini iseng, bagus aku isengin balik deh biar 1 sama" gumam warna


✉️" Selamat malam juga ganteng nya mama, semoga mimpi indah , sampai bertemu besok anak ganteng dan semoga sifat bohong papa mu ngak menular ya nak heheheh 😛😛" balasan warna pura pura tak tahu kalau yang yang menerima pesan tersebut adalah Surya


Tak ada balasan dari Surya karena kelelahan, mereka tertidur setelah bersih bersih


...PoV Arsya ...


Sekarang aku berada di kos kosan kecil, apa ini takdir hidup ku atau nasib yang ku pilih sendiri, aku menyesali semua yang telah ku perbuat , aku menghancurkan hidup ku sendiri, aku menghancurkan rumah tangga ku .


Sekarang aku seorang duda, ah malunya aku mengingat kejadian sebelum mediasi niat hati ingin membuktikan kepada warna eh ternyata aku yang terbukti berbohong membawa racun palsu, semua karena pak Diki bisa bisa nya dia tahu bahwa yang ku bawa hanya lah air putih biasa. Memang sih botol racun nyamuk tersebut sudah ku sikat bersih mungkin karena itu bau racunnya menghilang.


Warna memang wanita tulus, bagaimana pun keadaan ekonomi kami dulu, ia tak pernah meninggikan suara nya, ia selalu bersyukur bahkan tabungan nya di masa gadis juga ludes setelah menikah namun sekalipun warna tak pernah mengungkit hal tersebut.


Berbeda dengan Wati, dulu aja minta cepat cepat di kawinin sekarang jangan kan mintak kawin , ketemu aja susah eh ternyata dia udah punya yang baru . Seperti nya dia memang lebih mapan paling juga suami orang. Awas aja kau Wati kalau aku sudah seperti dulu lagi jangan pernah minta balikan lagi.


Belum lagi kantor tempat aku kerja ada masalah , ada ada aja cobaan hidup . Apa saya harus membujuk warna untuk rujuk kembali ya? saya akan melakukan apa aja untuk rujuk sama warna. Tapi sebenarnya nyali saya sudah ciut ,karena harapan sudah tipis bahkan ngak ada. Seperti nya saya ada ide yah dengan bantuan papa. Papa i'm coming


...POV Arsya end...


..


..


..


..


Pov Surya


Sekarang saya berada di kampung warna ,hmmm tak menyangka sejauh ini huu semua gara gara shindy eh ngak juga sih juga kemauan saya yang mau kesini karena anak anak rindu dengan warna.

__ADS_1


Ternyata warna punya keluarga besar, tapi ada satu yang sangar ,bukan ayah warna tapi bulek nya warna . Melihat matanya saja saya ketakutan. Syukur saya ahli di bidang kata kata tak sia sia ilmu pengacara saya walaupun sedikit berbohong tapi yang terpenting semua terkendali.


Alasan di perkuat dengan paket yang di kirim shindy untuk warna entah paket apa tentu aku ngak tahu. Aku kecoplosan sudah dapat penginapan pula ke keluarga warna huu seharusnya aku jujur saja sehingga kami ngak tersesat seperti tadi. Tapi Malaikat tanpa sayap anak anak mengirim bantuan kepada kami sehingga semuanya teratasi.


Entah dari mana ia tahu saya berbohong, tapi itulah pesan nya kepada Niko melalui handphone saya. Sesampainya di penginapan saya langsung mengirimi dia pesan yang sedikit ngerjain dia, eh tapi dari balasannya dia tahu kalau saya yang mengirim dia pesan karena sudah larut malam , aku sungguh mengantuk dan tidak membalas pesan tersebut.


