
Setelah semuanya makan shindy membawa Niko dan Chika ke atas tentu tanpa sepengetahuan warna.
"kok Niko dan Chika di bawa ke atas bund, kenapa " tanya Niko
"hmm ngak ada kok sayang bunda cuma mau ngobrol aja sama anak anak Sholeh Sholehah ini" jawab Shindy tenang di jawab dengan senyuman oleh anak anak tersebut
" Niko kamu masih ingat ngak sama Tante Anella" tanya Shindy dengan hati hati
"masih bund, tapi Niko ngak suka Tante Anel karena dulu bunda sering di bikin nangis sama dia bund" ucap Niko masih ingat 5 tahun yang lalu , shindy sebenarnya penasaran kenapa Niko ngomong seperti itu tapi karena keterbatasan waktu dan tempat Shindy langusung ke topik masalah saja.
" iya sayang, sekarang Tante Anella nya sudah kembali dan sudah ada di kota ini, Chika sayang Niko sayang sama ayah dan mama kan? kalian mau ayah dan mama warna menikah dengan lancar tanpa ada yang mengganggu kan?" tanya shindy pelan dan lembut kepada Meraka
"iya bunda" jawab mereka kompak
" nah kalau gitu dengarin bunda baik baik ya, Niko sama Chika ngak boleh bilang ke Tante anella kalau ayah sama mama warna akan menikah secepatnya , dan ngak boleh juga ngomong ngomong tentang mama warna ke Tante Anella" penjelasan Shindy ke anak anak
"kenapa Tante, Tante anella mau jahatin ayah dan mama warna ya" tanya Chika polos
Shindy tersenyum dan menjawab "ngak sayang tapi kita mau kasih surprise aja ke Tante anella nya, tapi Chika ngak boleh bilang apa apa ya ke Tante anella nya" jawab Shindy berbohong
tidak mungkin pula aku bilang Tante nya jahat ke pada ayah dan calon mama nya terpaksa deh bohong lagi bathin warna
"Niko" panggil shindy , mengagetkan Niko karena terlihat melamun
"are you oke" tanya bunda Kinara tersebu
"oke i'm oke" jawab Niko di jawab senyum oleh shindy
"bund Tante anella ngak suka ayah sama mama warna nikah ya ?" tanya Niko
"Niko anak remaja ku yang manis, kamu mau kan dengarin dan nurut sama omongan bunda barusan please tanpa banyak bertanya dulu, ada saat nya kamu mengerti semuanya sayang, oke sayang" tanya shindy
"oke bund, aku dan Chika ngak akan bilang apa apa ke Tante anella" jawab Niko sungguh sungguh
.
.
"kemana aja sih bund ajak Niko dan Chika ,ngilang aja" tanya warna
"ha' ke atas tadi nemenin aku, akhir akhir ini rada rada takut ke atas sendiri an heheheh" bohong shindy
__ADS_1
"ha' bund bund " warna tepuk kening , sedangkan Surya melihat ke arah Shindy seperti ekspresi bertanya dan shindy menganggukan kepalanya bertanda misi telah selesai
"mama warna besok kita temui WO ya mam " ucap Surya ke warna sambil menggoda dengan mengangkat alis matanya ke atas
" hmmm oke deh ayah Surya " warna dengan suara yang menggoda balik
semua yang mendengar tentu saja tertawa, namun tiba tiba tawa itu berhenti ketika Akbar bertanya ke mama nya.
