
"makasih ya bund, udah jaga anak anak , maaf merepotkan " ucap warna ke bunda Shasha
"iya kak, sama sama, gimana kak lancar ketemu pengacara kenalan bunda Kinara nya" tanya bunda Shasha
"Alhamdulillah lancar bund, pengacara nya bukan kenalan bunda Kinara, tapi sepupunya " jawab warna antusias
"ha' jadi sepupunya, cowok apa cewek kak" tanya bunda Shasha
" cowok bund, namanya mas surya" jawab warna
"oo belum nikah kak" kepo bunda Shasha
"sudah bund, duda anak dua , istri nya meninggal lima tahun silam" Jawab warna turut sedih
"Duda, semoga ia segera ketemu jodoh ya kak, yang tulus dan baik seperti Kaka" ucap bunda Shasha ceplos
"ha" seperti saya, apa lah bunda ini, ckckkx ya udah ku pulang dulu ya, makasih ya bunda" warna sambil berjalan pulang.
Setelah anak anak tertidur, warna membuka Handphone dan mencari kontak nama Rudy. Warna mencoba menelfon Rudy dan terhubung
"Hallo mbak assalamualaikum" ucap Rudy
"waalaikumsalam , maaf mengganggu rud, apa kamu sibuk" ucap warna
"iya kak, ini mau ada pertemuan sama bos, nanti saya hubungi lagi ya kak" jawab Rudy di sebelah sana
" oo iya rud, baiklah assalamualaikum " jawab warna
"iya mbak waalaikumsalam" Rudy mematikan telfon gengam miliknya.
"Aku harus mempergoki mas arsya dengan wanita itu, biar bukti semuanya lengkap dan akurat. biar semuanya mudah ,biar aku dan anak anak hidup tenang tanpa sakit hati dan makan hati. Setelah perceraian ini, baru aku memutuskan apa yang akan ku lakukan kedepannya. Apakah aku membuka usaha kecil kecilan, kerja atau pulang kampung terlebih dahulu. InshaAllah semuanya akan baik baik saja" gumam warna dalam dirinya sendiri
Matahari mulai menyembunyikan dirinya, tentu bulan akan mulai menampakkan cahayanya, malam telah tiba.
"dek, dua hari esok mas keluar kota ya dek" ucap Arsya setalah makan malam
"OOO ya udah mas, silakan aja" ucap warna cuek
"kamu ngak nanya keluar kota dimana gitu?" tanya Arsya
"ngak mas, lagian kalau aku tanya, aku ragu dengan jawaban kamu mas heheh" ucap warna sinis tapi santai
"kamu masih belum percaya sama aku dek" tanya Arsya melihat warna
__ADS_1
"belum maksudnya mas? bukan belum mas tapi memang semenjak kejadian kemarin itu, aku tidak pernah percaya lagi sama mu mas " ucap warna lembut tapi judes
"ya udah dek teserah mu saja, yang penting aku sudah berubah " Arsya pelan
"hmmm oo ya mas, jangan lupa duit belanja anak anak di Tinggal ya, sama beli beras dan keperluan dapur lainnya" ucap warna tenang
"duit lagi duit lagi, semua nya duit" gumam Arsya pelan
"apa mas bilang sesuatu?" tanya warna
"hmm ngak dek, iya dek besok mas tinggal kan duit belanja" jawab Arsya
"hmm sebenarnya duit bulanan ini belum habis ,dan masih lebih dari cukup karena aku juga mendapat kan fee dari penjualan online shop nya bunda Kinara , tapi dari pada duit jatah anak anak ku di pakai untuk membuat dosa dan bersenang senang di luar sana bagus untuk jajan ke tiga anak ku" ucap warna dalam hati.
Esok pagi nya 😊
"dek ini duit untuk jajan anak anak " ucap Arsya sambil mengasih beberapa lembar duit merah
"iya mas makasih" ucap warna
"hmmm ya udah mas pergi dulu hati hati di rumah dek , jaga anak anak" ucap Arsya sambil pergi ke kamar anak anak. Arsya mencium anak anak nya yang masih tidur
Sekarang warna berada dalam kamar nya, sambil berfikir dan melihat duit yang di tangannya.
warna mengambil handphone dan memberi pesan di grup mama muda yang isinya shindy bunda nya Kinara, Shinta mama nya Shasha dan warna sendiri
"assalamualaikum bunda, maaf aku menggangu pagi pagi ada yang ingin ku ceritakan ke bunda bunda " warna
"waalaikumsalam kenapa kak" bunda Shasha
"waalaikumsalam kenapa mam" bunda Kinara
"..........."warna menceritakan semuanya ke duo bunda, tentang kecurigaan dan penasaran nya, dan minta solusi
"ada buku tabungan nya ngak mam? coba cari dulu , kalau ada buku tabungan cuss ke bank" ucap bunda Kinara
"betul itu kak, buku tabungan ada ngak, nanti Bawak aja KTP atau surat nikah, KK ke bank", bunda Shasha
"banyak amat bund, bukannya KTP aja" bunda Kinara
"hooh kayak daftar apa aja Bawak KK dan surat nikah" warna
"hehehe bukan lo, tapi kan buku tabungan ngak atas nama Kakak, wanti wanti aja dari pada nanti bolak balik, bagus Bawak semuanya hehehe" bunda Shasha
__ADS_1
"tapi sekarang kan mereka suami istri bunda, dan sekarang era komputer kali, tapi benar juga sich karena kita orang awam, Bawak semuanya aja deh mam hehehhehe" bunda Kinara
"oke, tapi aku butuh bantuan kalian juga kali ini dan seterusnya 😔😔" warna
"aman kak kita selalu ada kok" bunda Shaha
" yahuu setelah sarapan let's go" bunda kinara
"oke " bunda Shasha
"oke makasih all" warna
"ehh tapi aku cari buku tabungan nya dulu, rasa rasanya ada dalam lemari, nanti ku kabari" warna
Sekarang warna mencari buku tabungan Arsya,
"dimana ya, aku rasa dalam berkas berkas ini la, karena semuanya disini mulai dari surat kerja mas Arsya, dan surat penting lainnya kecuali buku nikah karena aku udah ambil dari jauh jauh hari setelah perselingkuhan mas Arsya ku ketahui" gumam warna pada dirinya sendiri
Warna dengan telaten mencari buku tabungan , membongkar berkas tersebut dan taraaaa ketemu dong.
"Alhamdulillah ketemu, semoga aku bisa tahu dari mana mas Arsya dapat duit lebih" warna
Akbar Attar sudah makan, semuanya sudah rapi, Zahira pun sudah mandi dan sudah siap untuk berangkat.
"mam yok, udah siap kan " panggil bunda Kinara dari mobilnya
"ayo kak" ucap bunda Shasha ternyata udah di dalam mobil
"he' udah dalam mobil aja bund" ucap warna tertawa
"udah , lagi semangat ini, sambil jalan jalan soalnya" bunda Shasha
"oke, ayok" sambil masuk mobil, karena Akbar Attar udah di dalam mobil
"ayokkk let's go bismillah " ucap bunda Kinara sambil star nyetir mobil...
Hallo semuanya..
makasih yang sudah mampir..
jangan lupa like dan vote nya ya..
🙏❤️
__ADS_1