POV Surya end


Warna telah menyelesaikan semua pekerjaan nya, sarapan pun telah tersedia di atas meja. Anak anak belum bangun kecuali Akbar yang sudah dari shubuh terbangun dan ikut dengan kakek nya ke mesjid


"na , anak anak mu yang lain ngak sarapan disini" ucap ayah sedang menyeduh kopi pahit hitam itu kebiasaan ayah warna setiap paginya


"hmm anak yang lain yang mana yah" jawab warna bingung


"itu anak anak nak Surya siapa namanya, Niko dan Chika ya" tutur ayah warna


"mereka kan di penginapan yah, sudah ada sarapan " jawab warna


"hmmm kan penginapan nya dekat tuh di dekat pesawahan " ayah warna dengan tersenyum


" nak, ayah tidak melarang mu untuk berteman dengan siapa pun tapi ingat pesan bulek mu kemarin nak fitnah sangat dekat dengan wanita seperti mu nak, apa lagi masa Iddah mu belum selesai " jawab ayah warna


"iya yah, tapi warna memang tak ada apa apa sama mas Surya yah, warna berani sumpah yah" jawab warna untuk meyakinkan ayah nya kalau ia benar benar tidak ada apa apa


"kalau ada apa apa juga ngak apa nak, hehehe kelihatan dia orang baik dan sayang anak anak, tapi selesai kan dulu masa Iddah mu baru buka Lembaran baru kalau mau mengenal laki laki lain dalam hidup mu" ucap ayah warna tegas


"iya yah, lagi pula warna belum ada niat untuk mengenal laki laki mana pun yah, warna terlalu sakit dan jujur warna trauma dengan perbuatan mas Arsya kemarin, apa lagi warna punya tiga orang anak yah, jarang laki laki yang tulus yang mau menerima keadaan seperti ini " ucap warna menatap ayah nya


"jarang tapi kan ada mbak" celetuk bagus dari dapur


"kamu ikut aja obrolan orang" warna kesal


"heheheh mas Surya seperti nya suka sama mbak mbak" tutur bagus

__ADS_1


"Ngada aja kamu gus gus" jawab warna


"mbak, aku juga seorang laki laki meskipun aku belum menikah tapi aku tahu pandangan mata seorang laki laki yang suka ke lawan jenis nya mbak, apa lagi mas Surya seperti nya juga sangat menyayangi ponakan ponakan ku" jawab bagus


"sudah sudah ayok sarapan" ucap ayah melangkah ke meja di ikuti oleh warna dan bagus. Sedangkan Akbar sudah duluan menunggu di meja makan sambil minum susu.


"mmm Akbar hari ini senang banget lo kek" ucap Akbar


"Alhamdulillah , cucu kakek senang hari ini, tapi kalau kakek boleh tahu apa yang membuat cucu kakek ini sesenang ini", tanya kakeknya Akbar sedangkan warna dan bagus hanya mendengar kan


"iya kek, soalnya hari ini Akbar , bang Niko, dan Chika berserta Attar mau jalan jalan pakai mobil kek" ucap Akbar senang


"jalan jalan kemana nak" tanya warna penasaran karena ia tak pernah janji ajak Akbar dan lainya jalan jalan hari ini


"ketempat wisata di dekat kampung kita mah, wisata alam yang kata papa Surya ada di dekat dekat sini cuma butuh waktu 2 jam sampai mah" jawab Akbar riang


"OOO iya mama juga tahu, wisata itu tapi masalah Akbar dan bang Niko beserta adik adij pergi sama siapa nak? mama ngak bisa bawa mobil, kakek kerja, om bagus kerja , dan tante Desi dan tante sari jugak ngak bisa bawa, om Bagas kerja juga, begitu pun dengan kedua suami tante mu, gimana dong" ucap warna


"sama papa Surya la mah" jawab Akbar


"papa Surya juga kerja sayang" jawab warna


"ngak kok papa Surya ngak kerja, ini papa jemput Akbar sama Attar untuk jalan jalan " ucap Surya santai berdiri dekat mereka bersama Sari yang tersenyum sengir


"mas Surya kok disini , dari kapan " warna bingung


"dari aku bukak in pintu mbak, kasihan tahu mas Surya sama anak anak nunggu di luar ngak ada yang nyahut , syukur aku keluar rumah jadi melihat mas Surya sedang berdiri di luar seperti orang nagih hutang hehehhe" jawab sari becanda


"heheh maaf mas , mungkin karena kami di balakang dan tv hidup jadi suara mas ngak kedengaran" jawab warna


"ayok nak Surya sarapan bareng kami, Chika Niko ayok sayang , mama warna udah masak nasi goreng ini " ajak ayah nya warna


...

__ADS_1


jangan lupa like dan vote nya


terimakasih 🙏🙏


__ADS_2