"ma Akbar boleh tanya ngak" ucap Akbar
"iya sayang, tanya apa? serius banget kayak ny heheh" jawab warna
"apa no hp papa sudah bisa di hubungi mah?" ucap Akbar,
ibarat petir menyambar seperti itu lah hati warna setah mendengar hal tersebut.
ya Allah kenapa saya bisa lupa dengan hal yang pernah saya janjikan ke anak saya, saya lupa keinginan hati kecil nya, saya terlalu sibuk mengurus diri saya sendiri ,maafkan mama sayang maafkan bahkan semenjak itu mama ngak Pernah lagi menghubungi no kakek kamu nak untuk menanyakan di sel mana papa kamu di tahan bathin hati warna
"sabar ya sayang, habis dari sini mama coba lagi menghubungi kakek kamu, karena no papa nya Akbar memang sudah ngak aktif lagi nak, jadi kita tanya kakek terlebih dahulu ya" ucap warna menjelaskan.
melihat hal itu Surya cukup terharu, karena sesungguhnya Surya sudah mengetahui semua yang terjadi dari Shindy tapi Surya pura pura tidak tahu takutnya menyinggung perasaan warna dan dia berharap biarlah warna yang menceritakan sendiri.
" na boleh kita bicara sebentar?" tanya Surya
"iya mas kenapa" jawab warna, dan Surya menunjuk ke atas memberi kode ngobrol disana saja dan warna pun mengangguk tanda setuju.
"ada apa mas?" tanya warna
"kemana Arsya na"? Tanya Surya to the point dan pura pura tidak tahu
"mas arsya di penjara maa, tapi aku tak mengetahui mas Arsya di tahan di mana? dan no hp ayah mas Arsya belakangan ini sangat susah di hubungi" Jawa Arsya
"baik lah na, saya akan bantu cari di mana Arsya di tahan, besok siang Akbar akan berbicara dengan papa nya saya janji itu, dan saya harap untuk seterus nya tidak ada lagi yang kamu sembunyikan dari saya dan belajar lah membagi duka mu dengan saya karena saya tak hanya menerima suka dari mu tapi saya juga menerima dan mau marasakan duka yang kamu rasa" ucap Surya senyum dan pergi ke bawah
iya mas saya akan belajar membagi duka , suka, sedih bahagia dengan mu , saya bersyukur bisa mengenal dan InshaAllah akan menikah dengan kamu mas Aaamminn ya Allah bathin warna
"Akbar sayang, besok siang Akbar akan berbicara via telfon sama papa Akbar ya, karena hari ini papa Akbar lagi sibuk banget ,oke Akbar ngak sedih lagi kan?" tanya Surya
"beneran yah, besok siang Akbar bisa ngomong sama papa nya Akbar" tanya Akbar di Jawab anggukan oleh Surya
"makasih ya yah, ayah sangat baik ", ucap Akbar memuji Surya
__ADS_1
"sama sama sayang, sudah sore kalau gitu papa pulang duluan kbar" ucap Surya mau pulang
" oke yah " jawab Surya
Di Rumah keluarga nya Surya , sekarang papa mama Surya beserta anak anak sedang mencicipi makan malam bersama. Papa mama Surya yang selalu berdebat mengenai hal kecil sampai hal besar sekali pun
"gedung A aja pah lebih luas besar dan cantik" ucap mama Surya
"gedung B aja mah, tempat nya asri bersih, dan unik cocok untuk pesta mah" papa nya Surya ..
"no no no besar gedung A pah" mama nya Surya tak mau kalah, sedangkan Surya geleng geleng kepala
"gini deh kita suruh Surya memastikan gedung mana yang dia mau pakai ,biar adil " sambung mama Surya
" oke deh, Surya mau gedung A atau gedung B" tanya papa nya Surya
"ngak gedung A ..." ucapan Surya terpotong
"nah kan ngak gedung A berarti gedung B dong papa menang ma" potong papa nya Surya
" dan ngak gedung B pah" sambung Surya mendengarkan itu mama nya Surya tertawa terbahak bahak
"terus mau gedung mana"? tanya papa surya ke Surya
" gedung .." sebelum Surya menyelesaikan omongan nya ada yang ketuk ketuk pintu
tok tok tok
tok tok tok
"iya sebentar" teriak mama Surya
"siapa sih hobi banget ngetuk ngetuk " tanya mama Surya kesal
trakkk taraaa mama Surya buka pintu dan sedikit terkejut melihat siapa yang datang
"Anella kamu?"...mama nya Surya
mohon like dan coment nya a ya semuanya.
. terimakasih banyak .
__ADS_1